Teknik Menggulung Selang Pemadam

No Comments
Kami sajikan Artikel pilihan tentang Proteksi Kebakaran di Genggaman Anda
BLOG KEBAKARAN
Konsultan
Kontraktor
Distributor
fire hydrant valve fire hydrant pillar fire hydrant goose rell fire hydrant nozzle fire hose fire hydrant box

Teknik Menggulung Selang PemadamSebelum petugas Fire Department atau Fire Brigade memulai tugas pemadaman bencana kebakaran di lapangan, ada banyak hal yang harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengenai perlengkapan alat pemadam api. Sama halnya pula ketika api kebakaran berhasil dipadamkan, petugas pemadam harus saling bekerja sama dalam mengemas perlengkapan dengan baik dan benar agar suatu waktu ketika terdapat panggilan darurat kembali, maka proses pemadaman tidak akan terlambat hanya karena kesalahan teknis pada komponen peralatan.

Salah satu proses mengemas perlengkapan dan peralatan yang harus dilakukan setelah tindakan pemadaman selesai adalah menggulung Fire Hose atau selang pemadam. Dalam proses pemadaman, Fire Hose merupakan komponen peralatan yang sangat penting karena berperan sebagai media penyalur air yang terpompa dari Hydrant Pilar. Oleh sebab itu, dalam menangani penggulungan dan penguraian selang pemadam, sudah seharusnya selalu dilakukan oleh petugas Fire Brigade bagian Hose Man karena hanya petugas bagian Hose Man yang mampu menangani Fire Hose dengan benar dan hati-hati.

Teknik Menggulung Selang Pemadam yang benar

Dalam menggulung maupun menguraikan gulungan Fire Hose, dibutuhkan dua orang dari bagian Hose Man untuk setiap satu tim Fire Brigade. Untuk menggulung Fire Hose, perlu menggunakan teknik-teknik khusus karena tidak diperkenankan untuk menggulung secara asal karena penggulungan selang akan memengaruhi proses penarikan atau penguraian selang saat akan digunakan di lapangan. Jika teknik penggulungan Fire Hose salah atu keliru, maka ketika selang akan digunakan, kemungkinan besar akan terjadi kemacetan gulungan sehingga berisiko menyebabkan selang pemadam sobek dan berakhir pada terlambatnya tindakan pemadaman. Risiko ini tentunya sangat fatal karena api kebakaran terlambat dihalau sehingga akan menjalar lebih luas dan semakin besar.

Sebelum membahas mengenai teknik-teknik khusus dalam menggulung Fire Hose, akan lebih mudah jika terlebih dulu telah mengenal jenis dan komponen dari selang pemadam karena hal-hal ini merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh setiap petugas Fire Brigade. Fire Hose pada umumnya didesain bervariasi sesuai dengan kebutuhan, baik dari panjang selang yang disediakan dalam panjang 15 meter, 20 meter, dan 30 meter, hingga desain variasi pada diameter selang yang disediakan dalam dua ukuran, yaitu 1,5 inci dan 2,5 inci.

Pada sebuah Fire Hose, terdapat dua ujung yang disebut dengan coupling yang dilengkapi dengan pengunci yang beragam jenisnya seperti jenis drat, machino, ataupun jenis storz coupling. Coupling pertama disebut dengan Female Coupling yang khusus untuk disambungkan atau dipasang pada Hydrant Pilar yang merupakan sumber keluarnya pasokan air. Sementara coupling yang kedua disebut dengan Male Coupling, di mana coupling ini akan dipasang dengan nozzle dan akan dibawa oleh petugas pemadam yang beroperasi pada lokasi bencana kebakaran. Sebelum selang digulung, pastikan dengan benar bahwa tidak ada lagi air yang masih tersisa di dalam selang pemadam.

Sedangkan teknik khusus dalam menggulung selang pemadam dibagi menjadi dua jenis teknik, yaitu teknik single dan double roll. Untuk melakukan penggulungan Fire Hose dengan teknik single roll, Hose Man harus memegang Female Coupling kemudian menggulung selang ke arah yang berlawanan dari jarum jam sampai berakhir pada Male Coupling. Pastikan Female Coupling berada di tengah gulungan dan menghadap ke atas agar dapat diambil dengan mudah saat akan digunakan.

