Kegunaan Hydrant PillarDalam memilih jenis alat ataupun perangkat sistem proteksi bencana kebakaran bagi keperluan keamanan bangunan Anda, sangat penting untuk dipertimbangkan mengenai keefektifan produk dan tingkat fungsi yang mampu diberikan terhadap upaya perlawanan risiko bencana kebakaran yang mungkin dapat mengancam bangunan Anda sewaktu-waktu.

Berbicara mengenai keefektifan dan tingkat fungsi yang optimal, di antara berbagai sistem dan perangkat proteksi bencana kebakaran, perangkat fire hydrant system hadir menjadi salah satu yang terbaik dan direkomendasikan. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya masyarakat yang mempercayai perangkat fire hydrant system untuk diaplikasikan sebagai sistem proteksi bencana kebakaran.

Kegunaan Hydrant Pillar untuk Petugas Pemadam

Keunggulan pertama yang dimiliki oleh perangkat fire hydrant system ditunjukkan oleh fungsi proteksi yang dihasilkannya adalah fungsi proteksi yang paling utama yang bersifat antisipatif, yaitu sebagai perangkat sistem pemadam api kebakaran dalam skala besar dan tak terbatas. Apabila api bencana kebakaran tersebut telah meluas dan tak dapat dikendalikan lagi, maka mustahil apabila upaya pemadaman kobaran api tersebut hanya diatasi dengan alat-alat pemadam api kebakaran portable, baik model ringan ataupun berat. Selain itu, waktu yang terbuang saat menunggu kedatangan tim fire fighter atau pemadam kebakaran akan memberikan peluang bagi kobaran api untuk terus meluas lebih jauh lagi sehingga akan sangat mengancam baik dalam segi keselamatan jiwa manusia, maupun dalam hal material atau finansial.

Oleh karena pertimbangan-pertimbangan di atas, maka kegunaan dari perangkat fire hydrant system ini semakin dibutuhkan guna dijadikan sebagai langkah pertama upaya pemadaman yang bersifat darurat sebelum petugas pemadam api tiba di lokasi. Untuk mengoperasikan perangkat fire hydrant system, operator terlatih yang telah dipersiapkan harus mengaktifkan terlebih dahulu komponen perangkat yang berupa fire pumps atau pompa pemadam kebakaran. Pompa pemadam kebakaran pada satu rangkaian perangkat fire hydrant system terdiri atas tiga buah pompa, yaitu dua pompa utama (pompa listrik dan pompa diesel yang dapat dijadikan alternatif apabila daya listrik padam) serta satu buah pompa jockey yang mampu menstabilkan tekanan air yang dihasilkan pompa utama apabila sewaktu-waktu tekanan air tersebut mengalami penurunan secara mendadak.

Supply air yang disedot oleh fire pumps dari dalam tangki penyimpanan persediaan air tersebut kemudian akan mengalir dalam tekanan tinggi melalui instalasi perpipaan air untuk kemudian dihantarkan menuju komponen output dari perangkat fire hydrant system, yaitu komponen fire hydrant pillar. Dari penjelasan tersebut, maka telah jelas bahwa pasokan air tersebut akan berakhir pada komponen output fire hydrant pillar.

Kegunaan Hydrant Pillar mengalirkan air

Dengan demikian, maka kegunaan hydrant pillar ini adalah kegunaan yang paling penting dan fatal karena pada komponen fire hydrant pillar inilah dapat disambungkan fire hose atau selang pemadam kebakaran pada output valve way yang terdapat pada body fire hydrant pillar sehingga pasokan air pun dapat mengalir di dalam fire hose untuk kemudian dibawa menuju ke lokasi kebakaran. Pasokan air tersebut akan dipancarkan dari nozzle yang dipasang pada ujung fire hose, sehingga air pun dapat dengan mudah diarahkan oleh operator menuju ke titik-titik api meskipun dalam jarak yang jauh karena pasokan air yang dihasilkan adalah pasokan air bertekanan tinggi.

Selain itu, komponen fire hdyrant pillar ini juga dapat dimanfaatkan oleh tim fire fighter apabila pasokan air pada mobil pemadam kebakaran telah habis, karena petugas dapat menyambung fire hose-nya ke output valve way pada komponen fire hydrant pillar untuk mendapatkan pasokan air tambahan demi melanjutkan upaya pemadaman api kebakaran hingga benar-benar tuntas.