Alat Pemadam Api Jenis BuihSebuah alat pemadam api atau kebakaran dibutuhkan peralatan yang canggih, fungsional, dan efisien. Alat pemadam api atau kebakaran ada yang berjenis portable dan tidak portable. Contoh jenis alat yang tidak portable adalah fire sprinkler dan fire hydrant. Sedangkan untuk alat pemadam kebakaran jenis portable seperti alat pemadam api dari tabung. Misalnya saja alat pemadam api jenis buih, pemadam api jenis air dan pemadam api lainnya. Pada artikel ini kita akan membahas tentang alat pemadam api jenis buih terlebih dahulu.
Alat pemadam api jenis buih termasuk salah satu alat pemadam api portable. Maksud dari alat pemadam api portale adalah alat yang dapat di bawa atau di jinjing kemana-mana, mudah ditempatkan dimana saja, memiliki bentuk yang lebih kecil dan praktis. Selain itu, dapat digunakan langsung namun memiliki kapasitas daya pemadam terbatas, sehingga alat ini dapat difungsikan hanya untuk pertolongan pertama saja saat terjadi kebakaran.
Apakah alat pemadam api jenis buih itu? Dan apa fungsinya?

Alat Pemadam Api Jenis Buih material

Alat pemadam api jenis buih merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memadamkan api dari bahan buih atau resiko kebakaran, biasa disebut dengan pemadam api foam. Proses terbentuk buih yaitu dari chemical A ( Larutan Aluminium sulphate (Al2SO4)) dan chemical B (Larutan Natrium bicarbonate (NaHCO3)) yang tercampur. Terdapat dua tabung penyusun alat pemadam api jenis buih ini, Chemical A terdapat pada tabung bagian dalam dan chemical B terdapat pada tabung bagian luar. Fungsi dari alat pemadam api jenis buih yaitu untuk memadamkan api jenis A dan B, pada api kelas A adalah jenis kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat non-logam seperti karet, kain, kertas, plastik dan sebagainya. Serta dapat memadamkan api kelas B maksudnya kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda cair yang mudah terbakar misalnya minyak, alcohol, solvent dan jenis benda cair lainnya.

Proses Kerja Alat pemadam Api Jenis Buih

Alat pemadam api jenis buih cara penggunaannya yaitu dengan membalikkan tabung, sehingga chemical A dan chemical B akan bercampur dan membentuk gelembung CO2 dan buih. Setelah dibalik dan chemical bercampur, kemudian semburkan pada benda kelas A atau kelas B yang terbakar sehingga kadar oksigen pada api tersebut akan terselimuti atau terisolasi dan tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi. Sifat dari pancaran alat pemadam api jenis buih ini adalah padat dan dapat dapat memancar kurang lebih 1,5 menit.

Pada suatu api yang membara terdapat 3 unsur didalamnya yaitu oksigen, panas dan bahan bakar. Dengan mengisolasi satu unsur pada api, maka reaksi ketiga unsur dapat dicegah dan api akan dapat di padamkan. Namun alat pemadam kebakaran api jenis buih ini tidak cocok jika digunakan untuk memadamkan api akibat dari konsleting listrik, karena sifatnya dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini dapat membahayakan kita atau petugas pemadam kebakaran jika sedang melakukan evakuasi. Sebaiknya dalam meletakkannya pun juga harus diperhatikan, alat pemadam api jenis ini tidak boleh diletakkan dalam keadaan terbalik. Dihawatirkan chemical dapat bercampur dan buih dapat keluar dengan sendirinya. Bagaimanapun dalam penggunaan alat sebaiknya harus diperhatikan fungsi dan cara penggunaannya agar tidak salah dalam bertindak.