Cara mengecek APAR CO2 harus dilakukan sesuai standar. Penting diketahui bahwa cara pengecekan APAR berbeda-beda berdasarkan jenis medianya. Prosedur pengecekan APAR CO2 bersifat spesifik karena berbeda dengan APAR jenis lainnya. Lantas, bagaimana cara mengecek APAR CO2? Yuk, cek penjelasannya di bawah sini!

APAR CO2 untuk Apa? Cek Fungsi dan Cara Kerjanya di Sini!

cara mengecek apar co2 sesuai jenis medianya

APAR CO2 merupakan jenis alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C. Namun, jenis APAR ini lebih banyak diaplikasikan untuk menangani kebakaran yang disebabkan oleh masalah kelistrikan, yaitu kebakaran kelas C.

Sesuai namanya, alat pemadam api ini menggunakan media berupa Carbon Dioxide (CO2). Saat keluar dari tabung APAR, media CO2 yang awalnya berbentuk cair akan berubah menjadi gas karena terkena suhu ruangan. Gas CO2 dapat memadamkan api karena memiliki suhu yang rendah.

Suhu rendah yang dimiliki CO2 akan memberikan efek pendinginan pada titik kebakaran. Selain itu, gas CO2 juga mampu memadamkan api karena sifatnya yang lebih berat dibandingkan oksigen. Saat CO2 ditembakkan ke titik api, maka akan menggantikan oksigen (O2) yang merupakan salah satu elemen pembentuk api.

Berdasarkan teori segitiga api, api dapat terbentuk jika tiga elemen saling bereaksi, yaitu sumber panas, bahan bakar, dan oksigen. Gas CO2 juga tidak meninggalkan residu, sehingga tidak akan merusak peralatan listrik. Oleh karena itu, APAR CO2 biasanya sering digunakan untuk memproteksi ruang server maupun ruang komputer

Kenapa APAR CO2 Tidak Memiliki Pressure Gauge?

cara mengecek apar co2 tanpa menggunakan pressure gauge

Tabung pemadam kebakaran biasanya dilengkapi dengan pressure gauge. Komponen ini digunakan untuk mengecek tekanan tabung APAR. Tapi, ternyata ada fakta yang cukup menarik. Pengecekan APAR CO2 tidak bisa dilakukan dengan pressure gauge karena tabung pemadam ini tidak dilengkapi dengan indikator tekanan. 

Setiap jenis tabung pemadam api pada dasarnya memiliki tekanan yang dibutuhkan untuk menyemburkan media APAR agar bisa keluar dari tabung pemadam. Alat pengukur tekanan dipasang pada bagian head APAR. ini berguna untuk memastikan bahwa tekanan alat pemadam api tersebut masih cukup untuk menunjang kinerja APAR.

Namun, alat untuk mengecek tekanan tersebut tidak ditemukan pada tabung APAR CO2. Alasannya karena pengecekan APAR CO2 ini tidak bisa dilakukan dengan pressure gauge tersebut. Alasannya karena media yang digunakan berupa CO2 liquid/cair. Media ini dikenal sebagai es kering yang dapat terevaporasi ketika disemprotkan pada suhu ruangan. 

Secara kimia, media CO2 cair/liquid memiliki tekanan 830 psi. Alat ukur tekanan akan selalu membaca media APAR CO2 pada posisi 830 psi. Pada tekanan tersebut, pressure gauge tidak dapat berfungsi maksimal, sehingga pembacaan tekanan menjadi tidak tepat. Itulah mengapa pengecekan APAR CO2 tidak bisa dilakukan dengan pressure gauge.

Cara Mengecek APAR CO2 yang Benar Sesuai Standar

cara mengecek apar co2 yang benar sesuai standar

Cara mengecek APAR CO2 tidak bisa dilakukan dengan mengukur tekanannya. Sebagai gantinya, pengecekan APAR CO2 dilakukan dengan cara menimbangnya. Tujuannya untuk memastikan jumlah CO2 yang ada di dalam tabung pemadam tersebut. Penimbangan APAR CO2 juga berguna untuk mengetahui kapan harus servis atau isi ulang APAR. 

Inspeksi alat pemadam api harus dilakukan dengan mengacu pada Permenakertrans No:PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR. Tidak terkecuali untuk pengecekan atau inspeksi APAR CO2. Cara mengecek APAR CO2 berdasarkan peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Periksa label yang menempel pada tabung APAR CO2. Cek berapa berat kosong serta berat isi tabung pada kondisi normalnya. Jika sudah mendapatkan informasi mengenai berat APAR CO2 dari label tersebut, kamu baru bisa melakukan penimbangan.
  2. Lakukan penimbangan tabung APAR dengan cara yang sama seperti menimbang barang pada umumnya.
  3. Setelah ditimbang, hitung berapa selisih antara berat tabung APAR CO2 ketika dilakukan penimbangan dengan berat tabung APAR CO2 pada kondisi baru atau normal. Apabila hasilnya menunjukkan bahwa selisihnya mencapai 10%, artinya tabung APAR CO2 tersebut harus direfill atau isi ulang. 
  4. Cara mengecek APAR CO2 dilanjutkan dengan memeriksa komponen tabung pemadam api tersebut. Mulai dari badan tabung, selang, safety pin, dan nozzle. Jika ada yang rusak, segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.
  5. Jika semua komponen yang rusak sudah diganti atau diservis, catat hasil inspeksi APAR CO2 pada label tabung atau kartu APAR.
  6. Kembalikan tabung APAR CO2 pada posisi semula. Pastikan penempatan APAR sudah sesuai dengan standar, yaitu aman dan mudah diakses.

Selain mengecek berat muatan, pada APAR CO2 juga harus dilakukan pengecekan cartridge untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kebocoran. Tabung APAR CO2 juga perlu diuji secara hydrotest untuk menguji tekanan hidrostatis yang harus dilakukan setiap 5 tahun sekali

Contoh Cara Penimbangan Alat Pemadam Api CO2

Cara Mengecek APAR CO2 dilakukan dengen menimbang berat total dari tabung pemadam api tersebut. Berat total APAR adalah jumlah dari berat kosong tabung dengan berat normal muatan gas CO2 di dalam tabung APAR tersebut. Berat normal muatan gas CO2 biasanya tertera pada label tabung APAR.

Contoh cara mengecek APAR CO2 bisa digambarkan sebagai berikut. Berat kosong tabung APAR adalah 5,3 kilogram dan berat normal muatan gas CO2 adalah 4,6 kilogram. Maka, jumlah total normal APAR CO2 tersebut adalah 9,9 kilogram. Jika penimbangan APAR CO2 pada saat pemeriksaan mencapai angka tersebut, maka dapat dikatakan APAR dalam kondisi yang baik. 

Namun, jika berat tabung APAR CO2 ternyata lebih rendah hingga 10% dari berat total yang seharusnya, maka artinya tekanan tabung tersebut sudah berkurang. Apabila terjadi hal seperti ini, maka APAR harus segera segera dilakukan isi ulang APAR sampai mencapai berat yang seharusnya agar tekanan kembali normal.

Itu dia penjelasan mengenai bagaimana cara mengecek APAR CO2. Pastikan kamu selalu melakukan inspeksi APAR secara rutin minimal 2 kali setahun sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan melakukan pengecekan APAR CO2 secara rutin, maka kondisi APAR bisa selalu optimal dan siap digunakan kapanpun saat dibutuhkan.