Jenis Jenis Pengujian Sprinkler

Pengujian sprinkler wajib dilakukan guna menjaga sistem pemadam kebakaran agar tetap efektif dan andal. Di mana fire sprinkler ini merupakan komponen vital pada sistem proteksi kebakaran yang harus dijaga dengan baik dan terjadwal.

Nah, di dalam artikel ini kita akan membahas tentang apa itu fire sprinkler, pentingnya melakukan pengujian, serta langkah seperti apa saja yang harus dilakukan. Simak artikel ini sampai selesai, ya!

Fire Sprinkler Itu Apa Sih?

Pengujian sistem Sprinkler

Fire sprinkler atau yang biasa disebut sprinkler adalah semacam “penyemprot air” yang terpasang di langit-langit suatu bangunan untuk menyemprot api yang berada di bawahnya. Ini juga menjadi salah satu bagian/komponen penting dalam jaringan sistem pemadam kebakaran.

Cara kerja sprinkler ini yaitu dengan cara menyemprotkan air  ke arah bawah/area yang diproteksi.

Apakah sprinkler dapat bekerja sendiri? Bisa iya dan bisa saja tidak!

Lho kenapa? Karena ada sprinkler yang memanfaatkan glass bulb sebagai pendeteksi kebakaran/pemicu rilisnya media pemadam api (air dari jaringan hydrant).

Pengujian Glass Bulb Sprinkler

Ilustrasi pecahnya Glass Bulb saat mendeteksi panas akibat kebakaran.

Selain itu, ada juga sprinkler yang memanfaatkan detektor kebakaran untuk memicu media pemadam api, baik itu smoke detector maupun heat detector.

Jadi, kalau terdapat peningkatan suhu secara tiba-tiba dan melebihi batas normal, maka sistem akan mendeteksi jika sedang terjadi kebakaran di area tersebut. Baru kemudian sprinkler akan menyemburkan air menuju titik api.

Apa Fungsi Fire Sprinkler?

Pengujian Sprinkler system

Fungsi utama dari fire sprinkler adalah untuk membatasi penyebaran api dan mengurangi kerusakan properti. Selain itu juga penting dalam melindungi nyawa siapa saja yang berada pada bangunan tersebut.

Sistem pemadam kebakaran ini sangat cocok untuk pemasangan di area gedung-gedung yang tertutup, seperti gedung kantor/instansi, area parkir, gudang, dll.

Oiya, jika menggunakan glass bulb, tiap sprinkler akan bekerja sendiri-sendiri. Sehingga bagian sprinkler yang berdekatan dengan sumber kebakaranlah yang akan mengeluarkan medianya.

Lalu, Bagaimana Cara Pengujian Sprinkler yang Benar dan Aman?

Sistem sprinkler memiliki beberapa keunggulan, tapi ada hal yang perlu diperhatikan yaitu melakukan inspeksi dan pemeliharaan. Lakukan perawatan sprinkler sesuai dengan jadwal yang ditetapkan untuk masing-masing sistem.

Berikut ini adalah jenis tahapan pengujian yang dapat Anda lakukan:

1. Pengujian Sprinkler Laju Alir Pompa

Pengujian Pipa Sprinkler

Pengujian laju alir pompa kebakaran dapat dianggap sebagai tahap yang paling penting dan harus dilakukan terhadap sistem sprinkler.

Inspeksi sistem ini mencakup segala sesuatu yang berpengaruh terhadap sistem, mulai dari pemeriksaan visual head sprinkler untuk memompa air hingga pengujian terhadap koneksi fire department connection dan instalasinya.

Mitra Patigeni juga perlu tahu, bahwa kita setidaknya melakukan inspeksi fire sprinkler dan tes laju alir pompa kebakaran ini setiap tahunnya.

2. Pengujian Sprinkler Arus Stand Pipe

Kita juga harus melakukan pengujian pada standpipe/pipa vertikal yang menghubungkan sistem fire sprinkler dengan selang di antara beberapa lantai.

