Standar Fire Hydrant Sesuai NFPA dan SNI

37 Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
KORAN KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

Standar Fire Hydrant SNI harus ditaati oleh pengusaha dan kontraktor pemadam

Standar Fire Hydrant SNI

 

Kebakaran merupakan musibah yang sangat dihindari.  Kebakaran mampu melenyapkan harta benda tak terkecuali diri seseorang. Dengan mengingat dahsyatnya dampak yang dihasilkan, sudah saatnya kini kita peduli dan tanggap. Mari tanggap dalam melakukan pencegahan agar bencana kebakaran dapat diminimalisir dan dihindari. Salah satunya adalah dengan “sedia payung sebelum hujan” atau dapat dikatakan “sedia fire hydrant sebelum kebakaran”. Fire hydrant merupakan seperangkat alat yang sangat dianjurkan untuk selalu tersedia baik dalam ruangan maupuan di luar ruangan.

Hydrant merupakan solusi yang mejanjikan apabila bangunan yang mengalami kebakaran berada si akses jalan yang sempit dan tidak memungkinkan Fire Truck mendekat. Untuk itu, alat ini sangat diwajibkan berada di area pasar, supermarket, perkantoran, sekolah dan pemukiman. Karena fungsinya  sangat dibutuhkan dan berkaitan dengan kerugian yang besar, maka fire hydrant harus memenuhi standar yang sesuai dengan standar Indonesia dan luar negeri. Peraturan pada sistem hydrant umumnya telah diketahui oleh kontraktor, sehingga hasil instalasi sesuai dengan standar. Sistem hydrant di Indonesia mengacu pada Standar Fire Hydrant SNI mengacu pada dokumen nomor  SNI 03-1745-2000 tentang Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan selang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung, serta  NFPA (National Fire Protection Association)

Standar Fire Hydrant SNI dan NFPA

Dibawah ini adalah beberapa peraturan yang telah ditetapkan oleh NFPA ( National Fire Protection Association) dan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan harus dipertanggungjawabkan pada diri sendiri.

  • NFPA-10, Standar untuk Portable Fire Extinguisher.
  • NFPA-13, Standar untuk Instalasi Sistem Springkle.
  • NFPA-14, Standar untuk Instalasi Selang dan Pipa tegak.
  • NFPA-20, Standar untuk Instalasi Pompa Sentrifugal.
  • SNI 03-1735-2000, tentang tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.
  • SNI 03-1745-2000, tentang tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan selang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan atau gedung.

Standar Fire Hydrant SNI berkesinambungan dengan dokumen NFPA

NFPA (National Fire Protection Association) secara khusus telah menetapkan bahwa warna yang digunakan untuk fire hydrant adalah warna yang mencolok. H al ini bertujuan untuk memudahkan pemadam kebakaran dan orang-orang sekitar (sebelum petugas datang)  dalam menanggulangi api dalam keadaan darurat sekali pun. Warna yang dianjurkan adalah merah dan kuning dengan tingkat kroma yang tinggi. Sementara pilihan warna lain yang mudah terlihat diantaranya putih dan silver. Walaupun NFPA telah menetapkan banyak warna namun yang terpilih harus selalu konsisten. Di  Indonesia sendiri konsisten pada warna merah untuk fire hydrant. Meskipun demikian, sebenarnya tujuan penggunaan hydrant dibedakan menjadi dua yaitu kebutuhan perkotaan atau municipal system dan kebutuhan pribadi atau private system. Private system contohnya adalah penggunaan di perusahaan, industri dan sebagainya. Oleh sebab itu,  perlu adanya perbedaan warna satu sama lain agar dapat diindentifikasi jenis kebutuhannya. Prinsip identifikasi tersebut telah lebih dulu ditetapkan di negara maju. Mereka menerapkan warna ungu untuk hydrant media air non-portable. Sementara Chrome Yellow telah digunakan untuk municipal system dan chrome red yang diperuntukkan private system. Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan Indonesia mulai menerapkan prinsip ini?

