Sistem proteksi kebakaran pasif melindungi bangunan dan jiwa
Sistem Proteksi Kebakaran PasifDalam bangunan khususnya bangunan perusahaan, restaurant, hotel dan lainnya, sangat dianjurkan untuk menginstal sistem proteksi guna melindungi diri dan materi dari kebakaran. Karena kebakaran merupakan musibah yang tidak dapat diduga karena ada banyak faktor yang dapat menyulut kebakaran. Dalam perkembangannya, proteksi pun dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu pasif dan aktif yang akan dibahas pada artikel ini.

Sistem proteksi kebakaran pasif Apa perbedaannya?

Sistem proteksi kebakaran aktif memerlukan beberapa bentuk respon untuk mengaktifkannya. Sistem proteksi kebakaran aktif dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu fire detectors dan fire suppressant. Dalam tugasnya, Fire detector (pendeteksi api)  berfungsi untuk mengidentifikasi keberadaan api dengan memetakan berbagai indikator. Indikator tersebut bisa melalui temperatur atau kenaikan panas, asap atau api. Sementara Fire suppressant (penekan api) berperan aktif memadamkan atau mengendalikan kebakaran; contohnya adalah sistem sprinkler, hydrant dan alat pemadam kebakaran lainnya.

Sementara kebalikannya, Sistem proteksi pasif adalah material pendukung yang bersifat menghambat proses kebakaran.  mengapa dikatakan pasif yaitu karena alat ini selalu hidup dan tidak perlu diaktifkan untuk melakukan perannya sebagai alat proteksi. Material ini disertakan sebagai bagian dari tatanan bangunan,  contohnya sebagai tambahan dinding, lantai dan pintu yang tahan api .  Misalnya, dinding tahan api dibangun menggunakan panel kemudian diperkuat dengan semen dan lembaran baja yang terikat disetiap sis. Namun begitu, setiap daerah bisa jadi memiliki solusi yang berbeda sesuai kondisi geografisnya. Tidak seperti jenis aktif, sistem proteksi kebakaran pasif tidak pernah berusaha untuk memadamkan kobaran api.

Sistem proteksi kebakaran pasif melindungi bangunan dan jiwa

Dalam banyak kasus, proteksi pasif akan membakar ruangannya sendiri tanpa menyebar ke area lainnya. Keunggulan lain dari sistem proteksi kebakaran pasif adalah melindungi penghuni gedung untuk melaukan evakuasi dengan selamat. Hal ini dikarenakan kebakaran tertahan dalam satu ruangan dalam waktu yang lama. Alat proteksi ini juga melindungi bangunan dari kehancuran atau kerusakan akibat kebakaran. Sehingga dapat menekan kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran baik kerugian materi maupun korban jiwa

Sistem Proteksi Kebakaran Pasif bertujuan untuk melindungi bangunan dan penghuninya. Waktu yang dibutuhkan pun bervariasi tergantung dari tujuan alat digunakan namun secara komersial, waktu yang dibutuhkan adalah 240 menit. Sebelum dijual ke pasaran, alat proteksi kebakaran  pasif harus dilakukan testing, adapun tiga kriteria testing yang dilakukan adalah:

  1. a) Stabilitas – Sistem harus dapat memenuhi unsur proteksi untuk waktu yang diminta
  2. b) Integritas – Sistem harus mencegah kebakaran dengan menahan asap dan gas berbahaya menyebar untuk waktu yang diminta
  3. c) Isolasi – temperatur dalam ruangan tidak melebihi batas yang telah ditentukan dalam waktu yang diminta

Beberapa Sistem Proteksi Kebakaran Pasif memiliki persyaratan lebih lanjut di samping 3 kriteria tersebut. Misalnya, sistem yang digunakan pada bangunan multi-level harus ringan agar tidak membebani struktur. Alat proteksi pasif bukan semata-mata merupakan alternatif dari alat proteksi aktif. Untuk memaksimalkan proteksi kebakaran agar tidak memakan korban jiwa dan menghancurkan banyak properti yang merugikan maka perlu adanya kombinasi instalasi antara alat proteksi pasif dan aktif

Demikian sedikit informasi Sistem Proteksi Kebakaran Pasif. Semoga dapat bermanfaat :D Nah, untuk tanya jawab seputar perlindungan terbaik rumah dan kantor Anda, silahkan hubungi kami via Hot line : 088806560888 .