cara kerja fire sprinkler system

Cara Kerja Fire Sprinkler menjadi aspek krusial dalam menjaga keamanan dan mencegah kerugian akibat kebakaran. Apalagi kebakaran kerap menimbulkan kerugian yang sangat besar dan bahkan berpotensi mengancam keselamatan nyawa, aset, dan juga properti.

Nah, fire sprinkler merupakan salah satu sistem proteksi kebakaran yang telah terbukti efektif dalam perlindungan kebakaran. Apakah Mitra Patigeni sudah mengenal tentang salah satu sistem ini? Jika belum, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Mengenal Karakter dan Cara Kerja Fire Sprinkler

cara kerja fire sprinkler system

Mungkin sebagian besar orang beranggapan, bahwa sprinkler system dikendalikan oleh fire alarm system, salah satunya smoke detector. Padahal tidak semua sistem sprinkler mengandalkan fire detector, tapi ada juga jenis sprinkler system yang mengandalkan detektor pada alat yang bernama glass bulb.

Kenapa ada dua cara kerja sistem fire Sprinkler? Hal tersebut dikarenakan tidak semua tempat bisa diberikan fire detector. Jika salah penempatan, berpotensi memberikan peringatan palsu/false alarm yang membuat media rilis melalui sprinkler.

Kemudian pada ruangan tertentu, asap juga tidak selalu berasal dari kecelakaan yang mampu menimbulkan bahaya kebakaran yang mengancam. Asap yang tak mengandung bahaya seperti asap yang timbul akibat aktivitas pemanggangan roti pun bisa mengaktifkan detector yang tentu saja itu akan sangat mengganggu.

Justru, ketika ingin menggunakan detektor akan lebih baik jika memfokuskan pada detektor suhu/heat detectornya. Pada intinya, kedua hal tersebut sama saja, hanya saja dibedakan dari segi detector dan penempatannya.

Bagaimana Cara Kerja Fire Sprinkler dengan Glass Bulb?

glass bulb sprinkler

Bagi yang belum tahu, sistem sprinkler ini bekerja beroperasi secara otomatis. Jadi, saat terjadi kebakaran, detektor pada sistem akan memberikan sinyal peringatan ketika mencapai batas tertentu.

Cara kerja fire sprinkler yang menggunakan gas bulb, sprinkler yang terhubung ke area terkena langsung akan diaktifkan secara individual. Tentu saja sesuai dengan tingkat suhu yang terdeteksi (masing-masing glass bulb memiliki kemampuan deteksi yang berbeda-beda). – Baca tentang “Jenis Glass Bulb Setiap Jenis Fire Sprinkler“.

Kemudian hanya sprinkler yang terletak di dekat sumber panas yang benar-benar aktif, sementara sprinkler lainnya tetap tidak terpengaruh. Ketika sprinkler diaktifkan, katup di dalamnya terbuka, memungkinkan air mengalir melalui pipa menuju area kebakaran.

Air disemprotkan dalam pola yang dirancang untuk mencakup sekitar area yang terpengaruh, menurunkan suhu, dan secara efektif memadamkan api.

Lalu, Bagaimana Cara Kerja Fire Sprinkler dengan Fire Alarm?

cara kerja sprinkler di fire alarm system

Cara kerja fire sprinkler dirancang dengan teliti oleh ahli dengan menyatukan fungsi alarm peringatan dan tindakan pemadam kebakaran secara otomatis yang akan membuat penghuni gedung merasa nyaman. Sistem ini hanya dapat aktif apabila mendeteksi suhu tinggi tertentu melalui smoke/heat detector.

Di samping itu, alarm tanda kebakaran juga akan segera aktif secara otomatis dan sistem memancarkan air pada head sprinklernya. Kemudian air akan mengarah ke titik dan sekitar kebakaran, supaya area dibasahi dengan air dan kebakaran tidak menjalar kemana-mana.

Meskipun cara kerja fire sprinkler dapat mengakibatkan kerusakan akibat pancaran air, risiko tersebut tidak begitu merugikan dibanding risiko akibat terlahap api.

Bahkan, kapasitas air yang dihasilkan oleh sistem sprinkler enam kali lebih kecil dari yang dihasilkan selang departemen pemadam.

Memangnya Fire Sprinkler Ada Berapa Jenis?

Jenis fire sprinkler sesuai jenis gedung terbagi atas dua, yaitu Wet Pipe System (pipa basah) dan jenis Dry Pipe System (pipa kering). Di bawah ini penjelasan lengkap tentang kedua jenis sprinkler dan cara kerjannya:

1. Wet Pipe System

Antara sistem pipa Wet maupun Dry, yang mempunyai sistem kerja lebih cepat adalah sistem Wet Pipe. Hal ini disebabkan instalasi pipa yang terhubung dengan head sprinkler yang berada di balik plafon ataupun dinding selalu penuh terisi oleh air.

Pipa-pipa dalam instalasi sistem ini berbahan baja, sehingga akan aman dari risiko berkarat atau pun keropos. Saat kepala sprinkler telah aktif, air akan menyemprot karena katup yang berfungsi sebagai penghambat akan melepaskan air yang terisi pada pipa.

Seperti Apa Cara Kerja Wet Pipe System?

cara kerja fire sprinkler di gedung

Kemudian, cara kerja fire sprinkler wet ini juga akan mengaktifkan alarm peringatan secara otomatis dan bersamaan dengan pompa yang juga aktif menekan pasokan air dari bak penampung air.

Fire sprinkler jenis Wet Pipe sangat cocok untuk pabrik atau perusahaan dengan bahaya kebakaran yang besar karena mampu menjalarkan api beberapa kali lebih cepat, seperti pabrik atau perusahaan produsen bahan-bahan kimia.