 

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry silahkan komen dibawah ini.

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

37 Comments
    • Farhan
    • 16/12/2020
    Balas

    Selamat Malam,

    Saya ingin menanyakan apakah untuk kawasan perumahan, peletakan hidran pilar diletakan perjarak/radius berapa ?
    dan untuk sistem perpipaan apakah bisa mix dengan menggunakan pipa HDPE (tertanam dalam tanah) dan Pipa GIP (yg terekspose) ?

      • A Mario
      • 17/12/2020
      Balas

      Selamat pagi Pak Farhan,

      Untuk jarak antar hydrant pillar 45 meter – 60 meter, mengingat coverage area dari tiap selang adalah 30 meter. Sedangkan untuk jenis pipa, bisa menggunakan pipa apapun asal dapat menahan tekanan air sekitar 20 bar, perihal instalasi bisa ditanam dalam tanah maupun terekspose. Semoga info ini membantu.

      Salam,

      Tim Patigeni

    • Andi
    • 14/10/2020
    Balas

    Selamat Siang Pak Admin,
    Gedung berlantai 4 dengan luas 50 x 60 mtr ;
    1. Terpasang IHB 4 unit perlantai
    2. Sprinkler perlantai
    3. OHB di lantai dasar 3 unit
    maka berapakah kira2 kapasitas Pompa untuk masing2 :
    1. Main Fire Pump?
    2. Jokey Pump?
    3. Diesel Pump?
    Makasih sebelumnya atas responnya.

      • A Mario
      • 15/10/2020
      Balas

      Selamat pagi Bapak Andi,

      Jika mengacu ke standard, penentuan pompa mengacu ke kapasitas (debit) dan head pompa. Jika dalam penentuan kapasitas debit, acuannya adalah jumlah bukaan yang akan dibuka apabila kebakaran terjadi di suatu area di gedung tersebut, jika melihat bukaan yang ada maka spesifikasi pompa yang sesuai adalah kapasitas 750 USgpm. Catatan, peforma pompa bisa maksimal apabila ukuran instalasi dapat memadai untuk debit pompa, jika terlalu kecil, maka spesifikasi debit pompa bisa percuma.

      Jika head ditentukan dari cakupan jarak dan ketinggian dari instalasi yang di-cover, head pompa tertuang dalam satuan MHead atau Bar. Lalu, untuk kapasitas jockey punya kapasitas minimal 5% dari main pump dan head yang harus lebih besar dari main pump. Sekian informasi dari kami, semoga membantu, jika hendak merencanakan fire hydrant bisa langsung menhubungi kami, terima kasih.

      Salam,

      Tim Patigeni

    • tito
    • 01/10/2020
    Balas

    Apakah pipa HDPE secara regulasi bisa digunakan untuk pipa hydrant?

      • A Mario
      • 02/10/2020
      Balas

      Selamat pagi pak Tito,

      Tidak bisa, hydrant minimal menggunakan steel pipe medium A.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

    • Pratama
    • 29/09/2020
    Balas

    Admin yg terhormat, saya ada bbrpa pertanyaan : 1. berapa tekanan maksimum dan minimum pd landing valve IHB dan sprinkler
    2. Apakah tekanan pompa bisa disetting sesuai dgn keinginan…
    Terima kasih

      • A Mario
      • 30/09/2020
      Balas

      Selamat pagi pak Pratama,

      1. Tekanan maksimum dari valve kelas 10 K adalah 10 bar sedangkan untuk head sprinkler adalah 14 bar.
      2. Pompa bisa disetting maksimal sesuai spesifikasi masing-masing produk, namun yang bisa di-setting RPM-nya hanya pompa diesel.

      Salam,

      Tim Patigeni

  1. Balas

    apakah dalam standart NFPA mewajibkan penggunaan pompa hudrant yg tersertifikasi UL/FM

      • A Mario
      • 21/09/2020
      Balas

      Selamat Pagi pak Andreas,

      Dalam standar NFPA tidak tertulis harus menggunakan pompa hydrant UL/FM.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

    • Erlangga
    • 29/07/2020
    Balas

    Selamat sore, saya mau tanya untuk sertifikasi hydrant itu siapa yang melakukannya ya.

