Pembahasan cara kerja heat detector menjadi sangat penting, karena kebakaran menjadi salah satu bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Bahkan, kebakaran sendiri kerap melanda di banyak tempat di Indonesia.
Lho, apa hubungannya dengan heat detector? Ya, karena panas juga dapat dicirikan sebagai salah satu tanda/awal terjadinya kebakaran.
Di mana timbulnya api dapat menyebabkan peningkatan suhu yang signifikan di dalam suatu ruangan. Oleh sebab itu, heat detector diperlukan untuk menanggulangi masalah tersebut dengan mendeteksi awal kebakaran sedini mungkin di suatu tempat/ruangan.
Apa yang Dimaksud dengan Heat Detector?
Heat detector adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi peningkatan suhu yang mencurigakan di suatu tempat atau di dalam sebuah ruangan.
Ketika suhu naik secara signifikan, heat detector akan memberikan sinyal atau peringatan kalau sedang terjadi kebakaran. Sehingga semua penghuni atau pengguna bangunan akan tahu jika area tersebut sedang dalam bahaya.
Dengan seperti itu, mereka bisa segera melakukan evakuasi atau tindakan lain, seperti pemadaman api atau menghubungi tim Pemadam Kebakaran terdekat.
Cara kerja heat detector ini hampir sama dengan jenis detektor lainnya. Hanya saja heat detector bekerja berdasarkan prinsip-prinsip tertentu untuk mengidentifikasi bahaya dengan cepat dan efektif.
Kemudian heat detector juga terhubung dengan fire alarm control panel (fire alarm system). Nah, ketika terjadi kebakaran, heat detector akan memberikan sinyal indikasi bahaya ke control panel.
Baru kemudian dari control panel tersebut akan memberikan sinyal bahaya melalui fire alarm bell, indicating lamp, maupun horn strobe.
Bagaimana Cara Kerja Heat Detector pada Fire Alarm System?
Mitra Patigeni juga harus tahu, kalau jenis heat detector dibedakan menjadi dua jenis, yaitu RoR heat detector dan Fixed heat detector.
Nah, keduanya tentu memiliki cara kerja yang berbeda. Supaya Anda tahu, kita akan bahas secara lengkap tentang cara kerja heat detector di bawah ini. Simak sampai selesai, ya!
Cara Kerja Heat Detector RoR (Rate of Rise)
RoR (Rate of Rise) heat detector adalah jenis heat detector yang mendeteksi peningkatan suhu yang cepat.
Cara kerja heat detector RoR ini relatif sederhana. Di mana perangkat ini telah dilengkapi dengan sensor suhu yang sensitif terhadap perubahan suhu yang cepat.
RoR heat detector memanfaatkan teknologi thermocouple dan thermistor yang responsif dengan panas. Fungsi dari thermistor ini sendiri adalah mendeteksi arus konveksi dan radiasi sedangkan thermocouple lainnya mendeteksi respon dari suhu lingkungan sekitarnya.
Jadi, ketika suhu di sekitar RoR heat detector naik secara signifikan dalam waktu singkat, sensor suhu akan langsung mendeteksi perubahan tersebut.
Perubahan suhu yang cepat ini dapat mengindikasikan adanya potensi bahaya kebakaran atau perubahan suhu yang patut dikhawatirkan. Biasanya, perubahan suhu yang terdeteksi adalah sekitar 6.7°C – 8.3°C per menitnya.
Nah, ketika sensor suhu mendeteksi peningkatan suhu yang mencurigakan, RoR heat detector akan memberikan peringatan atau sinyal. Peringatan ini bisa berupa suara keras ataupun lampu visual seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Biasanya, jenis heat detector ini ditempatkan di area steril, seperti kamar tidur, garasi, loteng, dapur, dll.
Cara Kerja Heat Detector Fixed Temperature
Fixed heat detector adalah pendeteksi panas yang digunakan pada ruangan-ruangan dengan suhu yang relatif tinggi, seperti ruang mesin, basement, dan ruangan lainnya.
Kenapa bisa gitu? Ya, karena jenis heat detector ini telah dilengkapi dengan suatu elemen pemanas atau thermistor yang sensitif terhadap perubahan suhu.
