Mengenal Lebih Dalam Perlindungan Kebakaran Aktif dan Pasif

No Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
BLOG KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

erlindungan Kebakaran Aktif dan PasifSistem sprinkle dan water mist system digunakan secara luas dalam proses industri seperti pada ruangan penyimpanan, pabrik pengolahan dan gudang. Fungsi dari sistem proteksi kebakaran ini adalah untuk memadamkan api, mengendalikan api dan memberikan perlindungan untuk mencegah efek domino dari api. Sistem diatas termasuk beberapa contok jenis alat pemadam aktif. Selain itu, ada juga proteksi kebakaran yang bersifat pasif. Proteksi jenis ini dapat menjadi metode alternatif yang efektif  apabila sistem proteksi aktif pada bejana mengalami kegagalan. Hal ini sering digunakan jika jumlah air atau media perlindungan aktif lainnya tidak memadai, seperti di lokasi terpencil atau di daerah yang mengalami kesulitan air. Nah, lalu apa saja yang termasuk perlindunga kebakaran pasif? Dinding api merupakan metode lain dari proteksi kebakaran pasif yang digunakan untuk mencegah penyebaran api dan paparan peralatan yang berdekatan dengan radiasi termal.

Prinsip-prinsip umum Perlindungan Kebakaran Aktif dan Pasif

Operator harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam memutuskan rencana paling efektif untuk menangani dan memproteksi industri dari api . Beberapa ini adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah langkah-langkah proteksi kebakaran aktif dan pasif yang diperlukan:
• Bahaya zat yang ditimbulkan setelah kebakaran
• toksisitas /zat racun dan asap yang dihasilkan;
• Ukuran persediaan;
• Bahaya frekuensi kebakaran
• jarak ke instalasi berbahaya lainnya;
• akses yang tersedia untuk melawan api;
• kemampuan pemadam kebakaran dari lokas;
• Waktu respon pemadam kebakaran terdekat;
• sumber daya yang tersedia untuk pemadam kebakaran.

Desain sistem
Sistem pemadam kebakaran aktif harus handal dan sesuai dengan desain sistem. Desain sistem pemadam kebakaran harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan seperti BS 5306. Lokasi atau jarak sumber busa dan air harus aman dari instalasi berbahaya. Valve dan istrumen lain khususnya kabel diletakkan pada lokasi yang dilindungi karena harus mampu menahan efek panas dan api. Air harus selalu disediakan pada metode aktif. Desain harus memastikan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif tidak kekurangan air karena tuntutan lain pada sistem pasokan air selama kebakaran. Dalam memadamkan api, ada beberapa jenis media yang digunakan. Pemilihan media berdasarkan jenis kebakaran yang terjadi, antara lain:

  1. Air
  2. Busa
  3. CO2
  4. HFC227
  5. Bubuk kimia kering

Air tidak dianjurkan sebagai media pemadam kebakaran untuk cairan yang titik flash (titik nyala apinya) rendah, tetapi digunakan secara luas di seluruh industri untuk pengendalian kebakaran dan perlindungan paparan secara umum. Busa adalah Media pemadam yang lebih efektif untuk zat titik nyala rendah dan secara luas digunakan untuk melawan kebakaran cair. Ada berbagai jenis busa yang tersedia, tetapi yang paling banyak digunakan adalah busa protein. Busa alkohol umum digunakan untuk aplikasi pada pelarut polar dimana stabilitas busa akan mempengaruhi. Agen lain seperti gas inert, bubuk kimia dan gas halogen berdasarkan (Halons) dapat disebut dengan sistem proteksi kebakaran aktif, tetapi ini cenderung untuk dipasang di mana peralatan proses yang terjadi di turbin gas.  Pedoman pemilihan media pemadam kebakaran diberikan dalam BS 5306. Standard Material Safety Data Sheets juga harus menentukan media yang pemadam kebakaran yang tepat.

 

Maintanance
Sistem proteksi kebakaran aktif perlu diperhatikan saat maintanance agar kinerja alat masih dalam keadaan baik. Prosedur harus memastikan pemeliharaan rutin dan pengujian sistem. Kontrak pemeliharaan sering ditempatkan dengan pemasok sistem proteksi kebakaran. Rekaman kegiatan ini harus disimpan oleh operator.Kinerja sistem proteksi kebakaran pasif dapat menurun seiring waktu karena pelapukan dan korosi. Prosedur pengecakan digunakan untuk memastikan bahwa kedua api sistem pelindung pasif dan permukaan dilindungi secara teratur diperiksa dan diperbaiki
Sistem proteksi kebakaran metode aktif dengan busa dan air dapat menghasilkan sejumlah limbah cair yang dapat merusak lingkungan. Proteksi kebakaran dnegan metode aktif atau pasif diinstal, sistem ini harus didukung oleh hidran di lokasi yang sesuai sebagaimana yang telah tercantum dalam BS 5908.

Nuno adalah salah satu team kreatif patigeni.com yang selalu meningkatkan pengetahuan tentang sistem kebakaran, agar dapat berbagi dengan Anda melalui karya tulis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

No Comments

Leave a Comment

More from our blog

See all posts

Jasa Isi Ulang APAR Jakarta Barat Bergaransi 5 Tahun

Isi ulang APAR Jakarta Barat dengan garansi sampai 5 tahun adalah salah…
Baca Selengkapnya

Desain Sistem Pemadam Otomatis Gedung

Desain Sistem Pemadam Otomatis Gedung. Melanjutkan pembahasan artikel sebelumnya mengenai perencanaan sistem…
Baca Selengkapnya

Perencanaan System Pencegah Kebakaran

Perencanaan System Pencegah Kebakaran Rancangan sistem proteksi kebakaran adalah ilmu pasti yang…
Baca Selengkapnya