Hydro test merupakan salah satu prosedur krusial dalam perawatan APAR (alat pemadam api ringan) yang seringkali diabaikan. Padahal, dalam dunia keselamatan, peralatan tersebut memegang peran penting dalam melindungi nyawa dan properti dari bahaya kebakaran.
Layaknya peralatan penting lainnya, APAR juga memerlukan pemeliharaan secara berkala untuk memastikan kinerjanya optimal saat dibutuhkan, salah satunya adalah hydro test.
Nah, di dalam artikel ini, kita akan bahas secara lengkap tentang apa itu hydro test, mengapa hal tersebut penting, dan cara melakukan hydrotest. Simak sampai selesai, ya!
Apa yang Dimaksud dengan Hydro Test?
Hydro test atau uji hidrostatik test adalah pengujian penting yang wajib dilakukan untuk mengukur keandalan dan integritas fisik dari sebuah tabung bertekanan.
Pada tahap pengujian ini melibatkan pengisian tabung dengan cairan atau gas yang bersifat inkompresibel, seperti air. Tentu saja air tersebut ditambahkan dengan tekanan yang lebih tinggi (sekitar 1,5 kali lipat) dari tekanan normal yang diperkirakan saat tabung digunakan dalam situasi nyata.
Sebagai contoh, misalkan tekanan normal tabung APAR GuardALL adalah 15 bar, maka tekanan yang diberikan saat melakukan hydro test adalah sebesar 22,5 bar.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tabung tersebut dapat menahan tekanan yang diharapkan tanpa terjadinya kebocoran atau kerusakan bersifat struktural.
Nantinya, hasil pengujian hydrotest ini akan menjadi penentu, apakah tabung APAR tersebut aman digunakan atau memerlukan perbaikan maupun penggantian komponen/unit baru.
Kapan Harus Melakukan Hydro Test pada Tabung APAR?
Tidak boleh sembarangan dalam melakukan pengetesan tekanan pada tabung APAR ini, ya.
Pada pasal 15 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor:PER.04/MEN/1980, tentang “Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan”, dituliskan bahwa APAR harus dilakukan pengujian secara berkala.
Jadi, hydro test tabung pemadam api setidaknya dilakukan dalam jangka waktu tidak lebih dari 5 tahun.
Perlu Anda ketahui juga, bahwa pengujian hydrotest ini wajib dilakukan pada tabung yang sudah menginjak usia 5 tahun meskipun masih ada media pemadam api didalamnya.
Jadi, akan lebih baik, jika Anda melakukan hydro test ini ketika akan mengganti media pemadam api/refill. Tentunya pengujian ini harus dilakukan oleh teknisi profesional dan berpengalaman, ya.
Seperti Apa Cara Melakukan Hydro Test yang Benar dan Aman?
Jika sudah mengetahui tentang apa itu hydro test dan alasan kenapa harus melakukannya, sekarang kita akan bahas cara melakukannya.
Di bawah ini merupakan langkah-langkah melakukan hydro test yang benar:
- Lakukan pengecekan pada kondisi fisik tabung alat pemadam api. Anda bisa mengeceknya secara menyeluruh, terutama pada kondisi tabung, apakah ada yang penyok, korosif, atau bahkan berlubang. Jika kondisi tersebut Anda temukan, maka tabung APAR tidak bisa dilakukan hydrotest dan segeralah untuk mengganti dengan tabung APAR yang baru.
- Sebelum melakukan hydro test, lepas terlebih dahulu semua komponen APAR, baik itu selang, valve, handle, dll. Proses pelepasan juga harus dilakukan dengan cara yang benar dan hati-hati, ya! Supaya tidak terjadi kerusakan atau menimbulkan bahaya.
- Kemudian kosongkan tabung pemadam api dari medianya dan pastikan benar-benar bersih, ya!
- Langkah selanjutnya adalah mengisi tabung yang kosong tadi menggunakan air. Hal tersebut sudah dituliskan pada kode standar NFPA 10, yang mengharuskan teknisi untuk mengisinya dengan air maupun cairan ringan yang tidak mudah terbakar lainnya.
- Terakhir, lakukan hydro test atau pengujian tekanan tabung APAR. Tekanan yang harus diberikan adalah 1,5 kali lebih besar dari tekanan normal. Jadi, katakanlah tabung Anda memiliki tekanan kerja 15 bar, maka tekanan pada hydrotest harus di angka 22,5 bar. Kemudian pemberian tekanan ini dilakukan dalam waktu kurang lebih 30 detik, ya.
Setelah melihat langkah-langkah di atas, pasti ada pertanyaan, “apakah bisa melakukan hydrotest sendiri?”
Lebih baik Anda serahkan hydrotest kepada ahlinya, karena proses pengujian tekanan ini diperlukan alat khusus yang memang ditujukan untuk hydrotest tabung alat pemadam api.
Lalu, Bagaimana dengan APAR Thermatic dan APAR Trolley/APAB?
Jadi, APAR thermatic maupun APAR trolley/APAB (alat pemadam api berat) juga wajib dilakukan hidrostatik test.
Persyaratan yang harus diikuti juga hampir sama dengan PER.04/MEN/1980.
Hanya saja pada bagian ini, telah dijabarkan juga pada Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun pada pasal 74.
Di situ ada ayat yang menyebutkan tentang persyaratan penting dalam melakukan hydro test APAR, APAB, maupun bejana bertekanan lainnya, seperti:
- Ayat (3), Pengujian tekanan (hidrostatik test) harus menggunakan tekanan 1,5 kali dari tekanan normal.
