APAR Powder dan CO2 untuk Kebakaran Listrik

APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik, manakah yang lebih efektif? Kedua jenis alat pemadam api sama-sama bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran listrik. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Simak penjelasan mengenai perbedaan APAR powder dan CO2 secara lengkap di bawah ini!

Mengenal Apa Itu Kebakaran Listrik dan Cara Mengatasinya

APAR Powder dan CO2 atasi Kebakaran karena Listrik

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Salah satu faktor yang paling banyak menyebabkan kebakaran adalah masalah instalasi listrik. Kebakaran akibat listrik merupakan jenis kebakaran yang diklasifikasikan sebagai kebakaran kelas C

Kebakaran listrik bisa terjadi karena hubungan pendek arus listrik, malfungsi alat elektronik, maupun korsleting listrik. Karena kebakaran ini melibatkan listrik, maka tidak boleh dipadamkan menggunakan media yang bisa menghantarkan listrik, seperti air. 

Kebakaran akibat listrik harus dipadamkan menggunakan media pemadam api yang bersifat non konduktor atau tidak menghantarkan arus listrik. Jenis alat pemadam api yang direkomendasikan untuk mengatasi kebakaran listrik atau api kelas C adalah APAR powder dan APAR CO2

4 Perbedaan APAR Powder dan CO2 untuk Kebakaran Listrik

APAR powder dan APAR CO2 merupakan jenis alat pemadam api yang bersifat non konduktor, sehingga sangat cocok untuk mengatasi kebakaran listrik. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang bisa menjadi pertimbangan sebelum Anda menggunakannya. Apa saja perbedaan APAR powder dan CO2? Berikut penjelasannya.

1. Perbedaan APAR powder dan CO2 berdasarkan media yang digunakan

APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik kualitas terbaik

Perbedaan pertama dari APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik adalah jenis media pemadam kebakaran yang digunakan. APAR powder merupakan jenis alat pemadam api yang menggunakan media dry chemical powder atau serbuk kimia kering. 

Jenis media dry chemical powder yang digunakan umumnya adalah kombinasi dari ammonium sulphate dan mono-ammonium phosphate. Sementara itu, jenis media pemadam api yang digunakan pada APAR CO2 adalah gas carbon dioxide (CO2)

2. Perbedaan APAR powder dan CO2 menurut kelas kebakaran yang diproteksi

APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik rekomendasi Damkar DKI

APAR powder dan CO2 dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran listrik yang termasuk dalam klasifikasi kebakaran kelas C. Penyebab kebakaran kelas C yang paling sering terjadi adalah akibat hubungan pendek arus listrik dan korsleting listrik.

Selain bisa memproteksi kebakaran kelas C, APAR powder juga bisa digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B. Oleh karena itu, APAR powder disebut sebagai APAR multifungsi karena bisa mengatasi hampir semua kelas kebakaran. Sementara itu, alat pemadam api CO2 cocok digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas B dan C saja.

3. Perbedaan APAR powder dan CO2 dari bentuk fisiknya

APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listri kelas Ck

Perbedaan paling mencolok lainnya dari APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik dapat dilihat dari bentuk tabung dan komponen tabung APAR yang digunakan. APAR powder dilengkapi dengan selang/hose dan nozzle untuk mengeluarkan media dari dalam tabung. 

Sementara itu, APAR CO2 menggunakan komponen berbentuk seperti corong untuk mengeluarkan media gas dari dalam tabung. Selain itu, tabung APAR CO2 juga tidak memiliki komponen berupa pressure gauge seperti yang terdapat pada APAR powder. Pressure gauge pada APAR powder berfungsi untuk mengukur tekanan tabung APAR.

4. Perbedaan APAR powder dan CO2 setelah digunakan

pemadam api powder dan CO2 untuk Kebakaran Listrik

APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik juga berbeda jika dilihat dari pasca penggunaan. APAR CO2 merupakan jenis alat pemadam api clean agent, yaitu alat pemadam kebakaran yang tidak menghasilkan residu atau sisa bahan setelah digunakan. 

