Berapa Tekanan Tabung APAR yang Normal

Berapa tekanan tabung APAR yang ideal? Pertanyaan ini sering terlewat, padahal pentingnya tak terukur. Dalam keadaan darurat, setiap detik berharga, dan tekanan tabung alat pemadam api yang tidak tepat bisa sangat berbahaya.

Tekanan yang terlalu rendah? Anda tidak dapat memadamkan api dengan cepat dan efektif. Terlalu tinggi? Anda akan menghadapi risiko keamanan yang tak terduga. Di sinilah tekanan tabung APAR menjadi hal terpenting yang harus Anda ketahui agar kondisi yang demikian tidak terjadi pada diri Anda. Tanpa berlama-lama, pastikan Anda baca ulasan berikut ini sampai selesai ya!

Berapa Tekanan Tabung APAR yang Normal?

Tekanan APAR sesuai standar.

Tekanan tabung alat pemadam api ringan yang normal cukup bervariasi tergantung pada jenis medianya. Anda ingin tahu standar tekanan APAR? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini!

  • APAR Media Air, untuk alat pemadam api ringan yang menggunakan media air adalah sekitar 7 sampai 15 bar. APAR jenis ini dapat Anda gunakan untuk memadamkan api di kelas kebakaran A (kayu, kertas, tekstil).
  • APAR Media Busa (Foam), alat pemadam api jenis foam tekanan normalnya adalah 7 sampai 15 bar. Tabung pemadam kebakaran media busa ini sangat efektif untuk memadamkan api kelas A dan B (cairan yang mudah terbakar).
  • APAR Media Serbuk Kimia Kering, jika Anda bertanya berapa tekanan tabung APAR dry powder, maka jawabanya adalah 12 sampai 18 bar. Jenis APAR powder ini efektif untuk memadamkan api kelas A, B, dan C (gas yang mudah terbakar).
  • APAR Media CO2, alat pemadam kebakaran jenis CO2 ini tekanan normalnya jauh lebih tinggi, berkisar antara 50 sampai 60 bar. APAR CO2 sangat efektif untuk api kelas B dan C, karena bersifat cleant agent, sehingga sangat aman untuk peralatan elektronik.
  • APAR Media Halotron, untuk tekanan normalnya mirip dengan APAR CO2, yaitu sekitar 50 sampai 60 bar. Media Halotron merupakan media alternatif ramah lingkungan untuk CO2 dan efektif untuk api kelas A, B, dan C.

Penyebab Tekanan Tabung Pemadam Kebakaran Tidak Normal

Setelah Anda mengetahui berapa tekanan tabung APAR, maka dalam pembahasan ini akan menjelaskan tentang penyebab tekanan APAR tidak normal. Anda penasaran? Tanpa berlama-lama simak penjelasan berikut ini!

  • Kebocoran, kebocoran pada tabung, selang, atau katup yang menyebabkan penurunan tekanan pada tabung pemadam kebakaran.
  • Usia Tabung, tabung yang sudah tua atau telah melewati masa pakainya bisa kehilangan tekanan. Selain itu, komponen-komponen internal tabung dapat mengalami kerusakan atau penurunan performa seiring berjalannya waktu.
  • Pengisian yang Tidak Tepat, jika tabung tidak Anda isi ulang dengan benar atau media pemadam yang salah. Maka, akan mengakibatkan tekanan dalam tabung tidak akan mencapai level yang optimal.
  • Kerusakan Katup atau Regulator, katup atau regulator yang rusak dapat menyebabkan kehilangan tekanan atau tekanan yang berlebihan. Dengan Anda mengetahui berapa tekanan tabung APAR yang normal, maka tindakan antisipatif bisa segera Anda lakukan.
  • Perubahan Suhu Lingkungan, tekanan dalam tabung alat pemadam kebakaran bisa berubah dengan perubahan suhu lingkungan. Terutama, tabung yang tersimpan pada tempat yang sangat panas atau sangat dingin.
  • Kerusakan Akibat Penyimpanan atau Penggunaan, alat pemadam api ringan yang tersimpan atau penggunaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerusakan fisik. Apabila ada kerusakan pada fisik tabung, maka nantinya akan membuat tekanan alat pemadam api tidak sesuai standar.
  • Kerusakan karena Korosi, korosi dari dalam atau luar tabung dapat menyebabkan kelemahan struktural dan kebocoran, mempengaruhi tekanan tabung.
  • Kerusakan Meteran Tekanan (Manometer), kadang-kadang, meteran tekanan itu sendiri yang rusak, sehingga memberikan bacaan yang salah tentang tekanan dalam tabung.

Cara Membaca Pressure Gauge yang Benar Untuk Ketahui Berapa Tekanan Tabung APAR

Cara membaca pressure gauge.

