PT Patigeni Mitra Sejati menjual berbagai merk, media, dan ukuran alat pemadam api yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Fokus kami memberikan proteksi menyeluruh terhadap berbagai potensi kelas kebakaran benda padat, cairan, gas, logam, maupun elektrikal. hubungi kami segera untuk mendapatkan penawaran harga terbaik sekarang juga!
Fire Extinguisher
Konsultan
Kontraktor
Perawatan

Alat Pemadam Api

Alat pemadam api/alat pemadam kebakaran adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran. Alat ini sering juga disebut sebagai APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk ukuran portable 1-9 kg dan APAB (Alat Pemadam Api Berat). Penggunaan alat pemadam api dewasa ini sudah merata dan digunakan di banyak tempat seperti gedung perkantoran, rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, pasar, bangunan bertingkat, apartemen, hotel, restoran, dan lainnya. Alat pemadam api merupakan perangkat yang wajib ada di setiap gedung untuk menjamin keselamatan penghuni dari kebakaran yang baru terjadi. Potensi kebakaran bisa terjadi di mana saja, untuk itu selain persiapan alat pemadamnya juga harus dipersiapkan mental dan kondisi petugas/penghuni gedung untuk siap siaga dalam mengambil tindakan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Kebakaran ini bisa terjadi karena beberapa hal, di Indonesia klasifikasi kebakaran dibagi menjadi 5 jenis.

Kelas A

Kebakaran yang disebabkan oleh kayu, kertas, kain, atau sampah kering.

Kelas B

Kebakaran yang disebabkan oleh bensin, solar, thinner, cat, gas LPG, LNG.

Kelas C

Kebakaran yang disebabkan oleh elektrikal (listrik).

Kelas D

Kebakaran yang disebabkan oleh magnesium, potasium, titanium.

Jenis Alat Pemadam Api yang ada di Pasaran

Alat pemadam kebakaran menurut jenisnya ada dua yang sering ditemukan. Yang pertama adalah alat pemadam jenis catridge. alat pemadam ini tidak memiliki penunjuk tekanan pada leher apar. model catridge ini memilihi tabung khusus untuk menyimpan gas penekan di dalamnya. cara penggunaannya pun harus menggunakan teknik khusus. karena membran dalam catrigde harus pecah terlebih dahulu sebelum media pemadam keluar. jenis yang lain adalah stored pressure. yaitu apar yang memiliki jarum penunjuk tekanan di lehernya. tabung model stored pressure ini lebih modern karena menyatukan media pemadam serta media penekan dalam satu tabung. media penekan yang digunakan adalah Nitrogen. tabung jenis stored pressure lebih mudah dalam pemeliharaan karena dapat dipantau sewaktu-waktu. jika penunjuk tekanan berada di area merah, maka ada kemungkinan tabung tersebut mengalami masalah seperti kebocoran. sehingga media tidak bisa keluar secara sempurna saat digunakan.

Fire Extinguisher Model Cartridge

Fire Extinguisher Model Stored Pressure

Menurut kapasitasnya, alat pemadam dibedakan menjadi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB). Perbedaan ini terletak pada jenis dan ukuran tabung. APAR biasanya hanya berukuran 1-9 kg, satu orang bisa membawa APAR dengan baik. Sedangkan APAB berukuran 25 kg, 50 kg samapi 100 kg. Pengoperasian APAB minimal harus dua orang untuk standby pada selang dan valve di tabungnya. Penggunaan APAR dan APAB disesuaikan potensi kebakaran yang mungkin terjadi. Seperti di pom bensin, karena potensi kebakaran cukup tinggi maka ditempatkan APAB disana.

Media Alat Pemadam Api

Ada beberapa jenis media alat pemadam api yang yang digunakan. Tentunya media ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pada prinsipnya, media pemadam api disesuaikan dengan tempat yang diproteksi untuk keefektifan proses pemadaman. Media tersebut antara lain:

1. Cair

Alat pemadam api dengan media cair biasa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B.

