Jenis Detektor dalam Fire Alarm kenali cara kerjanya disini

 

jenis detektor dalam fire alarmApakah yang anda bayangkan ketika mendengar kata kebakaran ? rumah-rumah hangus ? harta habis? Kepulan asap hitam ? ya tentunya tidak ada satupun orang mau mendapat musibah seperti ini. Berbagai hal dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran, seperti selalu berhati-hati ketika bekerja dengan api, menjauhkan barang-barang yang mudah teroksidasi dengan api, dan lain sebagainya. Namun terkadang, tetap saja ada kondisi tertentu dimana kita tak dapat mengelak dari musibah ini.

Sebelum kebakaran benar-benar terjadi, sebaiknya anda mempersiapkan diri untuk mencegah membesarnya api di tempat anda. Salah satunya menggunakan detektor kebakaran. berbagai macam Jenis Detektor dalam Fire Alarm berfungsi untuk mendeteksi titik api ataupun hal yang berkaitan yang dapat berpotensi menjadi kebakaran. Ada empat jenis utama detektor, yaitu:

Jenis Detektor dalam Fire Alarm Bangunan

1. Detektor Panas

Detektor panas terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu pertama, detektor yang suhu tetapnya akan beroperasi jika mencapai suhu yang telah ditentukan. Normalnya, detektor dengan suhu tetap terbuat dari elemen paduan yang harus diganti setelah detektor beroperasi. Kedua, detektor yang beroperasi ketika laju suhu meningkat. Kedua jenis ini cocok untuk digunakan di tempat terbuka ataupun tertutup, serta jalur yang dipantau sistem. Untuk detektor linier,

2. Detektor Asap

Berdasarkan cara beroperasi, detektor asap terbagi menjadi tiga, yaitu dengan ionisasi, pengaburan cahaya, dan penghamburan cahaya.

a) Ionisasi

Umumnya, Jenis Detektor dalam Fire Alarm ini terdiri dari dua ruang, satu sebagai penunjuk untuk mengimbangi perubahan suhu, kelembaban, atau tekanan di lingkungan, dan lainnya mengandung sumber radioaktif, biasanya partikel alfa yang mengionisasi udara yang melewati ruang dimana terjadi aliran arus di dua elektroda. Ketika ada produk pembakaran yang masuk ke dalam ruang, maka akan terjadi penurunan aliran arus yang akan membunyikan alarm.

b) Pengaburan cahaya

Asap akan mengganggu sorot sinar antara sumber cahaya dengan sel foto. Hasil dari variasi sel foto ini akan membunyikan alarm. Jenis ini dapat digunakan untuk melindungi area yang luas dengan posisi sumber dengan sel foto sedikit berjauhan.

c) Penghamburan Cahaya

Jenis detektor ini bekerja dengan prinsip efek tyndall, sel foto dan sumber cahaya dipisahkan satu sama lain dengan ruang gelap yang membuat sumber cahaya tidak jatuh di sel foto. Bagian asap yang masuk dalam ruang menyebabkan cahaya dari sumber dihamburkan dan jatuh di sel foto dan menyebabkan alarm berbunyi.

3. Detektor Karbon Monoksida

Detektor api karbon monoksida digunakan untuk mengindikasikan kebakaran dengan mendeteksi tingkat karbon monoksida dalam udara. Karbon monoksida merupakan senyawa kimia beracun yang merupakan hasil dari pembakaran. Jenis Detektor dalam Fire Alarm ini tidak sama dengan detektor CO yang digunakan di rumah yang melindungai dari produksi karbon monoksida akibat pembakaran tak sempurna dari kebakaran gas atau boiler. Detektor api CO menggunakan tipe sensor yang sama, namun lebih sensitif dengan respon yang lebih cepat. Detektor CO memiliki sel elektrokimia yang peka dengan karbon monoksida, dan tidak dengan produk pembakaran lainnya. Sel ini tidak membutuhkan banyak power sehingga dapat sesuai dengan detektor panas dan asap biasa.

4. Detektor Multi Sensor

Jenis Detektor dalam Fire Alarm jenis ini merupakan kombinasi dari sensor optis dan panas yang diproses menggunakan algoritma canggih. Ketika dipilih oleh panel kontrol, hal ini akan mengembalikannya ke hitungan analog yang ditentikan oleh kombinasi respon panas dan optis. Jenis ini dirancang untuk peka terhadap kebakaran dengan range yang luas dan dapay digunakan di tempat dengan banyak detektor ionisasi.