Tutorial Instalasi Fire AlarmProses instalasi fire alarm tentu harus dilakukan dengan baik dan benar. Tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, bisanya dikerjakan oleh kontraktor fire alarm. Dalam memilih kontraktir fire alarm pun harus dilihat benar, bagaimana track recordnya. Sebaiknya pilihlah yang professional dan terpercaya. Pada artikel ini kita akan membahas tentang tutorial instalasi fire alarm yang benar.

Tahapan Tutorial Instalasi Fire Alarm yang Benar

Saat melakukan proses instalasi, sebaiknya perhatikan tutorial instalasi fire alarm berikut.

  1. Persiapan Perangkat Pendukung Sistem
    Perangakat fire alarm system yang utama diperlukan seperti panel kontrol, detector. Kemudian panel dan detector dihubungkan dengan perangkat lain seperti alarm bell, indicating lamp, dan alat pendukung lainnya yang mendukung deteksi kebakaran. Pada gedung yang besar sebaiknya juga digunakan hydrant box untuk situasi darurat.
  2. Penentuan lokasi panel kontrol 
    Fungsi dari sebuah panel kontrol adalah sebagai penerima sinyal atau tanda bahaya dari detector. Selain menerima sinyal kebakaran dari detektor, panel kontrol terkadang juga menerima sinyal dari push button dan flow switch atau tamper switch dari kontrol modulenya. Peralatan ini sebaiknya diletakkan pada ruangan yang dingin, hal ini bertujuan menjaga ketahanan modul elektronik. Selain itu diperlukan tempat yang rapi sehingga akan memudahkan saat ada perbaikan sistem.
  3. Penentuan lokasi pemasangan detektor dan pembagian zona detektor.
    Penempatan detector sebaiknya disesuaikan dengan keadaan ruangan. Jika ruangan lebih didominasi hawa panas (Contoh: ruang trafo, power room atau ruang genset) sebaiknya menggunakan head detector dan jika lebih didomnasi kepulan asap (Contoh: ruangan no smoking area yang beralas karpet (kecuali kamar hotel), gudang kertas, gudang kapas, gudang ban) sebaiknya gunakan smoke detector. Namun juga memungkinkan terdapat dua detector dalam satu lokasi jika keadaan mendukung.
  4. Penarikan Kabel FRC ( Fire Resistance Cable ) atau kabel khusus untuk instalasi kebakaran.
    Penarikan kabel harus dilakukan secara baik yaitu dengan memberikan code jalur penarikan. Ini bertujuan untuk memudahkan pengecekan dan perbaikan kabel di suatu hari saat kesalahan input detektor ke alamat modul controller. Dalam penarikan kabel data ini dilakukan dengan penarika kabel FRC sesuai dengan jalurnya.
  5. Pengetesan jalur kabel dan alamat program detektor. Pada saat melakukan penarikan kabel FRC, secara bersamaan hendaknnya dilakukan pengetesan sinyal input detektor yang ada pada modul controller. Tujuannya untuk melihat apakah sinyal input yang diberikan detector dapat berfungsi dengan baik. Sehingga saat terjadi kegagalan instalasi dapat segera dibenahi.
  6. Dengan terhubungnya proses instalasi dengan baik, maka beberapa informasi penting saat terjadinya kebakaran akan segera diketahui dengan pasti. Yakni saat zona tertentu terindikasi ada sinyal detector aktif maka system otomatis akan memberitahukan adanya sinyal tersebut dengan informasi berupa perubahan status non-aktif menjadi aktif dengan ditandai oleh bunyi alarm. Maka proses evakuasi kebakaran dapat segera dilakukan.

Pengetahuan tentang tutorial instalasi fire alarm yang benar, tentu sangat kita butuhkan. Meskipun saat proses instalasi bukan kita yang mengerjakan tapi para kontraktor fire alarm, namun dengan memahami prosesnya kita bisa menanyakan atau bahkan mengingatkan jika ada proses yang kurang sesuai.