Umumnya instalasi tersebut berada di tangga gedung bertingkat dan Anda juga perlu memastikan untuk tidak kehilangan tekanan saat sistem sprinkler kebakaran aktif.

Seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, Poin 7.4.5.6.2 tentang “Sistem Pipa Tegak Dan Selang Atau Hidran Bangunan”, dituliskan:

Pengujian aliran air harus dilakukan setiap 5 tahun pada sambungan selang terjauh secara hidrolik. Hal ini dilakukan dari setiap zona sistem pipa tegak dan selang atau hydrant bangunan.

Maksud dari pengujian aliran ini adalah untuk melakukan verifikasi bahwa pasokan air masih memberikan rancangan tekanan pada aliran yang disyaratkan.

3. Pengujian Sprinkler Laju Alir Fire Hydrant

membuka hydrant dalam pengujian sprinkler

Untuk menguji sprinkler pada aliran sistem hydrant, Anda mulai dengan membuka hydrant dan membiarkannya mengalir selama sekitar satu menit.

Hal Ini bertujuan untuk membersihkan semua benda/partikel asing agar keluar dari hydrant. Selain itu, pada tahap pengujian ini setidaknya dilakukan secara rutin satu kali dalam setahun.

4. Pengujian Hydrotest pada Sprinkler System

hydrostatic dalam pengujian sprinkler

Tujuan dilakukannya hydrotest pada pipa adalah untuk memverifikasi integritas sistem sprinkler kebakaran Anda. Selain itu juga memastikan pipa tidak ada keretakan atau mengalami kebocoran.

Lho, kenapa? Karena kebocoran pada sistem dapat mengurangi tekanan dan kinerja dari sistem fire sprinkler itu sendiri. Nah, pengujian sprinkler menggunakan metode hydrotest ini setidaknya dilakukan setiap setahun sekali.

5. Melakukan Pengujian Antibeku

Banyak pengembangan telah dilakukan pada sistem antibeku karena fire sprinkler system biasa dipasang pada area temperatur yang ekstrim. Misalnya, pada cuaca musim dingin, potensi pembekuan meningkat karena media yang umumnya digunakan dalam fire sprinkler adalah air yang akan membeku pada temperatur 0°C.

Mitra Patigeni harus tahu bahwa pembekuan ini juga dapat menyebabkan pipa meledak. Maka, kita harus memeriksa sistem sprinkler untuk memastikan konsentrasi larutan antibeku tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah dan juga memastikan bahwa sistem tidak terhubung ke sumber air minum.

Biasanya untuk pengujian sprinkler menggunakan metode antibeku ini dilakukan minimal satu kali dalam setahun.

Apakah Ada Standar dari NFPA tentang Pengujian Fire Sprinkler?

peraturan Pengujian Sprinkler

Tentu saja ada, dong! Pada kode standar NFPA (National Fire Protection Association) tertuliskan standarisasi dalam melakukan pengujian sprinkler yang bisa Anda baca di bawah ini:

Kode NFPA 13

Pada kode standar NFPA 13 memberikan beberapa pilihan dalam mengawasi isolation valve dan control valve, seperti:

  1. Anda bisa melakukan pemeriksaan pada instalasi kelistrikan,
  2. Memastikan bahwa katup itu berada pada posisi yang benar, dan
  3. Melindungi katup dengan ram besi, kemudian mengeceknya setiap minggu sebagai bagian dari prosedur inspeksi rutin.

Ingat! cara-cara ini berlaku untuk hampir semua jenis valve, kecuali dua situasi khusus, yaitu control valve di gedung bertingkat tinggi dan katup yang mengendalikan aliran air ke sprinkler dalam sistem sirkulasi tertutup.

Nah, dalam kedua kasus tersebut, NFPA 13 mengharuskan pengujian elektrik sebagai metode yang harus digunakan.

