Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api

No Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
BLOG KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api harus anda pahami untuk keefektifan pemadaman

 

Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api

Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api perlu untuk diketahui karena Bahaya kebakaran tak hanya mengancam keselamatan hidup namun juga mengancam kerugian dalam bentuk finansial akibat gedung atau properti yang rusak terjilat api kebakaran. Setiap gedung hingga kendaraan besar biasanya menyiapkan alat pemadam api yang dapat dipakai sewaktu-waktu sebagai sarana memadamkan api pemicu kebakaran yang dinilai aman untuk ditangani sendiri karena tidak terlalu besar dan berbahaya.

Musibah kebakaran sebenarnya disebabkan oleh banyak hal yang biasanya merupakan kecelakaan akibat kurang berhati-hati. Api kebakaran bisa timbul akibat kayu, kertas, hingga cairan-cairan yang sangat mudah memicu api. Berdasarkan hal tersebut, maka seiring dengan perkembangan zaman, alat pemadam api dirancang dengan tipe bermacam-macam yang disesuaikan dengan klasifikasi atau jenis api kebakaran yang akan dipadamkan demi mendapatkan jumlah keberhasilan pemadaman yang maksimal. Terkadang, suatu negara dengan negara lainnya memiliki klasifikasi kebakaran dan tipe alat pemadam api yang berbeda-beda seperti yang terjadi pada negara Inggris dan negara-negara yang tergabung di dalam benua Eropa yang memiliki klasifikasi api kebakaran yang berbeda dari negara Amerika Serikat dan wilayah benua Australia.

Oleh karena itu, setiap alat pemadam api selalu memiliki label yang dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi jenis api dan tipe alat yang sesuai untuk digunakan. Label tersebut sering pula disajikan dalam simbol berupa pictogram, warna, huruf, angka, hingga simbol kombinasi dari huruf dan angka. Maka, agar upaya pemadaman api dapat berjalan maksimal, biasakan untuk membaca dan memahami label yang ada pada alat pemadam api yang akan dipakai dengan hati-hati terlebih dahulu.

Klasifikasi Kebakaran

Pada umumnya, kelas atau klasifikasi api kebakaran dibagi menjadi enam kelas. Kelas yang pertama diberi label Kelas A yang khusus untuk api kebakaran akibat bahan-bahan yang sangat mudah terbakar seperti plastik, kayu, kardus, serta kertas. Sedangkan kelas kedua atau Kelas B merupakan kelas kebakaran yang melibatkan bahan cair atau liquid mudah terbakar yang sangat baik dalam memicu api. Bahan-bahan liquid yang termasuk di dalamnya adalah sejenis bahan bakar seperti bensin sampai minyak tanah.

Sementara Kelas C yang menjadi klasifikasi ketiga api kebakaran meliputi kebakaran akibat Flamable Gas atau gas yang peka terhadap api sehingga mudah untuk menyebabkan kebakaran. Gas yang termasuk ke dalam tipe ini adalah gas metana, hingga gas propana dan gas butana. Sementara untuk api kebakaran yang disebabkan oleh Flamable Metal atau logam yang mudah untuk terbakar seperti natrium dan kalium, serta sejenis titanium hingga magnesium digolongkan ke dalam klasifikasi api kebakaran kelas keempat atau Kelas D.

Kelas kelima berbeda dari empat kelas sebelumnya. Kelas ini biasa dilabeli dengan huruf F. Khusus kelas kebakaran kelima ini meliputi kebakaran yang biasa terjadi di ruang memasak atau ruang dapur karena dipicu oleh lemak serta minyak goreng. Namun, pada wilayah lain seperti pada negara-negara di Eropa, kebakaran di ruangan dapur biasanya diklasifikasikan ke dalam kelas keenam dengan label huruf K, sedangkan kelas kelima dilabeli dengan Kelas E yang meliputi kebakaran akibat terdapat kesalahan jaringan atau kesalahan pada alat-alat elektronik yang berhubungan dengan listrik.

Memahami Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api

Selain klasifikasi berdasarkan bahan pemicu api, tipe alat pemadam kebakaran bisa pula dilihat dari ukuran serta klasifikasi api yang mampu dipadamkan. Biasanya tipe alat pemadam api dalam kasus ini dilabeli dengan sepasang simbol, yaitu berupa satu angka dan satu huruf. Angka di sini berarti dengan ukuran api yang masih bisa dipadamkan oleh tipe alat pemadam tersebut. Semakin besar ukuran angka yang tertera di dalam label, maka kemampuan memadamkan pada alat akan berbanding lurus, sehingga dapat memadamkan api yang lebih besar dibanding dengan alat yang memiliki angka label lebih kecil. Sedangkan huruf yang ada di dalam label mengartikan klasifikasi api yang dapat dipadamkan. Huruf tersebut sesuai dengan huruf kelas api kebakaran yang dibagi berdasarkan bahan pemicu.

