Bagaimana Cara Kerja Heat Detector Fire Alarm?

Cara Kerja Heat Detector

Kebakaran adalah salah satu bencara yang kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang bencana ini menyebabkan kerungian harta, benda maupun nyawa manusia. Kebakaran terjadi karena adanya kecerobohan manusia. Kebakaran terjadi karena adanya api yang tidak dapat dikendalikan. Panas dapat juga dicirikan sebagai tanda-tanda kebakaran. Timbulnya api dapat menyebabkan peningkatan suhu ruangan. Oleh sebab itu panas adalah salah satu detektor dalam fire detector. Untuk mendeteksi panas pada ruangan dapat digunakan heat detector. Heat detector berfungsi untuk mendeteksi peningkatan suhu ruangan secara drastis pada suatu ruangan. Cara kerja heat detector ini terhubung dengan fire alarm control panel dan pada saat terjadi peningkatan suhu ruangan, alarm bell dan indicator lamp akan menyala seiring dengan suara indikator fire pada panel. Jenis heat detector dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ROR heat detector dan fixed heat detector. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan cara kerja yang berbeda pula.

 Cara Kerja Heat Detector ROR (Rate of Rise) Heat Detector

Cara kerja heat detector pada jenis ROR adalah dengan mendeteksi perubahan suhu ruangan sebesar 12-15 derajat celsius per menitnya. Sistem pada ROR heat detector dapat bekerja dibawah suhu api pada umumnya. ROR heat detector memanfaatkan teknologi thermacouple dan thermistor yang responsif dengan panas. Fungsi dari thermistor ini sendiri adalah medeteksi arus konveksi dan radiasi sedangkan thermocouple lainnya mendeteksi respon dari suhu lingkungan sekitarnya.

Cara Kerja Heat Detector Fixed Heat detector

Fixed heat detector adalah pendeteksi panas yang digunakan pada ruangan-ruangan dengan memiliki suhu relatif tinggi. Cara kerja heat detector pada jenis ini dapat bereaksi terhadap panas yang lebih dari 68 derajat celcius. Heat detector ini sangat cocok digunakan pada ruangan seperti ruang mesin, basement, dan lainnya.

Tidak seperti smoke detector yang tidak dapat digunakan pada ruangan yang menjadi sumber asap, heat detector ini dapat digunakan pada seluruh ruangan tanpa terkecuali. Hanya saja lokasi penempatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya saja, ROR heat detector apabila ditempatkan di ruangan dengan panas yang tinggi tentu akan mengirimkan false alarm. Sama seperti penempatan ROR alarm diatas oven. Karena apabila oven dibuka, secara otomatis ROR heat alarm akan berbunyi. Maka dari itu, meskipun dapat digunakan dimana saja, penempatan heat alarm harus diperhatikan agar tidak mengirimkan alarm palsu.