Standar Fire Hydrant Sesuai NFPA dan SNI

10 Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
KORAN KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

Standar Fire Hydrant SNI harus ditaati oleh pengusaha dan kontraktor pemadam

Standar Fire Hydrant SNI

 

Kebakaran merupakan musibah yang sangat dihindari.  Kebakaran mampu melenyapkan harta benda tak terkecuali diri seseorang. Dengan mengingat dahsyatnya dampak yang dihasilkan, sudah saatnya kini kita peduli dan tanggap. Mari tanggap dalam melakukan pencegahan agar bencana kebakaran dapat diminimalisir dan dihindari. Salah satunya adalah dengan “sedia payung sebelum hujan” atau dapat dikatakan “sedia fire hydrant sebelum kebakaran”. Fire hydrant merupakan seperangkat alat yang sangat dianjurkan untuk selalu tersedia baik dalam ruangan maupuan di luar ruangan.

Hydrant merupakan solusi yang mejanjikan apabila bangunan yang mengalami kebakaran berada si akses jalan yang sempit dan tidak memungkinkan Fire Truck mendekat. Untuk itu, alat ini sangat diwajibkan berada di area pasar, supermarket, perkantoran, sekolah dan pemukiman. Karena fungsinya  sangat dibutuhkan dan berkaitan dengan kerugian yang besar, maka fire hydrant harus memenuhi standar yang sesuai dengan standar Indonesia dan luar negeri. Peraturan pada sistem hydrant umumnya telah diketahui oleh kontraktor, sehingga hasil instalasi sesuai dengan standar. Sistem hydrant di Indonesia mengacu pada Standar Fire Hydrant SNI mengacu pada dokumen nomor  SNI 03-1745-2000 tentang Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan selang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung, serta  NFPA (National Fire Protection Association)

Standar Fire Hydrant SNI dan NFPA

Dibawah ini adalah beberapa peraturan yang telah ditetapkan oleh NFPA ( National Fire Protection Association) dan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan harus dipertanggungjawabkan pada diri sendiri.

  • NFPA-10, Standar untuk Portable Fire Extinguisher.
  • NFPA-13, Standar untuk Instalasi Sistem Springkle.
  • NFPA-14, Standar untuk Instalasi Selang dan Pipa tegak.
  • NFPA-20, Standar untuk Instalasi Pompa Sentrifugal.
  • SNI 03-1735-2000, tentang tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.
  • SNI 03-1745-2000, tentang tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan selang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan atau gedung.

Standar Fire Hydrant SNI berkesinambungan dengan dokumen NFPA

NFPA (National Fire Protection Association) secara khusus telah menetapkan bahwa warna yang digunakan untuk fire hydrant adalah warna yang mencolok. H al ini bertujuan untuk memudahkan pemadam kebakaran dan orang-orang sekitar (sebelum petugas datang)  dalam menanggulangi api dalam keadaan darurat sekali pun. Warna yang dianjurkan adalah merah dan kuning dengan tingkat kroma yang tinggi. Sementara pilihan warna lain yang mudah terlihat diantaranya putih dan silver. Walaupun NFPA telah menetapkan banyak warna namun yang terpilih harus selalu konsisten. Di  Indonesia sendiri konsisten pada warna merah untuk fire hydrant. Meskipun demikian, sebenarnya tujuan penggunaan hydrant dibedakan menjadi dua yaitu kebutuhan perkotaan atau municipal system dan kebutuhan pribadi atau private system. Private system contohnya adalah penggunaan di perusahaan, industri dan sebagainya. Oleh sebab itu,  perlu adanya perbedaan warna satu sama lain agar dapat diindentifikasi jenis kebutuhannya. Prinsip identifikasi tersebut telah lebih dulu ditetapkan di negara maju. Mereka menerapkan warna ungu untuk hydrant media air non-portable. Sementara Chrome Yellow telah digunakan untuk municipal system dan chrome red yang diperuntukkan private system. Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan Indonesia mulai menerapkan prinsip ini?

 

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry silahkan komen dibawah ini.

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

10 Comments
    • baskoro
    • 01/08/2019
    Balas

    dear pak wahyu

    untuk pengujian ketahana selang (hose) regulasinya merujuk kemana ya pak?

    terima kasih

      • A Mario
      • 02/08/2019
      Balas

      Selamat pagi Pak Baskoro,

      Untuk pengujian selang atau fire hose bisa merujuk ke NFPA 14 dan SNI 031745. Semoga info ini membantu bagi Bapak.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

    • yossi
    • 31/07/2019
    Balas

    Dear Pak Wahyu

    Saya ingin Bertanya untuk Diesel Hidrant fire pump,
    pada engine adakah diatur RPM minimal saat engine di start atau dioperasikan?apakah engine langsung running dg 3000 Rpm atau bisa kita naikkan Rpm engine secara bertahap terlebih dahulu.mohon bantuan jawabannya.

