Teknik Menggulung Selang Pemadam

Teknik menggulung selang pemadam kebakaran merupakan suatu hal yang mudah. Namun, jika tidak ada pengetahuan tentang selang, akan sama saja menjadi sesuatu yang sulit dan membingungkan.

Apalagi sebelum petugas fire department atau fire brigade memulai tugas pemadaman bencana kebakaran di lapangan. Akan ada banyak hal yang harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengenai perlengkapan alat pemadam api.

Sama halnya ketika api telah berhasil dipadamkan, petugas pemadam harus saling bekerja sama dalam mengemas perlengkapan dengan baik dan benar. Hal tersebut bertujuan supaya suatu saat jika terjadi kebakaran, proses pemadaman tidak akan terlambat hanya karena kesalahan teknis pada komponen peralatan, terutama selang pemadam.

Menggulung Selang Pemadam Ada Teknik Khusus, Apakah Benar?

cara menggulung selang hydrant

Ya, benar. Menggulung selang pemadam/fire hose memiliki teknik khusus yang dirancang untuk memastikan selang dapat digunakan dengan efektif dan aman saat diperlukan. Teknik-teknik ini membantu menjaga integritas selang, mencegah kerusakan, dan memastikan aliran air yang lancar.

Karena seperti yang kita tahu, bahwa dalam proses pemadaman, fire hose merupakan komponen yang sangat penting. Di mana selang pemadam berperan sebagai media penyalur air yang terpompa dari hydrant pillar menuju ke titik api.

Kalau terjadi masalah pada selang, maka proses pemadaman juga akan terhambat. Oleh sebab itu, kepada hoseman atau orang yang bertugas untuk mengoperasikan selang, harus menerapkan teknik menggulung selang pemadam yang benar secara hati-hati.

Sebelum Praktik, Pelajari Dulu Apa Saja Komponen yang Ada pada Selang Pemadam!

Sebelum membahas teknik menggulung selang pemadam kebakaran, penting untuk memahami jenis dan komponen selang sebagai pengetahuan dasar. Fire hose ini sebenarnya memiliki beberapa variasi ukuran, yaitu:

  • Panjang (15, 20, dan 30 meter), dan
  • Diameter (1,5 inci dan 2,5 inci).

Dari ukuran tersebut, biasanya pengguna akan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Kemudian dari segi bahan juga bermacam-macam, ada yang pakai rubber maupun kanvas.

female coupling dan male coupling

Selain itu, ada juga dua tipe coupling yang menjadi komponen kesatuan dari selang pemadam, seperti:

  1. Female Coupling, berfungsi untuk menghubungkan selang dengan fire hydrant pillar, dan
  2. Male Coupling, berfungsi untuk menghubungkan selang dengan nozzle sebagai output air.

Ini Dia Teknik Menggulung Selang Pemadam yang Benar & Anti Ribet

Dalam sebuah tim pemadam kebakaran/fire brigade, setidaknya harus ada minimal dua orang yang berada di bagian hoseman. Selain itu, mereka juga harus sudah paham tentang bagaimana cara menggulung selang hydrant yang benar.

Dikarenakan sangat dilarang untuk menggulung selang secara asal-asalan. Jika hal itu terjadi, maka akan mempengaruhi kondisi selang dan dapat mengganggu pada penggunaan selang tersebut di suatu saat jika terjadi kebakaran.

Baca Juga: Cara Menggunakan Selang Hydrant yang Benar dan Efektif

Nah, di sini ada dua teknik khusus dalam menggulung selang pemadam kebakaran yang sering dipakai para petugas pemadam kebakaran, seperti di bawah ini:

1. Single Roll

Teknik Menggulung Selang Pemadam single roll

Single Roll adalah salah satu metode penggulungan selang hydrant atau Fire Hose yang umum digunakan dalam pemadam kebakaran.

Pada teknik ini melibatkan menggulung selang dari ujung Female Coupling (ujung yang terhubung dengan hydrant pillar) ke ujung Male Coupling (ujung yang terhubung dengan nozzle).

Tujuannya adalah untuk menghasilkan gulungan yang rapi dan efisien untuk penyimpanan dan penggunaan selanjutnya.

Berikut adalah langkah-langkah dalam teknik Single Roll dalam menggulung selang hydrant:

  1. Pertama, pastikan selang dalam kondisi baik dan tidak ada air yang tersisa di dalamnya sebelum memulai penggulungan.
  2. Kemudian letakkan ujung selang female coupling di dekat titik awal dan mulai menggulung selang ke arah ujung male coupling.
  3. Gulung selang secara melingkar dan pastikan setiap lapisan selang tertata dengan rapi.
  4. Pastikan female coupling berada di tengah gulungan dan menghadap ke atas. Ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan selang saat akan digunakan kembali.
  5. Setelah semua bagian selang tergulung, pastikan gulungan tersebut aman dan kencang. Oiya, pastikan juga selang pemadam tidak ada yang terjepit atau terlipat.
  6. Cara menggulung selang pemadam yang terakhir, Anda harus menempatkan selang yang telah digulung dengan rapi di tempat penyimpanan yang sesuai, seperti di hydrant box.

