sistem fire hydrantSistem fire hydrant adalah salah satu sistem proteksi bencana kebakaran yang hampir selalu diaplikasikan pada gedung-gedung bertingkat. Hal ini membuktikan bahwa sistem fire hydrant cukup efektif dalam memadamkan kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan adanya sistem fire hydrant, maka apabila risiko bencana kebakaran benar-benar terjadi, maka upaya pemadaman lebih mudah dilakukan. Karena, apabila alat pemadam api portable baik jenis ringan maupun jenis berat telah habis, maka media air pemadam yang disalurkan sistem fire hydrant dapat diatasi. Sistem fire hydrant mengambil pasokan air dari ground tank atau tandon air yang disediakan sebagai penampungan persediaan air.

Design Sistem Fire Hydrant

Sistem Fire hydrant memiliki banyak design yang ditawarkan berdasarkan dengan tingkat kebutuhan bangunan berdasarkan risiko bencana kebakaran yang dimilikinya. Design ini akan membedakan kekuatan tekanan air yang mampu dihasilkan baik saat dalam keadaan normal maupun dalam keadaan aktif atau working pressure. Fire hydrant system design ini sendiri merupakan hasil dari rancangan yang diciptakan dengan memenuhi persyaratan dari standar The Building Code of Australia, standar AS 2419.1, dan diserasikan pula dengan Persyaratan Performance EP1.3. Berdasarkan standar-standar persyaratan di atas, paling tidak sebuah sistem fire hydrant harus memiliki residual pressure minimal 10 L/detik saat sistem baru mengaktifkan aliran air.

Ketika Anda akan memutuskan pilihan dari fire hydrant system design yang akan diinstal pada bangunan Anda, hendaknya Anda memperhatikan beberapa pertimbangan yang berkaitan dengan kebutuhan sistem perlindungan untuk bangunan Anda akan risiko bencana kebakaran. Pertimbangan yang pertama adalah berapa estimasi kebutuhan tekanan air yang akan diperlukan untuk memadamkan kobaran api yang ada pada bangunan gedung Anda. Pertimbangan ini bisa Anda ukur berdasarkan luas bangunan gedung Anda dan kecepatan pemadaman yang dibutuhkan sebelum kerusakan akibat jilatan api kebakaran semakin parah. Estimasi kebutuhan tekanan air ini dapat diukur dengan satuan GPM atau liter per menit.

Pertimbangan yang selanjutnya adalah berapa banyak dan berapa besar ukuran dari selang dan nozzle yang dibutuhkan di dalam upaya pemadaman apabila terjadi bencana kebakaran pada bangunan Anda. Ukuran dari selang sangat memengaruhi banyaknya jumlah debit air yang dapat tersalurkan keluar. Sedangkan ukuran dari nozzle akan memengaruhi tingkat kejauhan dan kelebaran pancaran air yang mampu dihasilkan. Untuk ukuran selang atau hose reel dan coupling, Anda bisa menyesuaikan dengan standar pada region bangunan Anda.

Pertimbangan-pertimbangan yang lainnya antara lain adalah karakteristik pengoperasian fire hydrant system yang akan Anda tentukan harus sinkron dengan bentuk bangunan Anda, konfigurasi apparatus kebakaran, dan pertimbangan lainnya. Jika Anda mengalami keseulitan dalam menentukan fire hydrant system design yang Anda butuhkan, maka Anda dapat mengkonsultasikan pertimbangan-pertimbangan di atas dengan perusahaan fire safety yang Anda percaya demi mendapatkan perencanaan konstruksi sistem fire hydrant dengan desain yang tepat.