Apa saja Syarat Pasokan Air Fire Hydrant sesuai SNI ?

Syarat Pasokan Air Fire Hydrant sesuai SNI

Fire Hydrant dan Fire Sprinkler adalah sistem proteksi kebakaran berbasis air yang umumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran di sebuah gedung.  persyaratan instalasi yang dilakukan di Indonesia, sebaiknya mengacu pada dokumen SNI 03-1745-2000 tentang  Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. Pada dokumen tersebut telah dibahas secara detil apa saja yang harus dikerjakan dari mulai perencanaan, pemasangan sampai pengetesan. salah satu poin yang dibahas adalah mengenai Pasokan air (reservoir) yang ada pada Bab 9 halaman 30. Pasokan air ini akan menjadi suatu hal yang wajib dikarenakan media utama pemadaman menggunakan air bertekanan yang dialirkan oleh pompa kebakaran.

Syarat Pasokan Air Fire Hydrant sesuai SNI (Minimum)

Sumber pasokan air yang diijinkan seharusnya memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Suatu sistem pengairan umum yang tekanan dan laju alirannya mencukupi, artinya sesuai antara kebutuhan dengan yang diaplikasikan secara benar di lapangan.
  • Pasokan air yang memiliki spesifikasi standar dihubungkan dengan pompa kebakaran yang harus dapat bekerja secara otomatis saat ada aliran yang keluar dari output : hydrant pillar, hydrant valve, atau head sprinkler
  • Pompa pemadam kebakaran juga dapat difungsikan secara manual yang dilengkapi dengan tangki-tangki bertekanan
  • Tangki bertekanan tersebut dipasang sesuai standart yang dipersyaratkan
  • Pasokan air setidaknya bisa mensuplai air sekurang-kurangnya selama 45 menit, sebelum petugas pemadam kota datang untuk melakukan pemadaman / suplai air melalui siamese connection

Syarat Pasokan Air Fire Hydrant sesuai SNI dipatuhi untuk memastikan fungsi fire hydrant yang dipasang dapat bekerja secara optimal. bagaimanapun, investasi untuk melakukan instalasi fire hydrant / fire sprinkler tidak sedikit. untuk itu diperlukan standar-standar yang mengatur instalasi tersebut. bayangkan jika sebuah perusahaan telah membayar harga yang tinggi untuk pemasangan hydrant, namun tidak dapat berfungsi secara maksimal untuk memadamkan api? Perusahaan tentunya akan mengalami kerugian yang lebih besar karena aset bisa terbakar. bahkan nyawa bisa menjadi taruhan. disinilah peran pemilik perusahaan untuk benar-benar sadar akan pentingnya instalasi hydrant standar. bukan hanya sebatas sebagai pelengkap fasilitas, maupun persyaratan untuk mengejar asuransi atau buyer (pembeli).