Cara menggulung selang pemadam dengan teknik Single Roll ini umumnya dianggap lebih sederhana dan cepat dibandingkan dengan teknik lainnya.

Namun, kelemahannya adalah jika suatu saat selang akan digunakan kembali, perlu dilakukan pelemparan male coupling ke arah nozzleman, yang mana itu dapat memakan waktu dan energi.

2. Double Roll

Teknik Menggulung Selang Pemadam double roll

Double Roll adalah metode penggulungan selang hydrant yang melibatkan penyatuan kedua ujung selang (Female Coupling dan Male Coupling) menjadi satu sebelum proses penggulungan dilakukan.

Cara menggulung selang hydrant seperti ini bertujuan untuk menghasilkan gulungan yang lebih padat dan memiliki lipatan pada sisi yang lain, sehingga memudahkan penyimpanan dan mengurangi risiko kerusakan selang.

Dibawah ini merupakan langkah-langkah menggulung selang pemadam menggunakan teknik Double Roll:

  1. Pertama, Anda perlu memastikan kalau tidak ada kerusakan pada selang dan didalamnya tidak ada air yang tersisa.
  2. Setelah semua dipastikan aman, pasangkan female coupling dan male coupling (nozzle) secara bersama-sama supaya ujung selang menjadi satu. Anda dapat mengunci keduanya machino atau jenis storz coupling.
  3. Lalu, dari ujung lipatan selang, mulai gulung selang ke arah dua coupling tersebut.
  4. Perlu diingat, bahwa Anda tidak boleh menggulung dengan cara diseret. Melainkan, hoseman yang berjalan sambil menggulung selang sesuai arah.
  5. Pastikan lipatan selang berada di sisi yang berlawanan dengan female coupling yang terletak di tengah gulungan. Hal ini untuk memudahkan pengambilan selang saat akan digunakan.
  6. Setelah selang tergulung sepenuhnya, pastikan gulungan aman dan kencang. Pastikan juga bahwa selang tidak ada yang terjepit atau terlipat.
  7. Terakhir, tempatkan selang yang telah digulung dengan rapi di tempat penyimpanan yang sesuai, yaitu fire hydrant box.

Kelemahan dan Keunggulan dalam Cara Menggulung Selang Pemadam Single Roll & Double Roll

cara menggulung selang hydrant dengan benar

Setelah membahas kedua teknik menggulung selang pemadam di atas, sekarang kita akan bahas kelemahan dan keunggulan dari masing-masing teknik. Kira-kira apa saja sih? Simak pembahasan di bawah, ya!

Kelemahan dan Keunggulan dari Single Roll

Pada penggulungan teknik single, apabila fire hose pada instalasi fire hydrant akan digunakan kembali, maka akan lumayan sulit untuk menarik gulungan karena akan menghabiskan cukup banyak waktu.

Maka dari itu, diharapkan salah seorang dari Hoseman memiliki keterampilan dalam melemparkan male coupling kepada nozzleman yang biasanya selalu berada dalam jarak belasan hingga dua puluhan meter.

Akan tetapi, keuntungan pada teknik ini adalah resiko kerusakan selang akan sangat minim, karena penggunaan dilakukan dengan cara melempar dan bukan menarik. Sehingga selang tidak akan bergesekan secara langsung di atas tanah atau aspal.

Kelemahan dan Keunggulan dari Double Roll

Kekurangan dari teknik double roll ini yaitu disebabkan karena kedua hoseman akan saling menarik mundur secara bersamaan. Sehingga selang akan terus mengalami pergesekan di atas aspal atau tanah secara langsung. Di mana cara ini sedikit berisiko menyebabkan kerobekan pada badan selang.

Namun, teknik ini akan mempermudah saat selang akan digunakan dalam keadaan darurat, karena dilakukan oleh dua hoseman yang siap untuk memasang coupling ke hydrant pillar dan hose nozzle.

Itulah kelebihan dan kelemahan dalam menerapkan teknik menggulung dan menggelar selang pemadam kebakaran yang harus Anda tahu.

Nah, dalam satu tim Fire Brigade, hendaknya keseluruhan petugas sudah menyepakati teknik khusus fire hose mana yang akan selalu digunakan sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman dan kesalah teknisan.

Bila memungkinkan, Fire Brigade juga membutuhkan tenaga tim support yang berperan untuk membantu mensterilkan jalur fire hose sehingga tak akan ada paku, kerikil, pecahan kaca maupun benda-benda berujung tajam lainnya yang dapat membuat selang robek ataupun membahayakan petugas Fire Brigade selama operasi pemadaman.

Nah, itu tadi pembahasan tentang cara dan teknik menggulung selang pemadam kebakaran yang harus Anda ketahui, terutama yang berperan sebagai hoseman. Jika ada yang ingin ditanyakan atau ingin mengadakan pelatihan dengan Patigeni, bisa hubungi kami sekarang, ya!

Leave A Comment