mengurangi false alarmMenjamin keselamatan pekerja atau karyawan, pelanggan, hingga keberlangsungan siklus aktivitas dan gedung bangunan beserta properti di dalamnya, maka sangat penting untuk menggunakan berbagai sistem dan peralatan perlindungan bahaya kebakaran. Salah satu sistem perlindungan bahaya kebakaran tersebut adalah Fire Alarm System atau sistem alarm kebakaran. Sistem fire alarm ini memiliki cara kerja dengan membunyikan alarm peringatan kapan pun sistem mendeteksi keberadaan sinyal api, tanda dan gejala ataupun pemicu terjadinya kebakaran. Namun, akibat beberapa sebab dan faktor-faktor tertentu, sering kali sistem fire alarm tersebut tidak bekerja dengan baik dan justru mengirimkan alarm yang palsu atau yang sering dikenal dengan false alarm. False alarm bisa didefinisikan sebagai bentuk alarm yang aktif karena menangkap sinyal selain sinyal api pemicu kebakaran.

Sistem fire alarm yang baru diinstal ataupun yang mendapatkan pemeliharaan yang kurang sesuai dengan standar juga merupakan faktor penyebab timbulnya false alarm. Kehadiran fire alarm palsu tersebut dinilai sangat meresahkan. Selain mengganggu keberlangsungan aktivitas, alarm palsu tersebut juga kerap menimbulkan kerugian finansial karena menghabiskan biaya yang tak kecil.

Efek dari False Alarm

Biaya tersebut bisa timbul akibat beberapa situasi, seperti ganti rugi yang harus diberikan perusahaan terhadap penghuni gedung yang mungkin cidera karena berusaha menyelamatkan diri untuk keluar dari gedung, dapat pula berupa biaya yang dikeluarkan untuk upaya penyelamatan dan pemadaman api yang pada nyatanya bukanlah api kebakaran, dan masih banyak situasi merugikan lainnya.

Pihak departmen pemadam kebakaran juga akan mengalami penurunan motivasi kerja apabila sering mendapatan panggilan akibat alarm palsu. Sistem fire alarm yang dipasang pada kendaraan atau alat transportasi besar seperti kapal pesiar, apabila terjadi alarm kebakaran yang palsu, maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan akibat panik.

Dalam mencegah terjadinya alarm kebakaran palsu, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan. Upaya pencegahan dapat dimulai dengan memasang instalasi sistem dan melakukan perawatan atau pemeliharaan sistem dengan baik dan dengan mempekerjakan teknisi yang benar-benar kompeten pada bidang tersebut. Selanjutnya, apabila alarm palsu berbunyi, maka harus cepat dilakukan penyelidikan kesalahan untuk menentukan tindakan pemecahan masalah. Apabila gedung sedang dalam renovasi atau kegiatan lainnya yang berkontribusi dalam menaikkan suhu atau menghasilkan asap, maka harus dikendalikan agar tidak mengganggu unit sensor detektor fire alarm.

Bagaimana mengurangi False Alarm?

Selanjutnya, dalam upaya mengurangi false alarm, terlebih dahulu kenalilah perangkat yang menjadi sumber-sumber pemicu terjadinya alarm palsu tersebut. Fire alarm palsu pada umumnya bersumber dari tiga buah perangkat fire alarms utama, yaitu perangkat smoke detector (pendeteksi asap), heat detector (pendeteksi panas), dan kotak Break Glass.

Smoke detector merupakan perangkat detektor yang akan mengaktifkan alarm peringatan kebakaran ketika merespon adanya polutan asap di udara. Biasanya, hal-hal pemicu alarm palsu yang diaktifkan oleh perangkat ini disebabkan oleh adanya kegiatan memasak di dalam ruangan seperti memanggang roti. Menyalakan lilin atau api terbuka, serta kegiatan yang mampu menimbulkan panas seperti menyolder dan aktivitas pengelasan juga memicu smoke detector untuk mengaktifkan alarm. Pastikan pula untuk membersihkan ruangan secara berkala karena debu, uap, hingga banyaknya serangga dalam ruangan juga dapat memicu menyalanya fire alarm palsu, terutama pada musim panas. Oleh karena itu, sebagai bentuk upaya mengurangi alarm palsu, maka sangat penting untuk mencegah penyebab-penyebab utama yang menyebabkan smoke detector menyalakan alarm palsu.

