Standar peletakan dan pemasangan APAR sesuai Permenakertrans

Standar peletakan dan pemasangan APAR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 4 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan. 

Selain itu, pemasangan APAR juga diatur dalam standar internasional NFPA 10. Salah satu standar yang dibahas dalam peraturan tersebut adalah suhu dan jarak penempatan APAR. Berapa suhu dan jarak pemasangan APAR sesuai standar? Simak penjelasannya!

Standar Suhu Pada Tempat Dipasangnya Alat Pemadam Api Ringan

standar peletakan dan pemasangan APAR sesuai standar

Peletakan dan pemasangan APAR juga harus dilakukan dengan memperhatikan standar suhu penempatan APAR. Suhu menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan karena bisa mempengaruhi kualitas alat pemadam api. Berapa standar suhu penempatan APAR? 

Permenakertrans No 4 Tahun 1980 menyatakan bahwa suhu pada tempat dipasangnya alat pemadam api ringan tidak boleh melebihi 49 °C atau turun hingga -44 °C. Kecuali untuk APAR yang dibuat khusus untuk digunakan pada lingkungan dengan suhu di luar standar tersebut.

Pastikan penempatan APAR milikmu sesuai dengan standar suhu peletakan dan pemasangan APAR tersebut. Ini sangat berguna untuk memastikan agar APAR tersebut tetap terjaga kualitasnya. Suhu yang ideal juga membantu mencegah kerusakan komponen tabung APAR.

5 Peraturan Peletakan dan Pemasangan APAR yang Wajib Dipatuhi

standar peletakan dan pemasangan APAR yang benar

Pemasangan alat pemadam api tidak boleh sembarangan. Ada standar khusus yang harus ditaati dalam proses peletakan dan pemasangan APAR tersebut. Tujuannya agar keberadaan APAR tersebut lebih mudah dilihat, diakses, diambil, dan digunakan pada kondisi darurat. 

1. Mudah Dilihat dan Diakses

Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dengan jelas. Selain itu, pemasangan APAR juga harus pada area yang mudah dicapai dan diambil. 

2. Harus Diberi Tanda Pemasangan APAR

Standar peletakan dan pemasangan APAR harus dilengkapi dengan tanda pemasangan APAR. Tinggi dari tanda APAR tersebut adalah 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas satu atau kelompok APAR yang bersangkutan.

3. Jarak Ideal 1,2 Meter dari Lantai

Dimanakah sebaiknya APAR diletakkan? Menurut Permenakertrans No 4 tahun 1980, setiap APAR harus dipasang menggantung pada dinding atau ditempatkan di dalam box APAR

Kenapa APAR harus digantung? Alasannya agar tidak tersenggol dan bisa mempermudah pengguna untuk menemukan APAR apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat kebakaran.

Berapa ketinggian maksimal pemasangan APAR sesuai Permenaker No 4 Tahun 1980? Pemasangan APAR dilakukan sedemikian rupa sampai bagian paling atas dari APAR memiliki ketinggian 1,2 meter dari lantai

Namun, standar peletakan dan pemasangan APAR tersebut dikecualikan untuk jenis APAR dry chemical powder dan APAR CO2. Kedua jenis APAR tersebut bisa ditempatkan lebih rendah, dengan syarat jaraknya tidak kurang dari 15 cm.

4. Harus Sesuai dengan Penggolongan Kebakaran

Standar peletakan dan pemasangan APAR harus disesuaikan dengan penggolongan kebakaran pada area yang diproteksi. Hal ini karena setiap ruangan atau area memiliki potensi kebakaran yang berbeda. 

Kebakaran digolongkan menjadi 4 jenis berdasarkan bahan yang terbakar. Klasifikasi kebakaran tersebut adalah kebakaran kelas A, B, C, dan D. Setiap kelas kebakaran dapat diproteksi dengan jenis alat pemadam api yang berbeda.

5. Jarak Penempatan APAR Tidak Lebih dari 15 Meter

Berapa jarak yang tepat untuk penempatan APAR? Jarak penempatan APAR yang satu dengan lainnya tidak boleh lebih dari 15 meter. Namun, standar peletakan dan pemasangan APAR ini bisa dikecualikan dengan saran dari pegawai pengawas atau ahli K3. 

Hal ini karena jarak penempatan APAR harus disesuaikan dengan jenis ruangan, luas area yang diproteksi, serta jenis media APAR yang digunakan. Artinya, jarak peletakan APAR pada satu area dengan jenis area lain mungkin akan berbeda.

Apakah Standar Pemasangan APAR di Ruang Terbuka Harus Menggunakan Box APAR?

Standar peletakan dan pemasangan APAR dengan box APAR

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 4 Tahun 1980 Pasal 10 menyatakan bahwa alat pemadam pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di alam terbuka disarankan untuk dilindungi dengan tutup pengaman.

Standar peletakan dan pemasangan APAR menggunakan tutup pengaman seperti box pemadam api bertujuan untuk melindungi tabung APAR dari cuaca ekstrem. Saat berada di ruang terbuka, APAR berpotensi terkena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan terik matahari.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Permenakertrans menetapkan suhu pada tempat dipasangnya alat pemadam api ringan tidak boleh melebihi 49 °C. Dengan menggunakan box APAR, tabung APAR bisa terlindungi dari suhu tinggi pada siang hari.

Penempatan APAR di outdoor dapat berimbas pada kualitas tabung karena terkena cuaca ekstrim terus menerus. Namun, jika tabung APAR tersebut memiliki kualitas yang baik dan sesuai standar, maka tidak perlu mengkhawatirkan hal ini.

Tabung APAR yang berkualitas akan lebih tahan dari paparan cuaca ekstrem. Kualitas tabung APAR bisa tetap terjaga. Media pemadam api di dalamnya pun akan tetap terlindungi. Jadi, pastikan untuk memilih tabung APAR berkualitas.

Dengan kata lain, standar peletakan dan pemasangan APAR dengan penggunaan box APAR tidak wajib, hanya disarankan saja. Apalagi jika APAR yang kamu gunakan memiliki kualitas yang bagus. Tabung APAR bisa tetap aman meskipun diletakkan di luar ruangan.

Itu dia suhu dan jarak standar peletakan dan pemasangan APAR yang benar. Pastikan APAR-mu dipasang sesuai dengan standar agar fungsinya selalu optimal. Dapatkan APAR berkualitas hanya di Patigeni. Jangan ragu hubungi kontak kami untuk konsultasi.

Leave A Comment