Fungsi Hydrant PillarHydrant pillar adalah bagian dari rangkaian sistem hydrant yang berfungsi untuk menyuplai air bertekanan dari sumber air. Umumnya hydrant pillar berada di luar ruangan dan diatur pada jarak tertentu. Lokasi peletakkan hydrant pillar pun harus diperhatikan, pilihlah lokasi yang strategis misalnya di tengah kota terlebih yang terdekat dengan sumber air. Berdasarkan SNI (standar Nasional Indonesia) dan NFPA (National Fire Protection Association), peletakkan hydrant pillar ditentukan berdasarkan lokasi dan jumlah keluaran hydrant, jarak penempatan hydrant  umumnya sekitar 35-38 meter antara hydrant pillar satu dengan yang lainnya, strategis artinya mudah ditemukan dalam keadaan darurat.

Fungsi Hydrant Pillar untuk regu damkar

Alat ini bertujuan untuk menyuplai air dari sumber yang dapat berasal dari PAM dan GWR yang selanjutnya akan disalurkan ke mobil pemadam kebakaran sehingga pemadam kebakaran dapat memadamkan bangunan yang terbakar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perhitungan khsusus guna memperkirakan debit air yang dibutuhkan saat memadamkan api. Hydrant pillar dapat diletakkan di permukaan tanah dan di bawah  permukaan tanah. Apabila diatas permukaan tanah, hydrant pillar dapat langsung dihubungkan dengan selang pemadam kebakaran ketika dibutuhkan. alat pemadam kebakaran bawah tanah lebih khusus dan sangat kompleks karena memiliki sistem instalasi yang telah terintegrasi dan tersambung pada komponen-komponen pendukung  seperti  seperti pipa utama pengalir air, pipa bertekanan serta support block untuk alas dan penyangga.

Fungsi Hydrant Pillar dalam jaringan Hydrant

Untuk itu, pondasi sebagai penopang hydrant pillar harus kuat karena saat terjadi kebakaran aliran air yang ada di dalam jaringan sangat kuat. Bahan konstruksi dari hydrant pillar adalah stainless steel. Material ini merupakan material yang paling baik menahan terbentuknya korosi. Korosi dapat terjadi jika adanya larutan yang bersifat elektrolit dan oksigen. Karena hydrant pillar diletakkan di luar ruangan maka potensi untuk terjadinya korosi tinggi. Namun, tak sedikit hydrant pillar yang terbuat dari besi, fungsinya tetap sama namun penggunaan besi sebagai bahan material lebih murah dibandingkan dengan stainless steel. Di Indonesia sendiri hydrant pillar dapat dibagi menjadi dua jenisyaitu hydrant pillar one way dan hydrant pillar two way, atau biasa disebut dengan cabang satu dan cabang dua. Perbedaannya pada system hydrant terletak pada jumlah sumber yang dapat dialirkan saat digunakan. harga hydrant pillar two way biasanya lebih mahal karena menggunakan 2 sambungan untuk pengeluaran air. Sementara one way menggunakan hanya satu output pengeluaran air sehingga harga hydrant pillar ini jauh lebih murah.