Namun, untuk tempat instalasi yang lebih aman seperti bangunan berupa museum, rumah penduduk, bangunan perpustakaan, dan lain sebagainya, dianjurkan untuk menggunakan fire sprinkler jenis Dry.

2. Dry Pipe System

Pipa-pipa dalam instalasi sistem tidak terisi oleh air melainkan udara yang penuh tekanan, sehingga pipa akan dalam keadaan kering hingga sistem aktif mendeteksi kebakaran. Risiko banjir akibar kebocoran pipa tidak akan merugikan karena pipa tidak terisi air sebelum kepala sprinkler aktif.

Namun, dilihat dari segi cara kerja fire sprinkler ini dan juga cara pemasangan serta biaya perawatan sistem Dry Pipe tergolong lebih sulit.

Selain itu, sistem ini juga lebih rumit dan tentu saja lebih mahal dibanding sistem pipa Wet. Di mana akan timbul biaya ekstra lainnya karena pipa sistem Dry Pipe yang digunakan harus lebih besar guna menahan udara bertekanan yang memompa pasokan air.

Seperti Apa Cara Kerja Fire Sprinkler Sistem Dry Pipe?

instalasi fire sprinkler

Jadi cara kerjanya akan terbagi dalam dua jenis, yaitu sistem pre-action dan Deluge. Perbedaan dari kedua sistem Dry Pipe ini terletak pada jumlah pemicu pengaktif pemompa air. Pada tipe Pre-action, sistem akan bekerja setelah melalui dua kali pemicu.

Pemicu yang pertama yaitu ketika kepala sprinkler mendeteksi panas, lalu pecah. Pada tahap ini, pipa akan melepaskan udara yang memenuhinya. Selanjutnya, alarm peringatan akan otomatis berbunyi namun belum dimulai proses pemompaan air.

Alarm menyala lebih awal guna memberi kesempatan bagi orang terdekat. Mereka bisa memeriksa apakah benar terdapat sumber api atau hanya peringatan yang keliru akibat suhu naik karena aktivitas ruangan.

Apabila sistem tak juga mendapatkan respon, maka sprinkler head secara individual akan memberikan pemicu kedua untuk melepaskan air. Namun proses pemicuan air ini berlangsung hingga lebih dari satu menit.

Sementara pada tipe Deluge, sprinkler sudah akan aktif menyemprotkan air setelah satu kali pemicu. Ketika temperatur tertentu mengaktifkan kepala sprinkler, tekanan udara akan keluar dari pipa.

Kondisi ini juga akan menyebabkan alarm menyala bersamaan dengan pompa air yang aktif. Sama halnya dengan tipe Pre-action, tipe Deluge juga membutuhkan jeda waktu sebelum air mulai terpasok.

Kalau Melihat Cara Kerja Fire Sprinkler Tadi, Mana yang Lebih Unggul?

Dari beberapa jenis sistem Sprinkler yang telah diuraikan, jenis sistem Wet Pipe lebih unggul dalam segi waktu.

Hal ini karena sistem tak perlu menunggu tekanan udara keluar dan pompa aktif. Melainkan langsung melancarkan air bersamaan saat alarm menyala, sehingga sumber api tak akan sempat menyebar terlalu luas.

Apa Benar, Fire Sprinkler System Punya Efektivitas Pemadaman Kebakaran Paling Tinggi?

cara kerja fire sprinkler

Pengaplikasian dan cara kerja fire sprinkler yang telah lebih dari dua ratus tahun, membuat sistem ini diakui tingkat keefektifannya dalam mengatasi keadaan darurat akibat kebakaran.

Bahkan, jika sistem sprinkler dibandingkan dengan sistem-sistem proteksi kebakaran jenis lain, sprinkler dipastikan berada pada tingkat kegagalan yang paling sedikit.

Namun, hal ini juga harus didukung dari proses pemasangan instalasi yang tentunya harus benar dan cermat sesuai dengan petunjuk standar. Dengan begitu, maka kinerja normal pada sistem tidak mengalami gangguan atau hambatan.

Kode standar dan peraturan pun menganjurkan sistem ini untuk dipasang di gedung-gedung atau bangunan umum. Hal tentang ini sudah tertulis di NFPA 13 tentang Standard for the Installation of Sprinkler Systems.

Dengan menggunakan sprinkler, tingkat kerugian kebakaran dapat diminimalisir karena kerugian kehilangan harta benda akan lebih rendah. Keselamatan penghuni pun dapat dievakuasi lebih cepat. Selain itu, pengeluaran untuk premi asuransi pun dapat diminimalisir.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pengujian Sprinkler yang Benar dan Sesuai Standar

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, fire sprinkler system adalah sistem pemadam api yang bekerja otomatis dan efisien. Keuntungan sistem ini melibatkan respons cepat, penyebaran air yang terukur, dan aktivasi independen setiap sprinkler, yang membantu meminimalkan kerusakan dan memberikan perlindungan efektif terhadap kebakaran.

Sistem satu ini juga tidak hanya melindungi properti, tetapi juga meningkatkan keselamatan manusia dengan memberikan solusi pencegahan kebakaran yang handal dan otomatis.

International Code Council, NFPA (National Fire Protection Association), dan USFA (US Fire Administration) mengembangkan set kode generik mengenai dianjurkannya instalasi sistem Fire Sprinkler. Sampai sekarang peraturan dan ketentuan terkait dengan fire sprinkler terus dikembangkan.

Nah, itulah pembahasan tentang cara kerja fire sprinkler system di berbagai jenis. Jika ada yang ingin Anda tanyakan terkait dengan sistem proteksi kebakaran ini, bisa tulis di kolom komentar atau konsultasikan langsung ke tim Patigeni sekarang!

Leave A Comment