Kode Warna Pada Fire Hydrant

Siapa bilang hanya ada warna merah saja pada fire hydrant pillar? Padahal saat ini ada beberapa kode warna pada fire hydrant yang digunakan di Indonesia atau bahkan luar negeri. Jadi, maksud dari dibuatnya kode warna hydrant ini yaitu untuk memudahkan identifikasi petugas akan pasokan dan tekanan air yang terpasang.

Tidak hanya pada bagian body pillar saja, tapi ada juga perbedaan warna pada cap maupun kaki pillar. Nah, di dalam artikel ini kita akan bahas secara lengkap tentang semua warna yang digunakan pada hydrant pillar. Simak sampai selesai, ya.

Apa Maksud dan Tujuan Kode Warna pada Fire Hydrant?

Kode Warna Pada Fire Hydrant System

Apakah Anda pernah bertanya-tanya, mengapa hydrant pillar, terutama di luar negeri memberikan kode warna yang berbeda-beda? Jawabannya adalah agar mudah diketahui jenis hydrant yang digunakan dan seberapa banyak pasokan yang tersedia pada hydrant.

Pewarnaan hydrant pillar ini sangat membantu tim pemadam kebakaran dalam menghemat waktu untuk mengetahui sumber aliran air sebelum memadamkan api.

Dalam kasus kebakaran, waktu sangat berharga karena meski sedetik kebakaran pun dapat merusak material dan merugikan hingga jumlah yang sangat besar.

Namun, berdasarkan kode standar yang dikeluarkan oleh NFPA (National Fire Protection Association), pewarnaan pada alat-alat fire hydrant disesuaikan dengan aliran.

Sesuai kode standar NFPA 291, kode warna pada fire hydrant pillar harus berwarna kuning krom, kecuali warna lain telah diadopsi sebagai standar di daerah tertentu.

Di luar negeri, ketika ada fire hydrant yang baru saja diproduksi dari pabrik, biasanya diberi warna kuning krom agar sangat terlihat. Skema kode warna ini biasanya berlaku pada bagian atas dan tutup nozzle, meskipun mungkin juga terlihat pada warna body hydrant.

4 Kode Warna pada Fire Hydrant Berdasarkan Kapasitasnya

Kode Warna Pada Fire Hydrant Pillar

Mengadopsi dari regulasi Internasional/NFPA 291, ada empat kelas klasifikasi kode standar warna pada fire hydrant untuk aliran bertekanan 20 psi, antara lain:

  1. Kelas C yaitu untuk laju alir kurang dari 500 GPM, kode warnanya adalah merah.
  2. Kelas B untuk laju alir antara 500-999 GPM, kode warnanya adalah orange.
  3. Kelas A untuk laju alir tinggi yaitu antara 1000-1499 GPM, kode warna hijau.
  4. Kelas AA untuk laju alir 1500 GPM keatas dengan kode warna biru.

Akan tetapi, NFPA menyarankan setiap jenis hydrant, baik untuk pribadi, umum, atau untuk perkotaan dan non-potable agar memiliki kode warna yang khas. Umumnya, fire hydrant pribadi atau swasta itu dicat warna merah.

Jadi, kode warna pada aliran ini sangat penting guna memberitahukan kepada tim pemadam kebakaran mengenai banyaknya aliran hidran yang tersedia. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hal ini dapat mengefisienkan waktu saat terjadi kebakaran dengan mengetahui jumlah pasokan hydrant yang tersedia.

Mengapa Kode Warna pada Fire Hydrant Diperlukan?

standar warna hydrant di indonesia

Mengatasi kebakaran merupakan tugas yang sangat sulit dan penuh konsentrasi tinggi. Sehingga dalam penanganan kebakaran diperlukan petugas yang terlatih. Karena seperti yang kita tahu, bahwa salah satu hambatan terbesar adalah keberadaan air.

Anda mungkin berpikir bahwa air ada di mana-mana, begitu juga dengan hidran pemadam kebakaran. Nah, Anda benar, tetapi mengalirkan air ke fire truck/truk pemadam kebakaran dan menyemprotkan ke titik api sebenarnya merupakan tantangan tersendiri.

Maka dari itu, kode warna pada fire hydrant diperlukan untuk memberikan petunjuk cepat kepada petugas pemadam kebakaran tentang kapasitas air yang tersedia dan jenis sistem penyaliran yang digunakan.