Berbeda halnya dengan teknik single roll yang memisahkan kedua ujung coupling, teknik double roll sengaja menyatukan kedua ujung; coupling male dan female, sehingga terbentuk lipatan selang di sisi yang lain. Apabila kedua ujung atau coupling telah disatukan, mulailah menggulung dari sisi lipatan menuju kedua coupling.

Dari kedua teknik tersebut, masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan. Pada penggulungan teknik single, apabila Fire Hose pada instalasi fire hydrant akan digunakan kembali, maka akan lumayan sulit untuk menarik gulungan karena akan menghabiskan cukup banyak waktu. Maka dari itu, diharapkan salah seorang dari Hose Man memiliki ketrampilan dalam melemparkan Male Coupling kepada Nozzle Man yang biasanya selalu berada dalam jarak belasan hingga dua puluhan meter. Namun, pada teknik ini, risiko selang akan robek sangat minim karena penggunaan dilaukan dengan cara melempar dan bukan menarik sehingga selang tidak akan bergesekan di atas tanah atau aspal.

Sementara, penguraian selang pada teknik double roll dilakukan dengan pembagian tugas pada masing-masing petugas Hose Man. Salah satu Hose Man berperan untu memasang Coupling bagian Female pada Hydrant Pilar sementara Hose Man lainnya berlari menarik Male Coupling menuju Nozzle Man, mengingat pola penggulungan double roll yang mustahil untuk dilakukan pelemparan. Mengantarkan Male Coupling dengan berlari tentu akan lebih efektif dan pasti, namun dalam proses membawa selang dengan menariknya, badan selang akan terus mengalami pergesekan di atas aspal atau tanah sehingga berisiko menyebabkan kerobekan.

Dalam satu tim Fire Brigade, hendaknya keseluruhan petugas sudah menyepakati teknik khusus Fire Hose mana yang akan selalu digunakan sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman dan kesalahtekniksan. Bila memungkinkan, Fire Brigade juga membutuhkan tenaga tim support yang berperan untuk membantu mensterilkan jalur Fire Hose sehingga tak akan ada paku, kerikil, pecahan kaca maupun benda-benda berujung tajam lainnya yang dapat membuat selang robek ataupun membahayakan petugas Fire Brigade selama operasi pemadaman.

 

Pengamat sistem kebakaran di Indonesia. Pertanyaan dan Inquiry : 0888 256 0888 (call/wa) | wahyu@patigeni.com

Blog Sistem Kebakaran

Blog sistem kebakaran Patigeni adalah tempat berbagi informasi dan solusi sistem kebakaran Anda, perkembangan industri dan teknologi rancang bangun adalah resiko baru timbulnya kebakaran sehingga menghasilkan inovasi baru bagaimana sistem kebakaran mempu memproteksi terkait dengan perkembangan yang ada.

 

Sign up Sekarang !

Dapatkan informasi sistem kebakaran terbaru, untuk menjawab perkembangan teknologi yang menghasilkan resiko baru terjadinya kebakaran. Isi form dengan alamat email aktif Anda

Request a free quote

Kami melayani perencanaan, kontraktor, dan perawatan sistem kebakaran, membantu Anda merencanakan sistem kebakaran sesuai standart lokal maupun NFPA

 

No Comments

Leave a Comment

More from our blog

See all posts

Tempat Isi Ulang Tabung Pemadam Kebakaran di Jakarta

Tempat isi ulang tabung pemadam kebakaran di Jakarta Raya bisa Anda lakukan…
Baca Selengkapnya

Fire Alarm Hong Chang Jakarta

Fire Alarm Hong Chang Jakarta Hong Chang merupakan salah satu merek fire alarm…
Baca Selengkapnya
peraturan pompa diesel pemadam kebakaran menurut sni dan nfpa

Peraturan Pompa Diesel Pemadam Kebakaran

Peraturan Pompa Diesel Pemadam Kebakaran Pompa diesel pemadam bisa disebut juga pompa…
Baca Selengkapnya