Fire Sprinkler

Fire Sprinkler merupakan salah satu sistem proteksi kebakaran media air yang banyak digunakan di Indonesia. cara kerja Sprinklers adalah mendeteksi panas berdasarkan suhu. suhu pada kepala fire sprinkler bermacam-macam, tergantung dari potensi kebakaran di tempat tersebut. ketika efek panas dari api telah terdeteksi, kepala fire Sprinkler akan pecah. sehingga aliran air dari dalam instalasi pipa akan memancar ke lubang yang pecah tersebut. Setiap kepala sprinkler ditutup oleh bola kaca yang peka terhadap suhu panas, sedangkan bagian lainnya adalah logam yang tahan terhadap tekanan. Kaca bohlam ini berlfungsi untuk penahan tekanan air dari pipa instalasi. bertindak sebagai plug yang fungsinya mencegah air mengalir sampai bohlam pecah / suhu lingkungan sekitar kepala sprinkler mencapai titik tertentu untuk aktivasi sprinkler secara individu. setiap sprinkler aktif secara independen di lokasi yang bersuhu tinggi saja, jumlah fire sprinkler yang beroperasi hanya yang berada dekat dengan api, sehingga tekanan air akan bekerja sempurna memancar ke titik asal api.

Cara Kerja Fire Sprinkler

Bohlam kaca yang berisi air raksa aktif / pecah sebagai akibat dari ekspansi termal dari cairan di dalamnya. Waktu yang diperlukan untuk pecahnya bohlam kaca tergantung pada suhu kebakaran. umumnya bohlam kaca dengan memiliki suhu rendah akan bereaksi lebih cepat di bandingkan dengan bohlam kaca yang bersuhu tinggi. Waktu respon bisa anda lihat pada tabel dibawah ini:

fire sprinkler viking

Pekerjaan Fire Sprinkler untuk bangunan di Indonesia, taat dan patuh dengan dokumen peraturan SNI 03-3989-2000 tentang Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. standarisasi ini juga mengacu pada referensi NFPA (National Fire Protection Association) code 13 yaitu “Standart for the Installation of Sprinkler Systems”.

Kategori proteksi Fire Sprinkler untuk Bangunan

Sistem bahaya kebakaran ringan
klasifikasi ini untuk tempat seperti perkantoran, perumahan, pendidikan, perhotelan, rumah sakit. proses pancaran adalah 2.25 mm/menit, luas daerah kerja maksimal : 84 m2.

Sistem bahaya kebakaran sedang
Kepadatan pancaran diangka 5 mm/menit, dengan daerah kerja maksimum yang diperkirakan : 72 – 360 m2, contoh klasifikasi ini adalah bangunan industri ringan seperti : pabrik susu, elektronika, pengalengan, tekstil, rokok, keremik, pengolahan logam, bengkel mobil dan lain-lain.

Sistem bahaya kebakaran berat
kepadatan pancarannya adalah 7.5 – 12.5 mm/menit, sedangkan daerah kerja yaitu 260 m2. tempat-tempat yang masuk kategori ini antara lain pabrik kimia, korek api, bahan peledak, karet busa, kilang minyak, dan lain-lain.

Harga Branch Control Valve

Harga Branch Control Valve

Harga Branch Control Valve Viking Set Branch Control Valve merupakan salah satu perangkat alat pemadam kebakaran yang terdapat dalam System…
CONTINUE READING
branch control valve

Branch Control Valve

Branch control valve adalah penyebutan dari beberapa alat pemadam kebakaran atau lebih tepatnya yaitu komponen yang ada dalam alat pemadam…
CONTINUE READING
Cara Kerja Sistem Fire Sprinkler

Cara Kerja Sistem Fire Sprinkler

Anda pasti pernah atau sering melihat head sprinkler pada sebuah bangunan, 'kan? Bagaimana Cara Kerja Sistem Fire Sprinkler? Sprinkler sering…
CONTINUE READING