Namun, terdapat pula alat pemadam api yang mampu memadamkan kebakaran untuk dua jenis kelas api dan dua jenis ukuran api sekaligus. Alat pemadam api tipe tersebut pada umunya memuat dua pasang huruf serta angka, misalnya suatu label menunjukkan kode berupa 21A/113B. Tipe alat pemadam ini biasa disebut dengan alat pemadam api Multi Purpose.

Pengklasifikasian alat pemadam api yang terakhir didapat berdasarkan jenis dan warna hingga pictogram yang berupa simbol yang bergambarkan bahan terkait yang sesuai dengan kemampuan alat. Selain itu, tipe alat pemadam api kebakaran juga bisa diklasifikasikan berdasarkan jenis isi atau debit yang ada di dalam alat. Berdasarkan jenis isi, alat pemadam api dibedakan menjadi enam tipe.

Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api apa yang cocok untuk kelas kebakaran di tempat anda?

Tipe pertama adalah yang paling dasar karena alat tersebut berisi air biasa. Alat pemadam api yang berisi air biasa disebut dengan Water Fire Extinguisher yang dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran dnegan klasifikasi api kelas A. Water Fire Extinguisher ini biasanya memiliki body tabung dengan warna merah solid.

Alat pemadam api jenis Dry Powder merupakan klasifikasi yang kedua. Tabung alat dengan tipe ini diisi dengan bubuk kering yang berperan sangat baik dalam memadamkan api dengan kelas A, kelas B, ataupun kelas C. Bila terjadi kebakaran akibat kesalahan yang berkaitan dengan listrik, alat pemadam api jenis Dry Powder ini juga dapat digunakan. Tubuh tabung bertipe Dry Powder pada umumnya diberi warna merah dengan dilengkapi panel biru yang terletak di atas kolom instruksi pemakaian.

Foam Fire Extinguisher menjadi tipe ketiga berdasarkan isi tabung alat pemadam api. Tipe ini berisikan busa khusus pemadam api yang dapat digunakan untuk memadamkan api dari api yang tergolong kelas kebakaran A dan B. Tabung alat diberi warna merah dengan dilengkapi panel di atas kolom petunjuk pemakaian yang berwarna krem.

Tipe keempat adalah alat pemadam api Carbondioxide yang berisi gas CO2 atau karbon dioksida yang dapat memadamkan api yang dipicu oleh alat-alat elektrik atau yang berkaitan dengan daya listrik, serta dapat pula digunakan untuk kebakaran dengan Kelas B. Ciri khas dari bentuk alat pemadam api tipe keempat ini adalah nozzle yang berada di sisi samping memiliki bentuk yang yang mirip dengan tanduk. Pada alat yang didesain lebih besar, ciri khas tanduk terlihat pada selangnya. Tipe berisi karbondioksida ini diberi warna merah yang terang pada badan tabung serta dilengkapi dengan panel berwarna hitam yang berada sama seperti alat pemadam api tipe lain, yaitu di atas kolom petunjuk cara pemakaian.

Tipe selanjutnya adalah Metal Fire Extinguisher yang dirancang khusus hanya untuk kebakaran berkelas D. Alat pemadam api dengan tipe ini diberi warna merah yang memiliki panel berwarna biru di atas kolom petunjuk cara pengoperasian.

Tipe yang terakhir atau yang keenam disebut dengan alat pemadam api Wet Chemical yang dirancang sebagai spesialis kebakaran kelas F atau kebakaran pada ruang dapur akibat lemak atau minyak goreng. Alat pemadam api tipe ini mengandung semacam larutan bahan kimia cair atau basah yang berkemampuan baik untuk menghentikan reaksi lemak atau minyak goreng terhadap api. Tubuh tabung dengan tipe Wet Chemical ini diberi warna yang sama seperti alat pemadam api lainnya, yaitu warna merah, hanya saja panel yang berada tepat di atas kolom petunjuk pengoperasian diberi warna kuning. dari penjelasan Klasifikasi Kebakaran dan Tipe Alat Pemadam Api diatas. kami berharap anda dapat memahami fungsi-fungsi alat pemadam api sesuai dengan kebutuhan sebagai upaya pemadaman saat terjadi kebakaran dengan lebih efektif.

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry : 0888 256 0888 (call/wa) | wahyu@patigeni.com

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

No Comments

Leave a Comment

More from our blog

See all posts

Jasa instalasi fire suppression system Jakarta

Jasa instalasi fire suppression system Jakarta Fire suppression system merupakan rangkaian proteksi…
Baca Selengkapnya

Perbedaan utama dari jenis-jenis Fire Sprinkler

Perbedaan utama dari jenis-jenis Fire Sprinkler Saat ini tersedia banyak sekali jenis…
Baca Selengkapnya

Bagaimana Cara Kerja Kitchen Suppression Systems?

Menurut data dari NFPA, 57% kebakaran restoran yang terjadi di US penyebab…
Baca Selengkapnya