APAR Powder dan CO2 Untuk Kebakaran Listrik

No Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
BLOG KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

APAR Powder dan CO2 Untuk Kebakaran ListrikSebagai sebuah risiko yang dianggap sebagai ancaman berbahaya yang mampu menimbulkan kerugian secara finansial atau materiil hingga menimbulkan korban luka hingga nyawa, bencana kebakaran sudah sepantasnya menjadi satu bentuk risiko yang kedatangannya harus diantisipasi. Bentuk upaya antisipasi terhadap risiko bencana kebakaran dapat diwujudkan setidaknya setiap bangunan atau gedung harus menyediakan alat pemadam api dengan jumlah dan klasifikasi yang sesuai dengan standard perlindungan yang dibutuhkan.

Risiko bencana kebakaran ini sendiri sebenarnya dapat terjadi akibat beragam macam sebab, di mana sebagian besarnya dikarenakan kecerobohan sumber daya manusia ataupun dikarenakan kecelakaan kerja dan kesalahan teknis. Api kebakaran dapat muncul akibat hadirnya tiga faktor utama yang menjadi unsur syarat adanya api, yaitu oksigen, suhu panas, dan benda yang dapat terbakar (penghantar api). Berdasarkan jenis-jenis muatan penghantar yang menjadi penyebab nyalanya api, maka bencana api kebakaran pun pada umumnya terbagi menjadi empat klasifikasi kelas yang berbeda-beda.

Kelas A untuk api kebakaran yang timbul akibat terpicu oleh muatan benda padat dan kering seperti kertas, kardus, maupun dedaunan kering. Sementara kelas B merupakan klasifikasi api kebakaran akibat adanya cairan yang mudah terbakar atau yang sering disebut dengan flammable liquid, seperti bensin, minyak tanah, oli, dan sebagainya. Api kebakaran yang terjadi akibat korsleting arus listrik digolongkan ke dalam kelas C, sedangkan kelas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh muatan pemicu berupa logam, seperti misiu maupun magnesium.

APAR Powder dan CO2 Untuk Kebakaran Listrik, Mana yang lebih efektif?

Mengingat api kebakaran tersebut terbagi menjadi beragam kelas berdasarkan jenis muatan pemicu timbulnya api kebakaran, maka muatan yang kemudian akan digunakan sebagai bahan pemadam api kebakaran juga berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan klasifikasi api kebakaran. Karena, apabila terjadi kesalahan pengaplikasian bahan muatan pemadam yang tidak sesuai dengan jenis api kebakaran, maka nyala api kebakaran tersebut tidak akan padam dan justru nyala apinya berpotensi semakin besar dan menjalar dan tentunya sangat berisiko membahayakan petugas pemadam.

Seperti pemadaman untuk api kebakaran kelas C yang disebabkan oleh kebakaran listrik, seharusnya digunakan alat pemadam api yang mengandung bahan-bahan atau muatan pemadam yang bersifat non-konduktor listrik atau bukan penghantar listrik, seperti muatan powder (dry chemical powder) dan alat pemadam api bermuatan gas CO2 (gas karbondioksida).

Mengingat satu jenis api kebakaran dapat berpeluang dipadamkan dengan lebih dari satu jenis muatan pemadam, seperti halnya yang terjadi pada jenis kebakaran listrik, maka seringkali muncul suatu permasalahan atau kebingungan seperti antara lebih efektif mana powder dan CO2 untuk kebakaran listrik. Untuk menentukan pilihan muatan pemadam yang akan digunakan, sebaiknya terlebih dahulu Anda mengenali masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis muatan pemadam yang terkait.

Muatan dry chemical powder memiliki keunggulan berupa karakteristik muatan kimia yang kering, tidak beracun, bukan penghantar arus listrik, tidak berbahaya untuk manusia, hewan, ataupun tumbuhan (ramah lingkungan). Karakteristik inilah yang kemudian menjadikan muatan dry chemical powder dibuktikan aman dan efisien untuk mengatasi kebakaran akibat korsleting listrik.

Karena, bubuk atau powder dari muatan ini akan bekerja dengan mengganggu reaksi kimia yang terjadi dalam pembakaran atau nyala api sehingga nyala api pun dapat padam. Selain itu, bubuk kimia ini juga dapat meluas sehingga akan menjadi penghalang yang dapat menutupi zona kebakaran agar terputus dari oksigen. Namun, di sisi lain, muatan dry chemical powder juga memiliki kekurangan, yaitu muatan yang karakteristiknya seperti debu yang dapat mengganggu penglihatan maupun pernapasan. Selain itu, setelah proses pemadaman berakhir, residu muatan akan meninggalkan sisa kotoran serbuk yang dapat mengurangi daya fungsi dari peralatan elektronik. Penggunaan muatan dry chemical powder pun hanya dapat digunakan sekali habis.

Jika dibandingkan dengan muatan karbondioksida atau CO2, keunggulan dari CO2 dapat dirinci antara lain tidak dapat menghantarkan listrik, tidak akan menyebabkan karat, dapat dengan mudah diisi ulang karena tidak sekali habis, tidak berbahaya untuk hewan maupun tumbuhan, dan aman untuk alat elektronik karena tidak akan meninggalkan residu yang kotor. Gas karbondioksida bekerja dalam suhu yang sangat rendah, yaitu minus 50 derajat Celcius, sehingga ketika muatan dikeluarkan menuju zona api kebakaran, maka suhu panas akan turun secara drastis karena gas karbondioksida atau CO2 tersebut mampu menyerap suhu panas dan juga mendinginkan sehingga nyala api akan otomatis padam.

Namun, kekurangan gas CO2 pada alat pemadam api tersebut terletak pada suhu dingin muatan yang sangat berbahaya apabila terkena atau terkontak langsung dengan kulit atau tubuh manusia. Oleh karena itu, penggunaan alat pemadam api dengan muatan CO2 haruslah sangat hati-hati, dengan petugas yang telah menggunakan pengaman. Selain itu, diharapkan sebelum melakukan pemadaman dengan alat pemadam api CO2, seluruh orang harus diamankan dan keluar atau berada pada jarak aman yang jauh dari zona pemadaman agar terhindar dari suhu dingin drastis yang dapat berbahaya bagi tubuh manusia. dan permasalahan pernafasan karena kadar oksigen turun ke batas minimal sehingga bisa menyebabkan pingsan.

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry : 0888 256 0888 (call/wa) | wahyu@patigeni.com

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

No Comments

Leave a Comment

More from our blog

See all posts

Jasa Isi Ulang APAR Jakarta Barat Bergaransi 5 Tahun

Isi ulang APAR Jakarta Barat dengan garansi sampai 5 tahun adalah salah…
Baca Selengkapnya

Desain Sistem Pemadam Otomatis Gedung

Desain Sistem Pemadam Otomatis Gedung. Melanjutkan pembahasan artikel sebelumnya mengenai perencanaan sistem…
Baca Selengkapnya

Perencanaan System Pencegah Kebakaran

Perencanaan System Pencegah Kebakaran Rancangan sistem proteksi kebakaran adalah ilmu pasti yang…
Baca Selengkapnya