Membaca pressure gauge (meteran tekanan) dengan benar adalah kunci untuk memastikan bahwa peralatan seperti tabung pemadam kebakaran beroperasi dengan efektif. Berikut adalah langkah-langkah umum yang perlu Anda ketahui saat membaca pressure gauge:

  • Identifikasi jenis skala yang terdapat pada gauge Anda, biasanya skala ukurnya berupa psi (pound per square inch), bar, atau kg/cm².
  • Periksa Indikator, lihatlah jarum pada pressure gauge apakah menunjukan tekanan yang normal atau tidak.
  • Baca Nilai Tekanan, amati posisi jarum dan baca nilai tekanan yang terdapat dalam pressure gauge. Pastikan untuk melihat jarum dengan tepat dari atas untuk menghindari kesalahan baca akibat sudut pandang.
  • Periksa Rentang Normal, pada banyak pressure gauge, terutama pada APAR, akan ada zona yang menunjukkan rentang tekanan normal. Pasalnya, pada komponen pressure gauge ini menunjukan berapa tekanan tabung APAR serta bisa memastikan apakah tekanan normal atau tidak.
  • Periksa Tanda Peringatan, jika jarum berada di warna merah artinya menunjukkan tekanan terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Pantau Perubahan Tekanan, jangan lupa periksa pressure gauge secara berkala untuk melihat apakah ada perubahan atau tidak pada tekanannya. Jika ada perubahan berarti telah menunjukan adanya kebocoran atau masalah lain.
  • Kondisi Lingkungan, sadarilah bahwa tekanan bisa mengalami perubahan akibat suhu lingkungan.
  • Periksa Kondisi Gauge, jangan lupa pastikan pressure gauge tidak rusak atau kabur, yang bisa mengganggu pembacaan yang akurat.

Jika Anda tidak yakin tentang membaca pressure gauge atau jika hasilnya menunjukkan adanya masalah. Sebaiknya konsultasikan dengan seorang teknisi ahli dan profesional agar tidak salah dalam mengidentifikasinya. Pemeliharaan dan pemeriksaan rutin adalah kunci untuk memastikan bahwa peralatan seperti APAR berada dalam kondisi kerja yang baik.

Cegah Malfungsi dengan Uji Tekanan Tabung APAR Secara Berkala!

uji tekanan tabung APAR inspeksi APAR rutinUntuk mengetahui berapa tekanan tabung APAR dan memastikan apakah tekanannya normal atau tidak Anda dapat melakukan uji tekanan APAR. Pengujian tekanan tabung alat pemadam kebakaran ini adalah proses penting dalam pemeliharaan dan memastikan keandalannya.

Setidaknya, dalam proses pengujian tabung alat pemadam api ringan ini terdapat dua proses pengujian, antara lain:

1. Pemeriksaan Tekanan Rutin

  • Ini adalah pemeriksaan tekanan yang harus Anda lakukan secara teratur untuk memastikan bahwa tekanan dalam tabung APAR masih dalam kisaran yang aman dan efektif.
  • Pemeriksaan ini biasanya melibatkan pembacaan pressure gauge yang terpasang pada APAR untuk memastikan bahwa tekanan masih berada dalam zona hijau atau rentang tekanan normal sesuai standar produsen.
  • Pemeriksaan ini harus Anda lakukan secara berkala, seperti bulanan atau sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang terdapat dalam sop pemeliharaan APAR.

2. Pengujian Hidrostatik

  • Pengujian hidrostatik adalah proses yang lebih mendalam dan biasanya dilakukan oleh profesional yang bersertifikat. Pengujian ini perlu Anda lakukan untuk mengukur kekuatan dan integritas struktural tabung APAR. Selain itu, dengan pengujian ini nantinya Anda dapat mengetahui berapa tekanan tabung APAR dan memastikan apakah tekanan tersebut sudah sesuai standar atau belum.
  • Selama pengujian ini, tabung diisi dengan air atau cairan lain dan tekanan pada level yang lebih tinggi dari tekanan kerja normal. Hal itu, untuk memeriksa apakah ada kebocoran, deformasi, atau kerusakan pada tabung.
  • Pengujian hidrostatik ini biasanya harus Anda lakukan dalam kurun waktu setiap beberapa tahun. Misalnya, setiap 5 atau 10 tahun, tergantung pada peraturan dan rekomendasi produsen.

Ada tawaran menarik nih buat Anda yang punya tabung APAR minimal 50, yaitu layanan pengecekan APAR gratis oleh tim teknisi ahli Patigeni selama 5 tahun. Jangan lewatkankesempatannya! Dapatkan layanan inspeksi APAR gratis untuk 50 tabung alat pemadam api ringan Anda sekarang!

Itulah penjelasan lengkap tentang berapa tekanan tabung APAR yang sesuai standar serta tindakan apa saja yang perlu Anda lakukan ketika terjadi penurunan tekanan. Perlu Anda garis bawahi uji tekanan APAR ini sangat penting untuk memastikan bahwa APAR akan berfungsi dengan baik saat Anda butuhkan. Ingin lakukan uji tekanan APAR? Hubungi kami dengan klik disini!

Leave A Comment