Hal ini penting dalam situasi darurat di mana setiap detik sangat berharga. Dengan kode warna yang jelas, petugas pemadam kebakaran dapat dengan mudah mengidentifikasi hidran yang cocok dengan kebutuhan petugas, memastikan pasokan air yang cukup, dan mengoptimalkan upaya pemadaman kebakaran.

Apakah Ada Standar Lainnya dalam Pewarnaan Fire Hydrant?

Banyak penanda lain telah dikenal digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik tertentu dari kode warna pada fire hydrant, sebagai berikut:

1. Pewarnaan Body Hydrant

Jenis Warna Pada Fire Hydrant

Meskipun NFPA menyarankan agar body hydrant dicat dengan warna kuning krom, beberapa departemen ada yang menggunakan body hydrant untuk mengidentifikasi kepemilikan atau penggunaan hydrant.

Berikut beberapa contoh lain dalam pemberian warna pada fire hydrant:

  • Pemberian warna kuning menunjukkan bahwa itu merupakan hydrant milik publik.
  • Warna merah diperuntukkan untuk fire hydrant system milik pribadi.
  • Ungu untuk mengindikasikan bahwa air di dalam jaringan tersebut tidak layak minum.

2. Pewarnaan Hydrant Cap

Kode Warna Cap Hijau Pada Fire Hydrant

Selain kode warna fire hydrant, ada juga beberapa hidran yang memiliki tutup air yang dicat dengan warna berbeda untuk membedakan tekanan air.

Sebagai contoh adalah dengan mengecat hydrant cup menjadi hijau, yang berarti hidran sebelumnya telah diuji pada tekanan 120 psi atau lebih. Hal ini mengindikasikan bahwa siapa pun yang menggunakan hidran tersebut harus berhati-hati karena tekanannya yang sangat tinggi.

Kode warna pada hydrant cup dapat dicat berwarna oranye, yang mengindikasikan tekanan 50–119 psi. Kemudian ketika tekanan air di bawah 50 psi, tutup air akan dicat berwarna merah.

Sedangkan ketika petugas pemadam kebakaran melihat hidran bertutup merah, mereka tahu bahwa air tidak akan mengalir dengan bebas dan harus dipompa.

Nah, di atas tadi merupakan pembahasan tentang kode standar pada fire hydrant yang wajib Anda ketahui. Tapi, apakah Anda bertanya-tanya, jenis warna hydrant seperti apa yang digunakan di Indonesia? Oke, kita bahas.

Seperti Apa Kode Warna pada Fire Hydrant yang Berlaku di Indonesia?

warna fire hydrant di indonesia

Berikut ini merupakan pengklasifikasian kode warna pada fire hydrant di Indonesia yang wajib Anda ketahui:

Nah, jadi untuk pewarnaan pipa ada dokumen yang mengatur yaitu SNI 19-3778-1995. Di mana dokumen tersebut mengacu pada standar Australian Standard Colour AS 2700 – 1985 tentang warna merah untuk pipa fire hydrant.

Namun, untuk material lain seperti hydrant pillar/hydrant box di dokumen lain tidak secara spesifik menyebutkan warna apa yang harus digunakan.

Sementara, praktek di lapangan semua yang terkait dengan hydrant, baik pompa, pipa, hydrant aksesoris (box, pillar) menggunakan warna merah agar mudah diidentifikasi.

Baca Juga:

Ingin Pasang Fire Hydrant Sesuai Regulasi dan Standar? Patigeni Solusinya!

kontraktor fire hydrant indonesia

Patigeni merupakan konsultan, distributor, dan kontraktor alat maupun sistem proteksi kebakaran terpercaya di Indonesia. Kami siap menyediakan solusi hidran berkualitas tinggi yang memenuhi semua persyaratan peraturan, sehingga Anda dapat merasa aman dan siap dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.

Dengan pengalaman dan komitmen kami dalam penyediaan solusi keamanan, Patigeni adalah mitra yang dapat Anda andalkan untuk kebutuhan hidran pemadam kebakaran Anda.

Jika tertarik atau membutuhkan informasi lebih lanjut, Hubungi kami sekarang!

Nah, itulah pembahasan tentang kode warna pada fire hydrant yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Jika artikel ini bermanfaat, bisa bantu share ke rekan atau orang-orang terdekat. Supaya mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan berharga seperti Anda.

Leave A Comment