    Terimakasih

      • A Mario
      • 30/07/2020
      Balas

      Pagi Erlangga,

      Setiap selesai instalasi hydrant dan menjalani commissioning test, akan ada penijuan dari PJK3 dan Damkar yang akan memberikan sertifikat.

      Salam,

      Tim Patigeni

    • iqbal
    • 16/06/2020
    Balas

    Admin saya mau tanya
    kalo perancangan ruang pompa kebakaran gedung standarnya diletakan didalam gedung itu sendiri atau dibuatkan rumah pompa diluar gedung?

      • A Mario
      • 16/06/2020
      Balas

      Selamat sore Bapak Iqbal,

      Sebaiknya rumah pompa ada di luar gedung. Karena jika berada di dalam gedung yang sama, dikhawatirkan saat terjadi kebakaran pada gedung tersebut, akses menuju rumah/ruangan pompa akan terganggu karena adanya kebakaran. Semoga info ini membantu, terima kasih.

      Salam,
      Tim Patigeni

  2. Balas

    siang pak wahyu,
    klo saya mau buat fire hydrant, pipa yg digunakan sebaiknya menggunakan jenis schedul berapa ? atau cukup pipa med sii galvanis saja.
    Terima kasih

      • A Mario
      • 03/04/2020
      Balas

      Selamat pagi Yopengho,

      Jika menggunakan jenis pipa schedul gunakan scehdul 40. Jika menggunakan pipa galvanis harus kuat menahan 1,5 x dari tekanan standby yaitu 10 bar. Jika pipa dapat menahan tekanan tersebut, maka boleh digunakan. Semoga info ini membantu, terima kasih.

      Salam,

      Tim Patigeni

  3. Balas

    sore pak wahyu.

    saya mau menanyakan terkait untuk alat pemadam di rungan radiologi rumah sakit di anjurkan menggunakan sistem pemadam apa pak?
    terima kasih

      • A Mario
      • 21/02/2020
      Balas

      Selamat pagi Pak Ridho,

      Untuk di ruangan radiologi dapat menggunakan APAR CO2/HFC227 mengingat banyak komponen elektrikal pada ruangan tersebut.

      Salam,

      Tim Patigeni

  4. Balas

    siang pak wahyu.

    mohon maaf mau tanya.
    untuk alat pemadam di rungan radiologi rumah sakit di anjurkan menggunakan sistem pemadam apa pak?
    terima kasih

    • Usep
    • 29/10/2019
    Balas

    Siang Pak Admin,
    Mohon Maaf mau tanya Gedung kami terdiri 10 lantai dengan basement dan Pompa Fire Fighting berada di lantai paling bawah. Pertanyaan nya
    1. Berapa bar Tekanan minimal di lantai paling atas dan berapa tekanan minimal di setiap lantai nya untuk supply Sprintkler.
    2. Pipa fire fighting di gedung kami terbagi 2, 1 untuk supply sprintkler 2. untuk supply Hydrant box di tiap lantai, untuk supply sprinkler di pipa supply sudah ada PRV sementara di supply Hydrant box tidak menggunakan prv, apakah instalasi tersebut sudah betul menurut NFPA.

    Terima Kasih.

      • A Mario
      • 01/11/2019
      Balas

      Selamat pagi pak Usep,

      1. Untuk mengetahui tekanan minimal di lantai dasar dan lantai paling atas kita harus mengetahui berapa kapasitas pompa beserta head-nya. Lalu, berapa inch pipa raiser dan branch tiap lantainya, serta luas area yang diproteksi. Setelah semua info tersebut ada, baru kami dapat hitung berapa tekanan minimal di lantai dasar dan paling atas.

      2. Sudah betul dan sesuai NFPA. Namun, yang perlu diperhatikan PRV dipasang pada branch pipe tiap lantai jangan pada pipa raiser.