Kemudian untuk cara kerja heat detector ini hampir sama dengan sebelumnya. Jadi, ketika suhu di sekitar detector naik melebihi batas tertentu yang telah ditetapkan (umumnya 58°C), thermistor akan merespons dengan cepat untuk memastikan keadaan.
Nah, respon tersebut kemudian akan diubah menjadi sinyal elektrik. Jika sinyal ini melebihi ambang batas yang sudah ditentukan (alias terjadi kebakaran), maka alarm kebakaran akan aktif untuk menginformasikan kepada penghuni bangunan.
Apakah Cara Kerja Heat Detector Sama dengan Jenis Detektor Lainnya?
Tentu saja tidak! Heat detector berbeda dari jenis detektor lainnya karena mendeteksi perubahan suhu. Sedangkan jenis detektor lain memiliki fungsi dan cara kerja masing-masing, seperti:
- Smoke detector bekerja dengan cara mendeteksi asap,
- Gas detector bekerja dengan cara mendeteksi gas berbahaya, dan
- Beam detector bekerja dengan cara mendeteksi penyebaran/perubahan sinar infrared.
Begitu juga dengan penempatannya. Meskipun heat detector ini bisa ditempatkan dimana saja seperti halnya smoke detector, tapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, ya!
Jangan sampai salah dalam menempatkan heat detector, karena dapat menyebabkan false alarm/alarm palsu!
Misalnya saja, apabila RoR heat detector ditempatkan di ruangan dengan panas yang tinggi (melebihi kemampuan deteksi), seperti ruang mesin, oven, basement, dll, tentu akan berpotensi mengirimkan false alarm.
Maka, pemilihan jenis heat detector yang sesuai dengan cara kerjanya di tempat tersebut adalah fixed heat detector. Di mana jenis tersebut memiliki batasan pendeteksi suhu yang tepat dan bisa disesuaikan dengan area yang diproteksi.
Jangan Lupa! Rawat Heat Detector Supaya Selalu Siap Siaga
Untuk menjaga agar heat detector selalu berfungsi secara optimal, Anda juga harus rajin dalam merawatnya. Perawatan heat detector ini bisa Anda lakukan secara mandiri, kok.
Berikut ini merupakan beberapa upaya yang bisa dilakukan supaya cara kerja heat detector dapat berjalan dengan optimal:
- Melakukan pemeriksaan heat detector dan bersihkan dari debu maupun kotoran lainnya.
- Baterai pada heat detector memiliki masa aktifnya. Jadi, jika baterai heat detector sudah tidak berfungsi, segera ganti dengan yang baru secepat mungkin.
- Lakukan pengujian fungsional sesuai instruksi produsen secara teratur untuk memastikan bahwa detektor dapat memicu alarm ketika terpapar suhu tinggi.
Nah, diatas merupakan beberapa upaya perawatan yang bisa dilakukan secara mandiri guna memaksimalkan cara kerja heat detector.
Namun, jika Anda kurang yakin atau tidak ada yang bisa melakukan hal tersebut, bisa mempercayakannya kepada ahlinya.
Apalagi jika harus mengecek di bagian sistem alarm kebakaran, jangan Anda lakukan sendiri jika belum punya pengetahuan dan keahlian di bidang tersebut.
Karena seperti yang kita tahu, bahwa rangkaian heat detector pada sistem alarm kebakaran ini cukup kompleks. Jadi, libatkanlah pihak profesional dengan keahlian dalam keselamatan kebakaran dan fire alarm system.
Percayakan Kepada Patigeni, Ahlinya Sistem Proteksi Kebakaran di Indonesia
Anda bisa mempercayakan perawatan dan maintenance fire alarm system pada PT Patigeni Mitra Sejati. Jangan khawatir, kami sudah memiliki pengalaman selama belasan tahun dan telah menyelesaikan banyak proyek fire alarm, baik itu instalasi, service, maupun maintenance.
Tidak percaya? Cek portofolio Patigeni!
Bagaimana, apakah Anda sudah membaca portofolio dan yakin dengan kinerja tim Patigeni? Yuk, hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut!
Kami jamin! Dengan tim profesional yang sudah terpercaya, cara kerja heat detector pada sistem alarm Anda akan berjalan dengan baik.