- Ayat (4), Pada proses hydrotest, bejana tekanan tidak diperbolehkan basah maupun bocor. Selain itu, bejana bertekanan juga tidak boleh sampai terjadi perubahan bentuk melebihi 0,2% dari isi semula.
Nah, bagaimana? Sekarang Mitra Patigeni sudah mengerti ya apa itu hydrostatic test, persyaratan, hingga cara melakukannya.
Rawat Alat Pemadam Kebakaran Anda Jika Ingin Tetap Awet!
Memiliki alat pemadam kebakaran saja tidak cukup. Anda juga harus merawatnya secara rutin, supaya dapat mengetahui kondisi terkini dari tabung dan dapat meyakinkan kalau APAR tersebut benar-benar bisa digunakan.
Kapan dan berapa kali harus melakukan pengecekan atau inspeksi APAR?
Jadi, mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 4 Tahun 1980, tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan, tertuliskan kalau kegiatan inspeksi APAR wajib dilakukan 6 bulan sekali atau dua kali dalam satu tahun.
Anda punya banyak tabung APAR dan kerepotan dalam melakukan inspeksi satu-persatu? Tak perlu khawatir!
Sekarang Anda bisa memanfaatkan aplikasi inspeksi APAR digital yang bernama Firecek.
Nah, di dalam aplikasi ini, Anda disuguhkan dengan berbagai macam fitur yang akan membantu melakukan inspeksi APAR. Coba deh, tonton video berikut ini:
Kemudian untuk pelaporannya juga instant, lho! Bisa langsung kirim melalui WhatsApp maupun email dalam bentuk PDF dengan susunan yang rapi. Bagaimana, menarik banget, kan?
Awas! Korosif Menjadi Momok Mematikan Bagi Tabung APAR
Anda harus tahu! Ketika APAR berada di lingkungan korosif, ternyata juga dapat membuat tabung menjadi korosif, lho. Memangnya tempat korosif yang dimaksud seperti apa? Cek di bawah ini:
- Area sekitar pantai,
- Laboratorium kimia,
- Pabrik pengolahan bahan kimia,
- Fasilitas industri dengan produksi yang menghasilkan asap,
- Area terkait dengan eksplorasi, produksi, dan pengangkutan minyak & gas,
- Area pertambangan yang memiliki limbah kimia atau air,
- Kapal, dermaga, dan peralatan yang digunakan di lingkungan laut,
- Lingkungan dengan suhu terlalu tinggi atau terlalu Rendah,
- Kondisi tanah mengandung tingkat keasaman yang tinggi,
- dll.
Selain itu, paparan cuaca juga berpengaruh dan bisa menyebabkan fisik tabung APAR jadi rusak. Bisa saja menyebabkan kebocoran tekanan yang akan berdampak ketika digunakan menjadi tidak maksimal seperti spesifikasi tabung pada semestinya.
Dengan kejadian ini, Anda akan mengalami kerugian yang tidak terduga, karena tidak bisa memadamkan api tepat waktu.
Maka dari itu, selain melakukan hydro test, Anda juga harus memastikan penempatan APAR sudah baik dan benar. Bila diperlukan, Anda bisa menambahkan box APAR untuk melindungi kondisi tabung dari korosif dan paparan sinar matahari yang terik.
Anda Berencana Melakukan Pengadaan APAR yang Tahan Korosif?
Tenang, kami ada rekomendasi alat pemadam api yang tahan korosif. Apa itu?
Ya, Anda bisa membeli APAR merek GuardALL dan juga Firefix, karena kedua merek tersebut memiliki bahan tabung berkualitas yang sudah dilapisi bahan khusus anti karat.
Selain itu, tabung pemadam api juga pernah dilakukan hydro test, bahkan pengetesan maksimal kekuatan tabung (tanpa batasan tekanan). Hasilnya begitu mengejutkan, lho! Penasaran? Cek video pengujiannya di bawah ini:
Bagaimana, semakin tertarik untuk menggunakan merk GuardALL maupun FIrefix? Kik di sini untuk menuju ke Patigeni Shop!
Mencari Jasa Hydrotest Terpercaya? Patigeni Jawabannya!
PT Patigeni Mitra Sejati juga menyediakan layanan hydrotest baik itu APAR, APAB, maupun alat pemadam api otomatis (thermatic).
Kami memiliki teknisi yang handal dan bersertifikat resmi. Sehingga, memungkinkan bagi kami untuk melayani Anda dengan kemampuan terbaik. Karena tujuan kami adalah memastikan setiap pengujian membuahkan hasil yang maksimal.
Uniknya lagi, ketika Anda menggunakan layanan hydrotest dari kami, Anda akan mendapatkan bonus aplikasi inspeksi pemadam api gratis tanpa syarat dan minimal order.
Ya betul, itu adalah Firecek! Jadi, nanti teknisi kami akan mengintegrasikan langsung antara tabung dengan aplikasi menggunakan QR Code Firecek. Sehingga akan memudahkan Anda dalam melakukan inspeksi secara rutin.
Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan hydro test dari Patigeni, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!
Nah, itulah pembahasan lengkap tentang apa itu hydro test, alasan kenapa harus melakukan pengujian tersebut, hingga langka-langkah melakukannya. Jika artikel ini membantu, jangan lupa untuk share ke orang-orang terdekat Anda, ya. Supaya mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan berharga seperti yang Anda dapatkan.

































