Kebakaran RS Kariadi Semarang pada Kamis malam, 30 Desember 2021 menjadi sorotan publik. Kebakaran yang terjadi pada Ruang Medik Gedung Kasuari tersebut sempat memicu kepanikan. Namun, karena kesigapan personil RS Kariadi Semarang, semua pasien dan yang ada di dalam gedung tersebut dapat dievakuasi. Sehingga, tidak ada korban jiwa.

Kebakaran RS Kariadi Semarang, Kebakaran RS Kariadi Semarang

Selain itu, dengan bantuan tim Damkar yang responsif kebakaran pun tidak sampai menjalar ke gedung atau bagian lain rumah sakit. Sehingga, proses down time pun cepat dan dari pihak rumah sakit memastikan tidak ada gangguan pelayanan pasien karena kebakaran ini.

Nah, pasti Mitra Pemadam Api penasaran bagaimana kebakaran ini dapat terjadi pada ruangan tersebut. Dan, bagaimana cara untuk mencegah kebakaran di ruangan serupa. Yuk, simak ulasan dari Tim Patigeni di bawah ini!

Fakta Penyebab Kebakaran RS Kariadi Semarang

Dilansir dari berbagai portal berita online, kebakaran di RS Kariadi Semarang disebabkan oleh korsleting pada alat magnetic resonance imaging (MRI) pada Ruang Medik Gedung Kasuari. Dari keterangan Labfor Polda Jateng, saksi mengatakan saat kejadian dimulai sekitar pukul 19.00 WIB terjadi korsleting pada stop kontak mesin MRI. Dari keterangan tersebut, tim Labfor Polda Jateng telah membawa stop kontak tersebut sebagai bukti dan akan dipelajari lebih lanjut.

Kebakaran Ruang Kasuari RS Kariadi

Kebakaran RS Kariadi Semarang, Kebakaran RS Kariadi Semarang

Selain itu, disebutkan juga bahwa lapisan glass wool yang digunakan sebagai peredam suara di ruangan tersebut juga memicu kebakaran semakin besar. Seperti sama-sama kita ketahui bahwa serat glass wool sangat cepat untuk tersulut api dan menimbulkan kebakaran.

Glass Wool Penyebab Kelas Kebakaran A

Nah, dari fakta-fakta di atas mari kita sama-sama analisa klasifikasi kebakaran apa yang terjadi dan bagaimana cara tepat untuk mencegah kebakaran di rumah sakit, cek di bawah ini!

Klasifikasi Kebakaran yang Terjadi di Rumah Sakit

Seperti yang kita ketahui kelas kebakaran ada beberapa jenis yang dapat diklasifikasikan menurut benda atau bahan bakar penyebabnya. Beda kelas kebakaran maka beda penanganannya. Oleh sebab itu, sebelum merekomendasikan atau merancang proteksi kebakaran ada baiknya kita cek dahulu potensi kelas kebakarannya.

Kebakaran RS Kariadi Semarang, Kebakaran RS Kariadi Semarang

Nah, seperti fakta-fakta yang sudah dijabarkan di atas, kebakaran yang terjadi di RS Kariadi Semarang dipicu karena ada korsleting listrik pada alat MRI. Dari sini bisa kita simpulkan kebakaran yang terjaid adalah kelas kebakaran C atau karena masalah elektrikal.

Kebakaran RS Kariadi Semarang Kelas Kebakaran C

Kebakaran kelas C membutuhkan penanganan khusus. Karena ada elemen listrik di dalam kebakaran ini, maka pemadaman tidak dapat menggunakan air konvensioanl. Dan, harus tetap memperhatikan alat elektronik yang terbakar agar tidak mengalamai kerusakan dan korosif.

Selain kelas kebakaran C, seperti fakta di lapangan ada juga glass wool yang terbakar. Karena glass wool merupakan benda padat, maka dapat disimpulkan kelas kebakaran A juga terjadi pada ruangan tersebut.

Kebakaran RS Kariadi Semarang

Nah, sudah sama-sama diketahui bahwa kebakaran kelas C dan A yang terjadi di Ruang Medik Gedung Kasuari. Maka, kini saatnya kita coba cari proteksi kebakaran apa yang bisa digunakan pada ruang dengan potensi kelas kebakaran C dan A.

Rekomendasi Alat Pemadam Kebakaran untuk Ruang Rekam Medis Rumah Sakit

Dengan adanya potensi kelas kebakaran A dan C, maka kami merekomendasikan beberapa media dan alat pemadam api di bawah ini:

  • Fire suppression
    Fire suppression bisa menjadi pilihan tepat untuk memproteksi ruangan rekam medis di rumah sakit. Karena dapat bekerja dengan otomatis jadi tidak perlu pengawasan dan ruangan tersebut tetap terproteksi selama 24/7.
    Di tambah lagi, sistem proteksi kebakaran ini dapat menggunakan media clean agent atau media tanpa residu dan bersifat non-konduktor. Tentunya, media-media tersebut tidak akan memperparah korsleting dan tidak menimbulkan korosif pada alat elektronik. Media yang sering dipakai pada fire suppression adalah HFC, FM200 dan CO2.
    Untuk fire suppression system kami menyarankan menggunakan GuardALL. Fire suppression GuardALL dilengkapi dengan sistem fire alarm, jadi ketika terjadi gejala kebakaran atau api kecil bisa terdeteksi dan memicu sistem fire suppression memadamkan secara otomatis dengan media pemadam clean agent.
  • Thermatic
    Alat pemadam api thermatic memiliki banyak sekali keunggulan. Salah satunya adalah dapat bekerja secara otomatis jika bulb atau bola kaca dekat nozzle-nya pecah (pecah di suhu 68 derajat celcius) karena mendeteksi panas pada ruangan yang terbakar. Ditambah lagi jangkauan pemadaman apinya cukup luas, hingga 3 meter persegi.

Kebakaran RS Kariadi SemarangSelain itu alat pemadam api ini juga terkenal minim perawatan. Alat pemadam api thermatic menggunakan media powder dan HFC. Namun untuk case ini, kami menyarankan Mitra Pemadam Api menggunakan media HFC untuk proteksi ruangan rekam medik.

  • APAR
    Alat pemadam api yang bisa dijadikan pilihan lain adalah APAR. APAR merupakan alat pemadam api portable yang dapat dioperasikan oleh satu orang saja. Dan, biasanya digunakan untuk memadamkan api di menit-menit awal supaya kebakaran tidak membesar dan meluas. Nah, pada ruangan tersebut, disarankan menggunakan APAR dengan media clean agent seperti HFC, selain clean agent media ini juga ramah lingkungan.

APAR CO2

Kebakaran RS Kariadi Semarang

Nah, itulah rekomendasi kami untuk proteksi kebakaran ruang medik di rumah sakit, atau ruangan serupa yang memiliki potensi kelas kebakaran A dan C. Jika Mitra Pemadam Api membutuhkan konsultasi atau sedang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan sistem proteksi kebakaran di tempat Anda, bisa segera hubungi kami dengan klik di sini.