Jenis Smoke Detector Fire Alarm

No Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
BLOG KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

berikut adalah daftar-daftar Jenis Smoke Detector yang harus kita ketahui

Jenis Smoke Detector

Kebakaran dapat dikatakan sebagai sebuah peristiwa yang tidak diinginkan karena dapat merugikan baik secara material maupun non material. Kebakaran terjadi karena adanya nyala api yang tak terkontrol. Nyala api diakibatkan oleh adanya tiga komponen yang dapat menyebabkan reaksi pembakaran seperti sumber api, bahan yang dapat terbakar, suhu panas, dan oksigen. Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran tidak dapat diperbaiki layaknya kerusakan akibat alam namun kerugian yang dimaksud adalah lenyap dan tidak kembali lagi karena terlah berubah sifat fisiknya menjadi abu. Selain itu, asap yang ditimbulkan oleh kebakaran berupa CO2 dan CO yang beracun dan dapat membunuh penghuni yang terjebak di kebakaran. Oleh sebab itu, perlu adanya sistem perlindungan terhadap api misalnya adalah memasang detektor asap untuk mencegah adanya kebakaran besar.

Ada dua jenis utama dari pendeteksi asap yaitu detektor ionisasi dan detektor fotoelektrik. Alarm asap menggunakan satu atau dua metode, kadang ditambahkan detektor panas, untuk mengatasi api. Alat-alat memerlukan tenaga sekitar 9 volt pada betterai, litium baterai atau 120 volt kabel rumah.

Jenis Smoke Detector

Jenis Smoke Detector Ionisasi

Detektor ionisasi memiliki ruang terjadinya ionisasi dan sumber radiasi ionisasi. Sumber dari radiasi ionisasi adalah jumlah menit pada americium-241 (kemungkinan 1/5000 gra) yang mana memiliki sumber partikel alpa berupa inti nukleus. Ruangan ionisasi terdiri dari dua plate yang dipisahkan sekitar beberapa centimeter. Baterai mengirimkan tegangan ke plates mengisi satu plate positif dan yang lainnya negatif. Partikel alfa secara konstan akan dilepaskan oleh elektron dari americium pada atom udara, ionisasi oksigen dan atom nitrogen di ruangan. Secara positif, oksigen yang telah terisi dan atom nitrogen ditarik ke piringan negatif dan elektron ditarik menjadi piringan positif, menghasilkan kecil, arus listrik terus berlanjut. Ketika asap masuk keruangan ionisaisi, partikel asap akan menghasilkan ion dan menetralkan mereka. proses ini akan mengaktifasi instalasi fire alarm yang ada di dalam gedung.

Jenis Smoke Detector fotoelektrik

Salah satu jenis smoke detector yang banyak dipilih adalah fotoelektrik. cara kerja umum dari fotoelektrik adalah asap yang masuk akan diskater menjadi partikel cahaya. didalamnya ada ruangan berbentuk T dengan light-emitting diode (LED) yang akan mengambil gambar lurus dengan arah horizontal pada T. Sebuah photocell, diposisikan di bagian bawah dasar vertikal dari T, menghasilkan arus ketika terkena cahaya. Dalam kondisi bebas asap, sinar melintasi bagian atas T pada garis lurus , tidak mencolok kaerna photocell diposisikan di sudut kanan bawah balok. Ketika ada asap yang terjadi akibat kebakaran, cahaya tersebar oleh partikel asap, dan beberapa cahaya diarahkan ke bagian vertikal dari T untuk menyerang fotosel. Ketika cahaya menyentuh sel, maka alarm akan memicu adanya suara pada instalasi fire alarm.

Jenis Smoke detector mana yang lebih handal?

Kedua jenis detektor yang biasa digunakan yaitu detektor ionisasi dan fotolistrik merupakan jenis sensor asap yang efektif. Kedua jenis detektor asap harus lulus tes dan sertifikasi untuk menjamin fungsinya. Detektor Ionisasi merespon lebih cepat terhadap menyala api dengan partikel pembakaran yang lebih kecil; detektor fotolistrik merespon lebih cepat terhadap kebakaran yang membara. Dalam kedua jenis detektor, uap atau kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan kondensasi pada papan sirkuit dan sensor, menyebabkan alarm berbunyi. Biaya instalasi detektor ionisasi lebih murah dari detektor fotolistrik, namun beberapa pengguna sengaja menonaktifkan detektor karena mereka biasa berbunyi saat pengguna memasak makanan karena sangat peka terhadap asap. detektor ionisasi memiliki tingkat keamanan lebih rendah dibandingkan dengan detektor fotolistrik. Ketika baterai mulai gagal dalam mendeteksi secara ionisasi, ion akan bereaksi dan alarm berbunyi, memperingatkan bahwa sudah waktunya untuk mengganti baterai sebelum detektor menjadi tidak efektif. Baterai back-up dapat digunakan untuk detektor fotolistrik.

 

 

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry : 0888 256 0888 (call/wa) | wahyu@patigeni.com

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

No Comments

Leave a Comment

More from our blog

See all posts

Jasa instalasi fire suppression system Jakarta

Jasa instalasi fire suppression system Jakarta Fire suppression system merupakan rangkaian proteksi…
Baca Selengkapnya

Perbedaan utama dari jenis-jenis Fire Sprinkler

Perbedaan utama dari jenis-jenis Fire Sprinkler Saat ini tersedia banyak sekali jenis…
Baca Selengkapnya

Bagaimana Cara Kerja Kitchen Suppression Systems?

Menurut data dari NFPA, 57% kebakaran restoran yang terjadi di US penyebab…
Baca Selengkapnya