      Semoga menjawab pertanyaan dari Bapak, terima kasih.

      Salam,

      Tim Patigeni

        • Soim
        • 13/05/2020
        Balas

        Maaf pak,….jawaban bapak malah belum pas untuk pertanyaan dari pak Usep. Justru Pak Usep ini bertanya karena mau merencanakan sebuah gedung dengan 10 lantai, maka berapa kapasitas pompa hydrant dan head yang dibutuhkan untuk membackup gdung tsb sesuai aturan dan perhitungan…?

          • A Mario
          • 03/06/2020
          Balas

          Selamat pagi pak Soim,

          Untuk mengetahui kapasitas pompa hydrant pertama harus diketahui terlebih dahulu luasan area yang diproteksi dan jenis proteksi apa yang dipakai ( hydratn pillar, IHB, sprinkler, dll.) Lalu, untuk head tergantung dari tinggi dan luasan area gedung/yang diproteksi. Semoga menjawab pertanyaan Anda.

          Salam,

          Tim Patigeni

    • Hadi Gunantara
    • 30/09/2019
    Balas

    Selamat siang Pak Admin,

    Mau tanya kalau untuk standar pemasangan jarak antar box hydrant di interval berapa meter ?
    menurut SNI.
    Terima kasih

      • A Mario
      • 02/10/2019
      Balas

      Selamat pagi pak Hadi Gunantara,

      Untuk jarak interval pemasangan hydrant box menurut SNI adalah 100 meter. Semoga info ini membantu.

      Salam,

      Tim Patigeni

    • Mutha Arfatha
    • 27/08/2019
    Balas

    Selamat siang Pak Admin,
    Saya ingin bertanya,
    1. Untuk pemasangan pipa instalasi hydrant area luar/halaman gedung sebaiknya di tanam atau di atas tanah ?
    2. Adakah peraturan pemerintah/undang-undang atau standart teknis yang mengatur hal tersebut di atas ?

    Terimakasih atas jawabannya.

      • A Mario
      • 29/08/2019
      Balas

      Dear Mutha Arfatha,

      1. Untuk pemasangan pipa instalasi hydrant di area luar ruangan (outdoor) sebaiknya di atas tanah. Karena akan lebih mudah untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan jika ada kebocoran

      2. Jika ingin memasang pipa di bawah tanah bisa merujuk pada SNI 03-1745-2000 6.1.2.3 atau untuk pemasangan pipa secara general dapat merujuk pada NFPA 14 & 24 juga SNI 03-1745-2000

      Semoga info ini membantu Anda.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

    • baskoro
    • 01/08/2019
    Balas

    dear pak wahyu

    untuk pengujian ketahana selang (hose) regulasinya merujuk kemana ya pak?

    terima kasih

      • A Mario
      • 02/08/2019
      Balas

      Selamat pagi Pak Baskoro,

      Untuk pengujian selang atau fire hose bisa merujuk ke NFPA 14 dan SNI 031745. Semoga info ini membantu bagi Bapak.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

    • yossi
    • 31/07/2019
    Balas

    Dear Pak Wahyu

    Saya ingin Bertanya untuk Diesel Hidrant fire pump,
    pada engine adakah diatur RPM minimal saat engine di start atau dioperasikan?apakah engine langsung running dg 3000 Rpm atau bisa kita naikkan Rpm engine secara bertahap terlebih dahulu.mohon bantuan jawabannya.

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 31/07/2019
      Balas

      Dear Yossy,
      untuk RPM di engine ada pengaturanya, namun Untuk dapat berfungsi sesuai dengan debit & tekanan, maka engine harus standby pada 2900 s/d 3000 RPM, diperkenankan untuk menurunkan RPM ke stationer hanya untuk maintenance/ pemanasan mesin, setelah selesai RPM dikembalikan ke standby 2900 s/d 3000 RPM

    • Minandar
    • 06/05/2019
    Balas

    Dear Bapak Wahyu Asyari,
    ada yang ingin saya tanyakan mengenai instalasi pemasangan pipa hydrant. Apakah pipa hidran dalam instalasinya boleh ditanam atau dipendam dalam tanah? Dan regulasinya merujuk kemana ya Pak?

    atas supportnya terimakasih.

