Service Alat Pemadam ApiBencana kebakaran merupakan suatu risiko bencana yang berpotensi terjadi pada setiap bangunan atau gedung baik gedung-gedung yang bertingkat ataupun gedung tak bertingkat, hingga gedung-gedung manufaktur maupun gedung publik. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukanlah beragam upaya-upaya untuk mengadakan keamanan dan perlindungan bangunan dari risiko terancam bahaya kebakaran tersebut, seperti misalnya dengan melengkapi bangunan dengan alat-alat pemadam api kebakaran portable, seperti APAR atau alat pemadam api ringan (fire extinguisher).

Keberadaan alat pemadam api sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi-situasi darurat ketika api pemicu bencana kebakaran muncul. Dengan hadirnya beberapa alat pemadam api yang ditempatkan di titik-titik yang strategis dan mudah ditemukan, maka apabila sewaktu-waktu api kebakaran timbul, maka dapat segera diatasi dan dipadamkan dengan alat pemadam api sebelum api tersebut menjalar lebih jauh dan berubah menjadi api kebakaran yang tak terkendali.

Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan alat pemadam api agar selalu dalam keadaan yang optimal, siaga, dan siap untuk digunakan sewaktu-waktu, maka hendaknya selama dalam usia manfaat alat pemadam api, hendaknya selalu dilakukan pemeriksaan hingga service yang harus diadakan rutin secara berkala. Hal ini sangat penting sebab alat pemadam api yang yang mengalami kerusakan akan berisiko membahayakan pengguna alat pemadam api tersebut seperti misalnya tabung alat pemadam api yang mengalami korosif atau karat berisiko pecah ketika pengoperasian karena tidak kuat menahan tekanan yang ada di dalam tabung yang digunakan untuk mendorong isi muatan agar dapat keluar melalui valve atau katup yang berada di atas tabung.

Service alat pemadam api dapat dilakukan dengan melakukan berbagai tahap service atau pemeliharaan. Setiap negara-negara besar pada umumnya menerapkan standard service alat pemadam api yang berbeda-beda. Seperti misalnya service alat pemadam api di negara Amerika Serikat yang meliputi tiga jenis service alat pemadam api untuk kelas ringan (APAR), yaitu tahap pemeliharaan inspeksi, tahap pemeliharaan untuk fire extinguisher, serta tahap pemeliharaan dengan pengujian.

Service Alat Pemadam Api, Apa saja tahapannya?

Tahap pemeliharaan inspeksi meliputi dari pemeriksaan seluruh alat pemadam api yang harus dilakukan berkala minimal sebanyak satu kali dalam satu tahun. Pemeriksaan tersebut adalah pemeriksaan dasar yang meliputi pengecekan volume isi muatan pemadam di dalam tabung beserta tekanan yang dapat ditinjau melalui jarum yang ditunjukkan di dalam pressure gauge yang pada kondisi normal akan berada pada area warna hijau (untuk alat pemadam api dengan model tabung stored pressure). Pemeriksaan jugaberlaku untuk alat pemadam api dengan tabung cartridge, yaitu dengan mengecek berat dari komponen cartridge yang berisikan gas pendorong tekanan yang nantinya akan tersalur ke dalam tabung. Selanjutnya, lakukan pembolak-balikan tubuh tabung serta diikuti dengan pemukulan bagian bawah tabung dengan menggunakan palu sintetis atau palu karet guna mencegah terjadinya pembekuan ataupun pengendapan muatan di dalam dasar tabung.

Sedangkan pada tahap pemeliharaan untuk fire extinguisher harus dilakukan dalam jangka waktu pemeliharaan yang berbeda-beda bergantung pada tiap jenis alat pemadam api yang diklasifikasikan berdasarkan jenis isi muatan pemadam api yang tersimpan di dalam tabung. Untuk alat pemadam api bermuatan air atau water extinguisher, service alat pemadam api harus dilakukan minimal setiap satu tahun satu kali, namun ada pula alat pemadam api bermuatan air dengan teknologi terbaru yang hanya membutuhkan service alat pemadam api setiap 5 tahun sekali.

Sementara untuk foam extinguisher yang bermuatan busa memerlukan service alat pemadam api minimal sekali dan rutin setiap jangka 3 tahun. Untuk wet chemical extinguisher (bermuatan bahan kimia yang basah) serta untuk carbondioxide extinguisher (bermuatan gas karbondioksida atau CO2), keduanya harus mendapatkan service alat pemadam api setiap jangka waktu 5 tahun sekali. Sedangkan untuk dry chemical extinguisher (bermuatan bahan kimia bubuk yang kering) dan jenis halon serta clean agen extinguisher masing-masing harus diadakan service alat pemadam api sekali dalam 6 tahun secara rutin. Terakhir, untuk jenis powder extinguisher dengan tabung model cartridge harus mendapatkan service alat pemadam api paling tidak setiap satu tahun sekali.

Tahap yang terakhir atau tahap pemeliharaan dengan pengujian harus dilakukan apabila terjadi kesalahan dan kerusakan pada performa alat pemadam api akibat hal-hal tertentu, semisal karena terkena paparan panas yang dinilai berlebihan atau mengalami guncangan dan getaran, hingga sebab-sebab sejenisnya, sehingga alat pemadam api tersebut harus mendapatkan pemeliharaan dengan pengujian operasional demi mendapatkan informasi mengenai tingkat kerusakan yang dialami alat pemadam api tersebut.