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 31/07/2019
      Balas

      Dear Yossy,
      untuk RPM di engine ada pengaturanya, namun Untuk dapat berfungsi sesuai dengan debit & tekanan, maka engine harus standby pada 2900 s/d 3000 RPM, diperkenankan untuk menurunkan RPM ke stationer hanya untuk maintenance/ pemanasan mesin, setelah selesai RPM dikembalikan ke standby 2900 s/d 3000 RPM

    • Minandar
    • 06/05/2019
    Balas

    Dear Bapak Wahyu Asyari,
    ada yang ingin saya tanyakan mengenai instalasi pemasangan pipa hydrant. Apakah pipa hidran dalam instalasinya boleh ditanam atau dipendam dalam tanah? Dan regulasinya merujuk kemana ya Pak?

    atas supportnya terimakasih.

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 06/05/2019
      Balas

      Bp Minandar.

      Dokumen SNI SNI 03-1745-2000 chapter 6.1.2.3

      “Jika pipa baja ditanam bawah tanah, harus dilindungi terhadap korosi
      sebelum di tanam.”

      perlu diperhatikan, jika ditanam. maka inspektor akan sulit jika hendak melakukan audit kelayakan pipa. atau cek korosi dan kebocoran.
      Terimakasih

    • Ishak
    • 01/11/2018
    Balas

    Dear.bpk jahidin
    Menurut sntandar nfpa atau sni
    Untuk ruang pompa hydrant butuh luasan berapa? atau equitment apa saja,yang harus di pasang .pada umumnya .pihak owner hanya pemasang.jokey pump dan electrical pump.dan sistem controlnya standar ruang pumpa hydrant pada umumnya

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 02/11/2018
      Balas

      Dear Bp Ishak,
      luasan ruang pompa harus ditentukan dr dimensi pompa itu sendiri. ada berapa pompa yang dipasang. ukuran standarnya 5x6x3m
      equipment yang harus dipasang antara lain flexible joint, y strainer, gate valve, safety valve, foot valve (negatif suction), airvent valve,pipa drain

    • Jahidin budiono
    • 16/08/2018
    Balas

    Admin yang terhormat
    Ijinkan saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan
    1. Di area kolam renang tidak terkaver oleh outdoor hydran ( OHB ) apakah di ijinkan ?
    2. OHB apakah hanya untuk mengkaver zona perencanaan gedung atau harus mengkaver zona hijau
    3. Adakah perraturan atau undang undang pemerintah yang mengatur hal tersebut di atas ? Jika ada undan undang no berapa atau perpu no berapa.
    Sekian dan terimakasih .

      • Wahyu Asyari Muntoha
      • 24/08/2018
      Balas

      Dear Bp Jahidin,
      1. Untuk area kolam renang jika ada potensi kebakaran pada bangunan atau tempat, pohon, sampah dll maka sebaiknya tetap ada keluaran untuk jaringan pemadama. namun jika potensi kecil, bisa tetap memakai APAR agar lebih safety. Jika jarak kolam dan OHB terdekat tidak lebih dari 60M, maka cukup memakai OHB / Pillar tersebut. dengan asumsi panjang selang 30M dan Pancaran Maksimal 30M.
      2. Zona hijau cenderung potensinya ke semak belukar yang kering, sehingga jika tidak memungkinkan menggunakan jaringan instalasi pipa. lebih baik menggunakan pompa portable yang bisa diangkat kemana-mana, yang perlu diperhatikan adalah reservoirnya.
      3. Perpu yang menjadi acuan no 26 tahun 2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. pada Bab2 dibahas mengenai akses dan pasokan air untuk pemadam kebakaran.
      Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
      jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menghubungi kembali.

Leave a Comment

More from our blog

See all posts
Gudang Plastik Ciracas - Kebakarab Gudang Plastik

Gudang Plastik Ciracas Terbakar dan Rugi 2 M, Begini Faktanya!

Gudang plastik Ciracas Jakarta Timur terbakar pada Minggu (11/08/2019). Gudang dan beberapa…
Baca Selengkapnya
Jual Alat Pemadam Bersertifikat Damkar Harga Terjangkau

Jual Alat Pemadam Bersertifikat Damkar Harga Terjangkau

Jual alat pemadam bersertifikat Damkar dengan harga yang sangat terjangkau bisa Anda…
Baca Selengkapnya
Distributor Pompa Hydrant Ebara Jakarta - Jual Pompa Ebara Terlengkap

Distributor Pompa Hydrant Ebara Jakarta Terlengkap dan Terpercaya

Distributor pompa hydrant Ebara Jakarta banyak bermunculan seiring meningkatnya kepopuleran pompa merek …
Baca Selengkapnya