Cara Kerja Detektor Asap Ionisasi (Ionization Smoke Detector)

Cara Kerja Detektor Asap Ionisasi

Detektor asap merupakan salah satu perangkat yang digunakan sebagai proteksi kebakaran aktif pada sebuah bangunan. Detektor asap sering kita jumpai di gedung perkantoran, pabrik, sekolah, dan bangunan lainnya. Namun, apakah kita sudah mengenal betul bagaimana cara kerja dari detektor asap? Oleh karena itu, mari kita simak artikel di bawah berikut.

Sebelum mengenal lebih detail tentang cara kerja dari ionization smoke detector, mari kita ketahui jenis-jenis detektor asap. Detektor asap yang sering kita jumpai memiliki dua tipe yaitu, ionization smoke detector dan photoelectric smoke detector. Kedua jenis detektor asap tersebut masing-masing memiliki sensor pendeteksi asap dan penanda (dapat berupa lampu/suara). Yang akan kita bahas kali ini yaitu Ionization Smoke Detektor. Ionization smoke detector adalah pendeteksi asap yang menangkap reaksi ionisasi yang terjadi di sekitar detektor. Dalam ionization smoke detector terdapat ruang ionisasi yang nantinya akan bereaksi terhadap ion yang terbentuk dari radiasi. Ruang ionisasi terdiri dari dua buah plat yang teraliri arus listrik dan sumber radioaktif.

Tahapan proses pendeteksian asap oleh ionization smoke detector yaitu diawali dengan masuknya asap ke dalam ruang ionisasi pada detektor. Dalam ruang ionisasi, terdapat kondisi yang stabil antara dua buah pelat positif dan negatif yang saling berhubungan satu sama lain. Ruang ionisasi dapat bereaksi terhadap tekanan udara, temperatur, serta usia material yang terdapat di dalamnya. Kemudian, asap yang ditangkap oleh detektor menetralkan ion pada ruang ionisasi. Reaksi tersebut ditangkap oleh dua buah pelat yang beraliran listrik negatif dan positif, dan memicu detektor untuk mengirimkan sinyal ke alarm. Jadi, inti dari cara kerja ionization smoke detector adalah detektor menangkap asap yang menghambat sistem elektrik dalam detektor.

Cara Kerja Detektor Asap Ionisasi

Walaupun terdapat sumber radioaktif, ionization smoke detector tidak membahayakan manusia. Hal ini dikarenakan radiasi yang timbul sangat kecil. Radiasi tersebut hanya berbahaya jika dihirup langsung karena kandungan americium (elemen kimia sintetik) di dalamnya sangat sedikit (1/5000 gram). Walaupun tergolong perangkat yang aman, perawatan dari ionization smoke detector juga perlu kita perhatikan mengingat material yang digunakan adalah elemen kimia siintetik dengan zat radioaktif.

Pendeteksi asap jenis ionization smoke detector merupakan perangkat proteksi kebakaran yang sering kita jumpai karena dapat mendeteksi asap dengan cepat walaupun jumlah asap terhitung sedikit. Selain itu, harga yang relatif lebih murah juga menjadi faktor tingginya peminat ionization smoke detector.