Bagaimana Cara Kerja Kitchen Suppression Systems

Menurut data dari NFPA, 57% kebakaran restoran yang terjadi di US penyebab mulanya adalah dari peralatan dapur. Alasan lain yang menjadi penyebab kebakaran adalah pemanas ruangan, perangkat elektrikal serta petir, dan terakhir manajemen asap yang kurang bagus. Hal ini menyebabkan kerugian $246 juta dollar pertahun.

Kombinasi dari risiko kebakaran dan human error seperti lupa mematikan kompor, tidak mencabut regulator gas, atau instalasi listrik yang buruk akan memperparah keadaan.

Dari hal tersebut, maka dibutuhkan tindakan preventif baik dari segi pengadaan sistem kebakaran maupun training personel agar lebih memperhatikan keselamatan kerja yang berkaitan dengan kebakaran.

Bagaimanapun juga, investasi ke peralatan pemadam kebakaran otomatis akan lebih ekonomis jika dilihat dari dampak positif yang diberikan. Dibandingkan dengan jika tidak ada sistem kebakaran, tidak hanya bangunan dan aset yang tergadaikan, bahkan nyawa pun bisa ikut melayang.

 

Bagaimana cara kerja Kitchen Suppression Systems? Apa saja yang perlu diketahui?

Api membutuhkan tiga hal untuk berkembang:

  • Oksigen
  • Panas
  • Bahan bakar

Kitchen suppression systems memiliki metode pendeteksian, diantaranya menggunakan kabel (firetrace) atau menggunakan head sprinkler. Dimana jika panas sudah melebihi ambang batas deteksi misalnya 70°C, 93°C, 153°C maka sprinkler akan pecah dan mengirimkan notifikasi ke panel untuk membuka solenoid valve yang berujung pada nozzle.

Setelah sistem mendeteksi api, nozzle di atas tungku akan mengeluarkan bahan kimia basah. Bahan kimia basah ini direkayasa untuk dengan cepat memadamkan api dengan menutupi api dan memutus reaksi kimia dari oksigen.

Segera setelah sistem berjalan, saluran gas ke peralatan masak juga akan segera terputus dan menghilangkan api bahan bakar. Sementara asap yang ditimbulkan akan dikeluarkan melalui sistem tata udara gedung (exhaust).

Dari sisi pengguna/karyawan harus mengetahui dan memahami hal-hal berikut agar memudahkan proses pemadaman dan restorasi jika terjadi kebakaran:

  • Memahami cara penggunaan alat pemadam api ringan
  • Katakan tidak pada “air”. Karena dalam beberapa kasus, kebakaran minyak di dapur akan semakin meluas jika disiram menggunakan air.
  • Staf memahami cara menggunakan, meracik, dan membuang cairan kimia mudah terbakar yang ada di dapur
  • Mematuhi aturan dilarang merokok atau menyalakan api di area larangan
  • Membersihkan area kompor, exhaust, rak, dan peralatan lainnya agar tidak ada minyak sisa pemakaian
  • Tahu cara mematikan aliran listrik dan gas
  • Memahami rute evakuasi

 

Bagaimana cara kerja Kitchen Suppression Systems? Apa media yang digunakan?

Agen kimia basah bekerja dengan metode saponifikasi (penyabunan) yang membentuk “selimut” di atas api agar membuat area kebakaran tertutup untuk mengakses oksigen.

Jenis agen ini tidak beracun, tidak korosif, dan dapat dengan mudah dibersihkan sehingga tidak akan ada kerusakan besar yang pada dapur Anda jika pemadam kebakaran berhenti beroperasi.

Media yang digunakan berupa HFC-227 atau Foam AFFF untuk kebakaran minyak. Keduanya aman untuk lingkungan.