Fire Safety untuk Bangunan Resiko Tinggi (High Risk Building) merupakan hal yang wajib ada, simak ulasan pada artikel dibawah ini.

Fire Safety untuk Bangunan Resiko Tinggi

Pasar konstruksi di Indonesia sedang bertumbuh pesat terbukti dengan meningkatnya pembangunan konstruksi sebesar 14.26 % di tahun 2016. hal ini dipicu oleh meningkatnya rencana pembangunan infrastruktur pemerintah, gedung-gedung perkantoran, mall, hotel, dan konstruksi bangunan lainnya yang tergolong high risk building. salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dari high risk building ialah tingkat keamanannya, salah satunya keamanan dari kebakaran.

Risiko kebakaran merupakan risiko terbesar pada high risk building karena dapat membahayakan penghuni gedung maupun menimbulkan kerugian yang sangat besar jika aset-aset berharga pada suatu bangunan terkena dampak kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya fire safety system pada gedung. Sistem tersebut meliputi Fire Alarm System dan Fire Hydrant System yang komplit dan sesuai standar yang berlaku. Dalam dunia konstruksi, dua lembaga yang mengatur standar konstruksi bangunan dengan risiko tinggi yaitu The International Code Council (ICC) dan National Fire Protection Association (NFPA). untuk acuan lokal, dokumen SNI masih menjadi Rujukan utama.

Fire Safety untuk Bangunan Resiko Tinggi melindungi Aset

Pada standarisasi sebuah bangunan, sistem proteksi kebakaran terbaik pada high risk building adalah yang mengacu pada standar NFPA. Mengingat tingkat bahaya kebakaran yang cukup tinggi dan besarnya aset-aset yang perlu dilindungi. Di Indonesia, sangat banyak ragam merk sistem proteksi kebakaran dengan standar yang berbeda-beda juga.

Dalam sistem proteksi kebakaran pada high risk building, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sistem yang terinstal dapat berjalan optimal. Bagi teknisi maupun konsultan harus paham, terlatih, dan berpengalaman dengan baik mengenai poin-poin berikut:

Fire Safety untuk Bangunan Resiko Tinggi, Apa saja poinnya?

  1. Kondisi alam, karakteristik dan mekanisme bagaimana kebakaran bisa terjadi, yang kemudian menyebar, serta cara mengontrol kebakaran tersebut.
  2. Bagaimana api dapat dideteksi, diatur, dan dipadamkan.
  3. Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada struktur, material, mesin, dan perlengkapan lainnya. Di samping itu, juga harus memperhatikan proses selama sistem proteksi kebakaran pada penghuni gedung, aset-aset, dan lingkungan.
  4. Interaksi dan pengintegrasian sistem proteksi kebakaran dengan sistem-sistem lain yang terinstal pada bangunan (ex. Public Address, sistem lift, listrik, sound, maupun fasilitas lainnya).

Jika Anda ingin memproteksi bangunan dengan tipe high risk building, tetapi masih bingung bagaimana mendapatkan dan ingin tahu lebih detail mengenai sistem proteksi kebakaran dengan standar NFPA, PT Patigeni Mitra Sejati siap membantu Anda dalam memproteksi bangunan Anda sesuai dengan standar NFPA. Jadi, jangan ragu menghubungi kontak kami untuk mendapatkan penawaran terbaik.