Apabila smoke detector dipasang pada ruangan-ruangan bersuhu cenderung stabil dan normal, maka lain halnya dengan heat detector yang lebih tepat dipasang di lokasi-lokasi bersuhu tinggi seperti ruang boiler, area dapur, bengkel las, dan sebagainya di mana smoke detector mungkin akan begitu sensitif dan menyalakan banyak alarm palsu bila dipasang di ruangan dengan karakter tersebut. Heat detector sering menyalakan alarm palsu apabila terjadi kenaikan suhu secara mendadak, namun pada kenyataannya tidak berpotensi untuk menyebabkan kebakaran.

Selain dua perangkat tersebut, kotak break glass dapat menyebabkan alarm palsu apabila kotak tersebut dipecahkan atau dirusak bukan dengan tujuan untuk upaya pemadaman kebakaran. Hal tersebut dapat terjadi karena kecelakaan atau ketidaksengajaan. Penyebab ini dapat dicegah dengan cara mengambil tindakan pengamanan terhadap kotak break glass.

Setelah mengetahui penyebab dan langkah pengurangan alarm palsu, maka yang perlu diketahui selanjutnya adalah tindakan yang harus diambil ketika alarm kebakaran berbunyi. Saat alarm baru saja berbunyi, akan sulit untuk langsung mengetahui apakah alarm tersebut memang benar atau justru merupakan alarm kebakaran yang palsu. Namun, untuk menjaga keselamatan, maka arahkan setiap orang yang ada di dalam gedung untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu tanpa perlu merasa panik.

Untuk menentukan keaslian alarm, ada banyak langkah yang harus diambil. Langkah pertama, saat alarm berbunyi maka segeralah silence alarm tersebut tanpa melakukan setting ulang pada panel kontrol karena data atau informasi penyebab alarm aktif akan hilang. Selanjutnya, periksa pesan yang ditampilkan panel kontrol, pesan tersebut akan menunjukkan darimana asal lokasi yang menyebabkan alarm kebakaran tersebut menyala.

Langkah ketiga, periksa seluruh perangkat utama penyebab alarm palsu, yaitu smoke sekaligus heat detector serta kotak break glass. Bila alarm berasal dari salah satu atau lebih dari ketiga perangkat tersebut, maka cari tahulah alasan pemicunya. Namun, jika tak juga ditemukan penyebab pemicu menyalanya alarm tersebut, segera hubungi pihak perusahaan pemeliharaan sistem perlindungan kebakaran untuk meminta bantuan dalam memecahkan masalah dan mengidentifikasi letak kesalahan, karena jika setelah melakukan rangkaian langkah tersebut namun tak juga ditemukan pemicu yang menyebabkan menyalanya alarm, maka kemungkinan terbesar satu-satunya adalah karena terdapat kerusakan pada sistem fire alarm.

Setiap terjadi kesalahan ataupun kerusakan pada perangkat atau sistem fire alarm, hendaknya selalu dicatat secara kronologis ke dalam buku log untuk menyimpan informasi yang mungkin akan diperlukan suatu saat nanti. Catatan-catatan tersebut juga akan membantu dalam menganalisis pola pemicu penyebab alarm kebakaran palsu menyala.

Kerusakan pada perangkat dapat dikurangi atau bahkan dicegah apabila perawatan dan pembersihan pada perangkat dilakukan secara rutin. Namun, pembersihan hingga pemeliharaan atau perawatan tersebut harus benar-benar dilakukan secara hati-hati oleh tenaga yang berkompeten dan berpengalaman karena perawatan yang keliru dan tidak baik bukan hanya dapat berpotensi menimbulkan fire alarm palsu, namun juga kesalahan teknis yang menyebabkan sistem detektor atau fire alarm justru menjadi tidak sensitif dan aktif lagi terhadap pemicu kebakaran yang asli dan berbahaya. Selain itu, keawetan perangkat sistem juga tak akan bertahan lama, sehingga perusahaan berpeluang besar untuk menanggung kerugian finansial akibat usia atau daya guna sistem yang berakhir lebih cepat.

Perusahaan dapat mengkonsultasikan hal apa pun mengenai sistem fire alarm beserta perawatan dan cara kerjanya pada perusahaan-perusahaan perlindungan bahaya kebakaran yang terpercaya dan berpengalaman demi menentukan kebijakan perlindungan yang tepat sesuai dengan kondisi bangunan atau gedung.