2. Dry Powder

Media ini berbentuk seperti bubuk bedak. Mampu memadamkan berbagai kelas kebakaran baik benda padat, cair, maupun elektrikal. Harganya pun cukup terjangkau dibanding media lain, sehingga media ini sering dijadikan pilihan oleh beberapa orang. Media ini terdiri dari Mono-ammonium phosphate dan Ammonium sulphate. Dua jenis zat yang sangat ampuh untuk memadamkan kebakaran. Sifat media powder ini adalah menutupi area kebakaran agar tidak terjadi kontak dengan oksigen. Media ini bisa menyebabkan iritasi pada mata jika terkena, selain itu pernafasan juga bisa terganggu. Sehingga penggunaan alat pemadam kebakaran media powder harus tepat. Saat digunakan di luar ruangan, arah angin harus diperhatikan untuk keefektifan media serta keamanan pengguna.

3. CO2 (Karbon Dioksida)

Media pemadam CO2 berbentuk gas, seperti hembusan nafas yang kita keluarkan setiap hari. Ciri dari media ini adalah mendorong oksigen sampai batas minimal sehingga api tidak dapat menyala kembali di area kebakaran. Media CO2 banyak digunakan untuk proteksi kebakaran yang diakibatkan oleh elektrikal. Karena sifatnya yang tidak meninggalkan residu serta aman untuk peralatan elektronik. Media CO2 ditempatkan dalam silinder khusus yang memiliki tekanan tinggi. Maka dari itu, fisik tabung media CO2 biasanya lebih tebal dan berat. Karena tekanan di dalam tabung ini bisa mencapai angka 200 bar. Saat penggunaan di dalam ruangan, perlu diperhatikan kebutuhan oksigen bagi pengguna. Maka dari itu, sebaiknya jika digunakan di dalam ruangan pengguna memakai breathing apparatus untuk membantu pernafasan petugas saat memadamkan api.

4. Foam

Media foam banyak digunakan untuk industri yang memiliki potensi kebakaran dari benda padat dan cairan. Media ini memiliki sifat mendinginkan serta menutupi secara sempurna titik api. Material dasar dari alat pemadam kebakran jenis foam adalah air dan sisanya biang foam. Selain digunakan sebagai media dalam pemadam kebakaran portable, foam juga banyak digunakan untuk sistem proteksi kebakaran untuk industri oil and gas karena sangat cepat dalam memadamkan api yang bersumber dari minyak. Zat surfaktan hidrokarbon yang ada di dalam APAR media foam seperti sulfat sodium alkyl dan fluoro surfactant dapat secara cepat mendinginkan api sehingga kebakaran juga dapat segera diatasi.

Cara Penggunaan Alat Pemadam Api

Memiliki alat pemadam api yang dapat menjaga lingkungan kita dari kebakaran belumlah cukup. Karena akan percuma jika kita memiliki APAR namun tidak tahu cara penggunaannya. Cara penggunaan alat pemadam api secara umum adalah sebagai berikut:

1. Tarik pin pengamann.
Setiap alat pemadam, dilengkapi dengan pin pengaman yang berfungsi untuk pengunci jika sewaktu-waktu handle tertekan secara tidak sengaja. Pin ini didesain secara khusus untuk alat pemadam sehingga tidak menyulitkan saat akan digunakan.

2. Arahkan selang ke titik api.
Setelah pin pengaman ditarik, angkat APAR dan arahkan selang ke titik api. Perlu diingat, yang dipegang adalah ujung selang. Karena saat ditekan, APAR akan mengeluarkan tekanan tinggi dari dalam. Sehingga jika tidak diarahkan dengan baik maka ada kemungkinan APAR akan menyemprot dengan tidak terkendali.

3. Tekan handle pemadam
Tekan sekuat tenaga handle alat pemadam, pastikan handle tertekan secara sempurna agar media alat pemadam dapat terpancar secara dengan baik untuk memadamkan api.

Servis Alat Pemadam Api

Alat pemadam api memiliki umur seperti halnya manusia. Untuk itu, perlu diadakan perawatan dan servis berkala untuk memastikan alat pemadam api dapat bekerja dengan baik. Setiap 10 tahun sekali, wajib dilakukan hydrotest untuk mengecek kondisi dalam tabung dari kebocoran. Pilihlah perusahaan yang benar-benar berkompeten dalam bidang ini. Pastikan setiap bagian dalam tabung diinspeksi dengan baik. Mulai dari selang, handle, pin pengaman, tabung, dan bagian-bagian lainnya.

Produk Alat Pemadam Api

Blog Alat Pemadam Api

Lihat semua blog