Penggunaan media berupa gas CO2 juga tidak akan merusak alat-alat yang ada di ruangan tersebut. Untuk itulah, APAR CO2 direkomendasikan untuk memproteksi ruangan yang sensitif, seperti ruang arsip, laboratorium, ruang panel listrik, dll.

Berbeda dengan APAR CO2, penggunaan APAR powder akan menghasilkan residu yang mengotori ruangan. Setelah digunakan, ada sisa-sisa bahan powder di sekitar titik api, sehingga harus dibersihkan terlebih dahulu. Sisa bahan powder yang mengenai alat-alat elektronik juga bisa menyebabkan fungsi dari peralatan tersebut menurun. 

Alat Pemadam Api Powder dan CO2, Manakah yang Lebih Efektif?

pemadam api powder dan CO2 untuk Kebakaran kelistrikan

Jenis alat pemadam api yang cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran listrik atau kebakaran kelas C adalah APAR powder dan CO2. Kedua jenis APAR tersebut sama-sama bekerja efektif dalam memadamkan kebakaran listrik. 

Penggunaan APAR CO2 lebih direkomendasikan karena bersifat clean agent atau tidak menghasilkan residu. Terutama jika kebakaran listrik terjadi di ruangan yang penuh dengan alat atau benda sensitif. Jika menggunakan APAR powder, maka residu atau sisa bahan powder harus segera dibersihkan supaya tidak menyebabkan alat atau benda-benda yang sensitif mengalami kerusakan.

Jadi, APAR powder dan CO2, keduanya sama-sama bisa bekerja efektif untuk mengatasi kebakaran listrik. Bedanya, APAR dry chemical powder akan menghasilkan residu, sedangkan APAR CO2 tidak akan menghasilkan residu apapun sehingga lebih aman digunakan.

Setelah mengetahui perbedaan APAR powder dan CO2 untuk kebakaran listrik, kini Anda bisa menyediakan jenis APAR yang tepat sesuai dengan ruangan yang akan diproteksi.

Simak Juga, Cara Menggunakan APAR yang Baik dan Benar

Cara menggunakan alat pemadam api

Setelah Anda mengetahui perbedaan antara kedua jenis APAR tersebut dan menemukan pilihan yang tepat, sekarang saatnya mempelajari cara penggunaannya. Nah, Mitra Patigeni bisa menggunakan metode PASS.

PASS adalah singkatan dari “Pull, Aim, Squeeze, Sweep” dan merupakan teknik umum yang digunakan untuk menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Berikut merupakan langkah-langkah dalam menerapkan teknik PASS:

  1. Pull (Tarik): Tarik pin keselamatan pada APAR untuk memecahkan segel dan mempersiapkan alat untuk digunakan. Pin ini biasanya terletak di bagian atas APAR.
  2. Aim (Sasaran): Arahkan nozzle atau ujung selang APAR ke titik api yang ingin Anda padamkan. Pastikan untuk mengarahkan ujung APAR ke akar api, bukan ke kepala atau uapnya.
  3. Squeeze (Peras): Peras pegangan atau tuas pemadam api untuk melepaskan zat pemadam api dari APAR. Biasanya, tuas ini berada di bagian bawah APAR dan harus ditekan atau ditarik untuk memulai aliran zat pemadam api.
  4. Sweep (Sapu): Lakukan gerakan sapuan ke kiri dan kanan (sweeping) dengan APAR untuk menutupi seluruh area api. Pastikan untuk menjaga jarak yang aman dari api dan bergerak maju mundur secara perlahan saat menyapu. Teruskan penyemprotan APAR sampai api benar-benar padam atau hingga APAR media pemadam api habis.

Jadi, melakukan latihan dan simulasi penggunaan APAR ini sangat penting, karena jika suatu saat terjadi kebakaran, Anda sudah siap untuk memadamkan api. Jangan sampai harta benda atau bahkan nyawa menjadi taruhan ketika suatu saat terjadi kebakaran.

Itulah tadi pembahasan tentang perbedaan APAR powder dan CO2 untuk Kebakaran Listrik. Oiya, pastikan juga untuk menggunakan APAR berkualitas ya, seperti APAR GuardALL yang telah mendapatkan sertifikat resmi dari Lab Damkar DKI Jakarta. Yuk, sediakan APAR GuardALL untuk proteksi lebih maksimal!

Leave A Comment