Alat Pemadam Kebakaran jenis Busa, Bagaimana ciri dan karakternya?

Alat Pemadam Kebakaran jenis BusaUntuk melakukan pemadaman terhadap kebakaran yang terjadi, hal yang perlu diketahui adalah jenis kebakaran yang terjadi. Setelah mengetahui jenis kebakaran, maka kita dapat mengetahui media pemadaman yang tepat untuk digunakan. Media yang salah hanya akan mengakibatkan dampak yang sangat fatal. Kebakaran sendiri dibagi menjadi beberapa kelas antara kelas a, b, c, d, e dan k. Namun yang paling umum adalah kelas a, b dan c.

Kebakaran kelas a merupakan kebakaran yang terjadi pada material seperti kayu, kain, dan sejenisnya. Media yang dapat digunakan adalah air dan busa. Namun secara bijak, air lah yang paling tepat digunakan. Kebakaran kelas b merupakan kebakaran pada bahan bakar dan gas, media yang paling tepat adaah busa. Kebakaran kelas c merupakan kebakaran yang diakibatkan oleh arus listrik, media yang tepat adalah bahan kimia kering.

Sejarah Alat Pemadam Kebakaran jenis Busa

Busa (foam) merupakan jenis koloid yang terdispersi gas, medium pendispersi dapat berfase cair maupun padat. Berdasarkan media pendispersi, busa dapat dikategorikan dengan busa cair dan padat. Busa pada awqalnya dikenalkan oleh insinyur dan ahli kimia Rusia Aleksander Loran tahun 1902. Larutan busa merupakan campuran air, natrium bikarbonat, aluminium sulfat, dan zat pembuih. Komposisi pada alat pemadam kebakaran ringan (APAR) adalah larutan busa dan nitrogen yang berada di dalam tabung kecil guna memberi tekanan agar larutan busa terdorong keluar dan menghasilkan spray. Prinsip kerja dari busa adalah dengan cara menutup bahan yang terbakar sehingga koneksi oksigen yang terkandung di udara tidak dapat masuk. Serta memberikan efek dingin di sekitar kebakaran.

Alat Pemadam Kebakaran jenis Busa dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu:

Foam kelas A.
busa jenis ini mulai dikembangkan untuk memadamkan kebakaran hutan pada pertengahan tahun 1980. Foam A ini mampu menurunkan surface tension pada air dan memberi saturasi bahan bakar. Hal ini berguna untuk mencegah apikembali menyala

Foam Kelas B
busa kelas B dibuat untuk menangani kebakaran kelas B atau bahan bakar yang mudah terbakar. Ada dua jenis subutama dari busa kelas b yaitu:

  1. Busa sintetik, sesuai dengan namanya busa yang digunakan adalah busa sintetis. Keuntungan dari surfaktan sintetik adalah cepat mengalir dan knocdown pada api lebih cepat
  2. Aqueous film forming foams (AFFF) merupakan jenis busa yang mengandung air dan surfaktan jenis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, dan fluoro surfactant seperti fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), atau asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Alcohol-resistant aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan.

Keunggulan dari alat pemadam kebakaran busa adalah

  • Dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran keals A dan B
  • Busa bersifat ringan dan efektif jika digunakan untuk memadamkan bahan bakar yang terbakar. Prinsip kerjanya adalah mengisolasi kebakaran sehingga kebakaran tidak menyebar
  • Busa memiliki prinsip dalam memadamkan api dengan menutup pangkal api, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya letupan

Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran jenis Busa

Tata cara pemakaian busa pemadam kebakaran:

  • Semprotkan diatas permukaan api
  • Semprotkan ke bagian belakang sebuah wadah yang berisi carian yang terbakar atau terhadap permukaan vertical dibalik wadah tersebut
  • Gunakan gerakan menyapu dari sisi ke sisi untuk menutupi semua bagian yang terbakar
  • Jangan terlalu dekat dengan api
  • Jangan langsung semprot ke cairan yang terbakar karena akan menyebarkan cairan terbakar ke area yang lebih luas