Penempatan Unit Fire Alarm di Rumah sangat krusial untuk keefektifan pendeteksian kebakaran

Penempatan Unit Fire Alarm di Rumah

Menurut data yang didapatkan dari BNPB, pada tahun 2015 lalu, tercatat ada 43 kejadian kebakaran permukiman yang terjadi di Indonesia. Umumnya, kebakaran yang terjadi di permukiman disebabkan karena hubungan arus pendek yang terlambat diketahui oleh pemilik rumah. Karena rumah di Indonesia terletak berdekatan, besar kemungkiman api menyebar ke permukiman di dekatnya. Bangunan rumah yang kecil dan bersekat-sekat, membuat ruang gerak menjadi terbatas sehingga penghuni di dalamnya tidak memiliki banyak waktu untuk mengevakuasi diri dan barang berharga. Ditambah lagi lokasi dan penempatan unit fire alarm system yang masih jarang ditemui di setiap rumah di Indonesia. Hal ini mengakibatkan bahaya kebakaran permukiman semakin meningkat karena kesiapsiagaan masyarakatnya masih rendah.

Penempatan Unit Fire Alarm di Rumah di tiap lantai

Sebagai tindakan perlindungan, lokasi dan penempatan unit fire alarm system di rumah sebaiknya ditempatkan di setiap lantai, dapur basement dan kamar tidur. Sensor yang perlu dipasang pada rumah adalah kombinasi asap dan heat. Mengingat setiap api menghasilkan gas karbon monoksida, maka kombinasi sensor asap dan heat adalah yang terbaik untuk mendeteksi kebenaran kejadian kebakaran. Alarm ini sesuai diletakkan di ruangan yang agak luas seperti ruang tamu. Untuk di kamar tidur, smoke alarm sangat sesuai digunakan karena sensor ini akan lebih cepat mendeteksi kebakaran, sehingga penghuni memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri. Heat alarm sebaiknya diletakkan di garasi, karena sensor panas tidak akan berdampak pada asap. Alarm pada sensor ini akan berbunyi apabila panas mencapai >680 C.

Penempatan Unit Fire Alarm di Rumah akan lebih lengkap dengan alat pemadam api

Beberapa fitur tambahan yang sebaiknya ditambahkan pada unit fire alarm di rumah adalah lampu LED yang dapat menyala saat terjadi kebakaran. Lampu ini membantu memberikan cahaya pada proses evakuasi dalam kondisi yang diselimuti asap. Fire alarm system ini sebaiknya saling terhubung agar memberikan perlindungan kepada seluruh penghuni rumah. Lokasi dan penempatan unit fire alarm system yang benar dapat menguragi bahaya bencana kebakaran di rumah. Satu hal penting selain fire alarm system adalah penempatan alat kebakaran di rumah. Siapkan alat pemadam kebakaran di setiap ruangan yang dianggap berbahaya, seperti dapur, basement, garasi dan ruang tamu. Sebagai tindakan pencegahan, cek kembali kabel listrik rumah anda dan jangan biarkan ada yang terkelupas. Selalu tinggalkan rumah setelah memastikan kompor dan listrik mati. Barulah, rumah aman kebakaran bisa anda dapatkan.