Flame Detektor Bekerja Mendeteksi Infra-red pada area yang diproteksi

Flame Detektor Bekerja Mendeteksi Infra-redFlame detector merupakan alat optik yang digunakan untuk mendeteksi nyala api. Prinsip kerja dari alat ini adalah mendeteksi radiasi infra-red atau ultraviolet dari api yang menyala. Flame Detektor umumnya akan merespon jauh lebih cepat misalnya terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh  gas dan cairan yang mudah dibakar. Namun, flame detector tidak efektif digunakan jika kebakaran yang terjadi lambat. Flame detector memiliki banyak ukuran dan variasi namun secara umum yang perlu diketahui hanya terbagi menjadi tiga kelompok antara lain infra red flame detector dan ultraviolet flame detector serta gabungan antara keduanya.

Flame Detektor Bekerja Mendeteksi Infra-red dan ultra violet

Infra-Red (IR) flame detector akan menanggapi pancaran cahaya dari nyala api di daerah inframerah dari spektrum (modulasi pada 5 sampai 30 siklus per detik). I.R. flame detector dapat menanggapi kondisi kebakaran umumnya kurang dari 50 milidetik dan dirancang untuk mendeteksi kebakaran hidrokarbon. Sensor biasanya menggabungkan respon yang tertunda, dipilih dalam kisaran waktu 3-30 detik, untuk meminimalkan tanggapan terhadap sumber-sumber api non-radiasi. Dengan cara ini alarm hanya dihasilkan oleh sistem yang berkelanjutan dengan tanda lampu dari IR berkedip-kedip karena adanya radiasi seperti nyala api. Sensitivitas Infrared flame detector dipengaruhi oleh jarak perangkat dari sumber api, jika jarak dua kali lipat dari kebakaran maka deteksi terhadap api dapat dilakukan empat kali.

Flame Detektor Bekerja Mendeteksi Infra-red untuk Area Beresiko Tinggi

Untuk daerah-daerah berisiko tinggi, Beberapa detektor dirancang untuk respon sangat cepat tidak memiliki fitur diskriminasi ‘berkedip’ tetapi memiliki dua sensor dengan respon spektral yang berbeda untuk membedakan api yang sebenarnya dari sumber lain radiasi IR.

Flame Detektor Bekerja Mendeteksi Infra-red, jenis UV

U.V. Flame Detectors merupakan detektor yang paling cepat dan mampu mendeteksinyala api untuk  memancarkan cahayadi daerahultra violetdarispektrum. Biasanya, U.V. Flame Detectors  dapatmenanggapiapidalam waktu kurang dari10milidetikdan dapat diaplikasikan pada industri yang memiliki potensibahayatinggi sepertipabrik petrokimia, pabrikamunisidantempat cairan atau padatan yang mudah terbakardan  meledak.

UV, Flame Detectors Api dapat mengalami ledakan pada kondisi atmosferik dan beberapa mampu dijelaskan bahaya-bahay secara spesifik. Kondisi atmosferik merupakan kondisi standar, temperatur sekitar 25 C dan tekanan 1 atm. Model dapat memiliki bidang sudut pandang berkisar dari 90 hingga 180 derajat. Sensitivitas pabrik biasanya telah dientukan oleh vendor detector itu sendiri. UV Api Detektor tidak boleh digunakan di sekitar area welding, karena infrared dan UV akan merespon sinar UV yang dilepaskan oleh proses pengelasan. Hal ini dapat dijadikan tes alat sebelum alat ini digunakan pada kasus kebakaran yang sebenarnya

Ultra Violet – Infra-red Flame Detectors

UV-IR Flame Detectors menanggapi pancara cahaya dari nyala api di kedua ultra violet dan daerah inframerah dari spektrum.UV-IR Flame Detectors membutuhkan sensor baik UV mapun sensor IR untuk alarm secara bersamaan sehingga dapat membuat kedua detector  tahan terhadap sumber umum alarm palsu seperti pengelasan, x-ray, petir, pencahayaan buatan dan terganggu radiasi panas tubuh.