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 06/05/2019
      Balas

      Bp Minandar.

      Dokumen SNI SNI 03-1745-2000 chapter 6.1.2.3

      “Jika pipa baja ditanam bawah tanah, harus dilindungi terhadap korosi
      sebelum di tanam.”

      perlu diperhatikan, jika ditanam. maka inspektor akan sulit jika hendak melakukan audit kelayakan pipa. atau cek korosi dan kebocoran.
      Terimakasih

    • Ishak
    • 01/11/2018
    Balas

    Dear.bpk jahidin
    Menurut sntandar nfpa atau sni
    Untuk ruang pompa hydrant butuh luasan berapa? atau equitment apa saja,yang harus di pasang .pada umumnya .pihak owner hanya pemasang.jokey pump dan electrical pump.dan sistem controlnya standar ruang pumpa hydrant pada umumnya

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 02/11/2018
      Balas

      Dear Bp Ishak,
      luasan ruang pompa harus ditentukan dr dimensi pompa itu sendiri. ada berapa pompa yang dipasang. ukuran standarnya 5x6x3m
      equipment yang harus dipasang antara lain flexible joint, y strainer, gate valve, safety valve, foot valve (negatif suction), airvent valve,pipa drain

    • Jahidin budiono
    • 16/08/2018
    Balas

    Admin yang terhormat
    Ijinkan saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan
    1. Di area kolam renang tidak terkaver oleh outdoor hydran ( OHB ) apakah di ijinkan ?
    2. OHB apakah hanya untuk mengkaver zona perencanaan gedung atau harus mengkaver zona hijau
    3. Adakah perraturan atau undang undang pemerintah yang mengatur hal tersebut di atas ? Jika ada undan undang no berapa atau perpu no berapa.
    Sekian dan terimakasih .

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 24/08/2018
      Balas

      Dear Bp Jahidin,
      1. Untuk area kolam renang jika ada potensi kebakaran pada bangunan atau tempat, pohon, sampah dll maka sebaiknya tetap ada keluaran untuk jaringan pemadama. namun jika potensi kecil, bisa tetap memakai APAR agar lebih safety. Jika jarak kolam dan OHB terdekat tidak lebih dari 60M, maka cukup memakai OHB / Pillar tersebut. dengan asumsi panjang selang 30M dan Pancaran Maksimal 30M.
      2. Zona hijau cenderung potensinya ke semak belukar yang kering, sehingga jika tidak memungkinkan menggunakan jaringan instalasi pipa. lebih baik menggunakan pompa portable yang bisa diangkat kemana-mana, yang perlu diperhatikan adalah reservoirnya.
      3. Perpu yang menjadi acuan no 26 tahun 2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. pada Bab2 dibahas mengenai akses dan pasokan air untuk pemadam kebakaran.
      Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
      jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menghubungi kembali.

Leave a Comment

More from our blog

See all posts
jual fire alarm guardall

Jual Fire Alarm GuardALL, Fire Alarm Berkualitas Harga Boleh Diadu

jual fire alarm guardall resmi Kesadaran masyarakat akan risiko bencana kebakaran dapat…
Baca Selengkapnya
distributor fire alarm guardall yogyakarta

Distributor Fire Alarm GuardALL Yogyakarta Kualitas Terbaik, Harga Gak Bikin Kecekik

Distributor fire alarm guardall yogyakarta Penggunaan sistem proteksi kebakaran nampaknya hanya disadari…
Baca Selengkapnya
Beli APAR Semarang Merek Terbaik

Beli APAR Semarang Harga Miring, Gratis Pengiriman Ke Kota Anda

Ingin beli APAR Semarang? Sebaiknya ya hanya di Patigeni. Beli APAR dengan…
Baca Selengkapnya