Mitra Pemadam Api sedang merencanakan instalasi sprinkler gedung bertingkat? Jika iya, jangan melakukan instalasi sebelum baca artikel ini ya! Kali ini, Patigeni akan share beberapa poin penting yang bisa diperhatikan dan diaplikasikan untuk instalasi sprinkler milik Anda.

Standart Peraturan Pemasangan Sprinkler Gedung

Sprinkler pemadam api adalah sistem proteksi kebakaran yang bekerja dengan menyemburkan api secara otomatis di lokasi terjadinya kebakaran. Biasanya sistem sprinkler ini dipasang secara permanen di sebuah gedung atau bangunan luas bertingkat. Nah, untuk memasang sistem pemadam kebakaran ini bisa mengacu ke peraturan di bawah ini:

  • Fire Offices’ Committee (Foreign); Rules for Automatic Sprinkler Installation, 1974.
  • NFPA 13: Installation of Sprinkler Systems, 1994 Edition, National Fire Protection Association.
  • Standard Nasional Indonesia (SNI) 03-3989- 2000 tentang Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatis untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Peraturan Pemasangan Sprinkler Gedung

Secara umum, pemasangan sprinkler gedung harus memperhatikan debit air (liter/menit) yang dipancarkan 4 mata sprinkler yang terpasang pada 4 titik berbentuk persegi, persegi panjang dan jajar genjang. Pemasangan juga disarankan dengan cara selang-seling pada area yang akan diproteksi.

Cara Kerja Sprinkler Pemadam Api

Sebelum memasang fire sprinkler, kami akan memberi sedikit gambaran bagaimana sistem ini bekerja dalam memadamkan api.

Fire sprinkler akan mulai aktif saat glass bulb pada ujung sprinkler mendeteksi ada panas yang mencapai 68°C. Pada suhu tersebut glass bulb akan pecah dan fire sprinkler akan menyemburkan air untuk memadamkan api.

Glass Bulb Sprinkler Gedung

Selanjutnya, clapper pada alarm valve juga akan ikut terbuka dan memicu seat pada komponen alarm check valve terbuka. Kemudian air akan mengalir ke dalam pipa alarm trim dan memicu alarm untuk aktif. Nah, sprinkler gedung ini dapat dikombinasikan dengan fire detector dan fire alarm untuk proteksi menyeluruh dan maksimal.

Nah, setelah membaca gambaran umum cara kerja sprinkler gedung di atas, Anda juga harus memperhatikan klasifikasi hunian sebelum merencanakan dan memasang instalasi sprinkler di tempat Anda. Oleh sebab itu, Anda bisa cek detail klasifikasi hunian di bawah ini!

Cek Klasifikasi Hunian Sebelum Instalasi Sprinkler!

Secara umum, terdapat 3 klasifikasi hunian yang bisa Anda gunakan sebagai acuan dalam memasang sprinkler gedung, yaitu klasifikasi hunian bahaya kebakaran ringan, klasifikasi hunian bahaya kebakaran sedang dan klasifikasi hunian bahaya kebakaran berat, detailnya? Cek di bawah ini!

  • Klasifikasi hunian bahaya kebakaran ringan

  • Klasifikasi hunian bahaya kebakaran sedang
    • Kepadatan pancaran: 5 mm/menit
    • Daerah kerja maksimum yang diperkirakan yaitu 72-360 m2
    • Jenis hunian: industri ringan, seperti pabrik rokok, susu, tekstil, industri pengalengan dan pengolahan logam, bengkel mobil dan bangunan sejenis.
  • Klasifikasi hunian bahaya kebakaran berat
    • Kepadatan pancaran: 7.5-12.5 mm/menit – 7.5-30 mm/menit
    • Daerah kerja maksimum yang diperkirakan yaitu 260-300 m2
    • Jenis hunian: industri berat, seperti kilang minyak, industri kimia, pabrik cat, pengolahan karet dan bangunan sejenis.

Klasifikasi Hunian Sprinkler Gedung

Itulah, klasifikasi hunian yang harus Anda perhatikan sebelum memasang fire sprinkler. Selanjutnya, akan kami jelaskan juga untuk jenis sprinkler sistem di bawah ini.

5 Jenis Sprinkler Sistem

Ada 5 jenis sistem fire sprinkler yang bisa Anda aplikasikan di bangunan milik Anda:

5 Jenis Sprinkler Gedung

  • Wet system
    Ini adalah sistem yang paling familiar. Sistem ini menyambungkan langsung aliran air ke jet sprinkler, sehingga jika panas api mulai terdeteksi, maka air akan langsung memadamkan kebakaran.
  • Dry pipe system
    Sistem ini hampir sama dengan wet system, namun di antara sumber air dan valve sprinkler terdapat nitrogen. Jadi, saat kebakaran terjadi maka nitrogen akan keluar terlebih dahulu sebelum air memadamkan titik api. Biasanya sistem ini ada di negara 4 musim yang mengalami musim dingin/salju.
  • Deluge system
    Sistem ini menggunakan valve untuk mengaktifkannya, jadi kepala sprinkler akan selalu dalam keadaan terbuka. Valve sprinkler akan disambungkan dengan sistem fire detector yang akan mendeteksi munculnya kebakaran. Jadi, saat fire detector mendeteksi kebakaran, maka valve akan terbuka dan semua sprinkler aktif.
  • Pre-action system
    Pada sistem ini air akan tertahan oleh katup khusus yang bernama pre-action valve. Valve tersebut terkoneksi dengan sistem pendeteksi kebakaran. Jadi, air tidak akan masuk ke pipa sebelum pendeteksi kebakara aktif.
  • Combined dry pipe
    Sistem ini merupakan kombinasi dari wet dan dry system. Di mana di semua saluran pipanya memiliki udara bertekanan. Saat pendeteksi kebakaran aktif, maka air dan udara bertekanan akan dikontrol oleh sistem ini yang akan membuat seluruh saluran penuh dengan air. Sistem ini dimaksudkan untuk mem-back up salah satu sistem jika ada kerusakan. Semisal, ada kerusakan pada wet system, maka dry sytem akan mem-back up begitupun sebaliknya.
Kontraktor Fire Sprinkler Indonesia

Nah, jika Anda berencana memasang instalasi sprinkler gedung bisa bekerja sama dengan Patigeni! Patigeni merupakan konsultan dan kontraktor fire sprinkler terpercaya di Indonesia. Kami siap membantu Anda dari perencanaan, pengadaan barang, instalasi hingga pengecekan dan commissioning test.

Teknisi kami berlisensi NFPA juga sangat berpengalaman dengan portfolio baik di dalam negeri dan luar negeri. Pengerjaan instalasi pun cepat dan transparan yang dapat dipantau liwat aplikasi managemen proyek kami secara real time.

Kontraktor Sprinkler Gedung

Sangat lengkap dan terpercaya bukan layanan kami? Sudah banyak klien yang sudah kami bantu memaksimalkan sistem proteksi kebakarannya, sekarang giliran Anda! Segera hubungi kami untuk mendaptkan pelayanan terbaik.