Kode NFPA 101

Kemudian pada kode standar NFPA 101 ini cukup berbeda dengan NFPA 13 dalam hal pengujian sistem proteksi kebakaran ini. Tertulis pada NFPA 101, bahwa semua sistem sprinkler harus diuji secara elektrik.

Personel harus memiliki kualifikasi memadai yang juga harus mencatat hasil pengujian dengan teliti dan menghadiri proses pengujian

Perlu diketahui juga, bahwa ada situasi tertentu di mana NFPA 101 tidak mewajibkan pengujian elektrik, namun mengizinkan pengawasan sesuai dengan standar NFPA 13.

Lho, kok bisa? Anda bisa membacanya pada “NFPA 241 – Standar Proteksi Kebakaran Konstruksi Bangunan.”

Jenis Pengujian Sprinkler

Bagaimana, apakah Anda sudah paham tentang apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pengujian fire sprinkler? Atau tidak ada SDM memadai untuk melakukan pengujian ini?

Tenang, Anda bisa mempercayakan pengujian ini kepada ahlinya, yaitu PT Patigeni Mitra Sejati. Kami memiliki teknisi ahli dan berpengalaman selama belasan tahun pada proyek menengah hingga ke proyek besar.

Lihat Portofolio Patigeni

Ingin informasi lebih lanjut terkait dengan layanan maintenance atau pengujian sprinkler? Hubungi kami sekarang!

10 Komentar

  1. bambang 04/12/2019 at 06:51 - Reply

    Mohon Info peraturan pemerintah untuk uji reksa hydrant dan fire alarm no berapa ya pak ?

    Trima kasih.

    • A Mario 06/12/2019 at 08:24 - Reply

      Selamat pagi Pak Bambang,

      Untuk peraturan pemerintah terkait uji hydrant dan fire alarm bisa merujuk ke Instruksi Menaker No. INS. 11/M/BW/1997 untuk pengujian alarm, hidran dan sprinkler. Semoga info ini membantu.

      Salam,

      Tim Patigeni

  2. agus syamsuddin 15/06/2020 at 14:20 - Reply

    mhn infonya terkait biaya pemeriksaan berkala utk water sprinkle

    • A Mario 16/06/2020 at 08:50 - Reply

      Selamat pagi Bapak Agus Syamsuddin,

      Akan segera kami proses dan kirimkan penawaran bagi Anda, mohon ditunggu.

      Terima kasih,

      Tim Patigeni

  3. Johan 23/04/2021 at 18:59 - Reply

    Untuk cek apakah ada kebocoran jalur sprinkler pada kondisi kosong pada gedung yang telah di tempati, bisa menggunakan metode apa?

    • A Mario 26/04/2021 at 08:24 - Reply

      Selamat pagi pak Johan,

      Metode termudah tentunya hydro-test menggunakan air. Tapi apabila opsi menggunakan hydro-test air tidak bisa dipilih, maka opsi paling memungkinkan adalah dengan angin melalui kompresor. Catatan kompresor harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan instalasi yang akan diuji. Semoga info ini membantu.

      Salam,

      Tim Patigeni

  4. luky 18/03/2022 at 12:40 - Reply

    mhn infonya terkait biaya pemeriksaan berkala utk water sprinkle

    • A Mario 21/03/2022 at 08:34 - Reply

      Dear Luky,

      Silahkan mengirimkan detail water sprinkler yang akan Anda periksakan, melalui form kami silakan klik di sini.

      Jika sudah melengkapi lewat sistem, tim kami akan segera menghubungi Anda untuk proses lebih lanjut. Terima kasih telah menghubungi kami.

      Salam,

      Tim Patigeni

  5. cahyo 20/08/2023 at 15:31 - Reply

    Mohon info, untuk hidrotest sprinkle, harus ditekan maximum pada tekanan berapa pak ?

    • Agus Supriyadi 22/08/2023 at 09:51 - Reply

      Selamat siang, Pak Cahyo.
      Untuk hydrotest sprinkler, harus diuji dengan 1,5 kali tekanan kerja ya Pak ..

Leave A Comment