Instalasi hydrant gedung harus mengacu pada peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pasalnya, hydrant merupakan alat proteksi kebakaran yang berfungsi untuk mengatasi kebakaran skala besar. Oleh karena itu, setiap komponen fire hydrant harus diinstalasi sesuai standar agar fungsinya lebih optimal.
Hydrant gedung merupakan sebuah sistem pemadam kebakaran yang cukup besar. Sistem ini terdiri dari berbagai jenis komponen yang saling terintegrasi satu sama lain. Beberapa komponen yang terlibat dalam instalasi fire hydrant gedung diantaranya adalah sebagai berikut:
Mengingat bahwa hydrant gedung terdiri atas komponen yang sangat kompleks, maka instalasi hydrant tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika instalasi hydrant tidak sesuai dengan peraturan SNI, maka bisa saja sistem proteksi kebakaran tersebut tidak bisa bekerja optimal.
Apalagi, instalasi hydrant gedung membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika hydrant tidak bisa bekerja optimal saat keadaan darurat, maka investasi besar yang sudah Anda lakukan dalam pembangunan fire hydrant menjadi sia-sia. Bangunan gedung dan aset-aset berharga tidak bisa diproteksi secara maksimal.
Oleh karena itu, pastikan instalasi gedung yang akan Anda bangun dilakukan oleh tim ahli yang profesional dan berpengalaman. Kontraktor hydrant profesional pastinya akan selalu membangun instalasi hydrant gedung sesuai dengan peraturan SNI. Dengan bagitu, maka gedung dan aset berharga milikmu akan terproteksi dengan baik.
Peraturan tentang komponen hydrant dan instalasinya telah diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI sendiri merupakan standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Peraturan SNI tentang instalasi hydrant gedung disusun oleh panitia teknis yang selanjutnya ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).
Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 2 peraturan tentang instalasi hydrant gedung, yaitu SNI 03-1735-2000 dan SNI 03-1745-2000. Standar tersebut mengacu pada peraturan instalasi hydrant gedung yang telah menjadi standar internasional, yaitu:
Peraturan SNI 03-1735-2000 tentang instalasi hydrant gedung mengatur tata cara pelaksanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk mencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.
Standar ini ditetapkan sebagai acuan yang diperlukan dalam hal perencanaan jalan lingkungan serta akses menuju ke bangunan gedung, sehingga proses penyelamatan serta operasi pemadam kebakaran bisa dilakukan secara efektif.
Hal-hal yang diatur dalam peraturan SNI 03-1735-2000 tentang instalasi hydrant adalah sebagai berikut:
Peraturan SNI 03-1745-2000 tentang instalasi hydrant mengatur tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan selang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan atau gedung. Standar ini mencakup syarat-syarat untuk pemeriksaan sistem hydrant secara berkala, pengujian, serta pemeliharaan pipa tegak.
Poin-poin yang diatur dalam peraturan SNI 03-1745-2000 tentang instalasi hydrant gedung antara lain:
Baca Juga: Cara Menggunakan Selang Hydrant yang Benar dan Efektif
Selain membahas tentang peraturan SNI tentang instalasi hydrant, penting juga untuk mengetahui bagaimana caranya merawat hydrant dengan baik.
Fire hydrant harus selalu dalam keadaan “ready to use” dan siap memberikan perlindungan kebakaran yang memadai. Oleh karena itu, sangat penting bagi pihak yang memiliki jaringan instalasi hydrant untuk melakukan perawatan dan inspeksi secara rutin.
Mitra Patigeni harus memeriksanya secara teratur setidaknya sekali dalam setahun. Namun, seperti yang dituliskan pada wwdmag.com, hydrant pemadam kebakaran dengan sistem “dry-barrel” mungkin memerlukan dua kali inspeksi dalam setahun.
Berikut ini merupakan langkah-langkah inspeksi pemeliharaan/perawatan hydrant pemadam kebakaran yang tepat menurut NFPA (National Fire Protection Association) Code 25:
Bagaimana, cukup mudah dan sederhana kan cara melakukan perawatan hydrant? Namun, langkah-langkah diatas harus dilakukan secara rutin dan terjadwal, ya.
Nah, kita tadi sudah bahas tentang peraturan SNI dalam melakikan instalasi hydrant gedung yang wajib dipatuhi. Supaya fire hydrant pada gedung milik Anda diinstalasi sesuai peraturan SNI, maka pastikan untuk memilih kontraktor hydrant yang profesional.
PT Patigeni Mitra Sejati merupakan pilihan tepat bagi Mitra Patigeni yang sedang berencana membangun instalasi hydrant gedung sesuai peraturan SNI. Hubungi kami untuk konsultasi terkait instalasi hydrant gedung yang Anda butuhkan.
RSU Permata Blora mempercayakan pekerjaan sistem proteksi kebakaran rumah sakit kepada Patigeni. Proyek ini mencakup…
Kalau ruang pump room terbatas, pemilihan fire pump perlu melihat lebih dari sekadar kapasitas. Vertical…
Kalau sistem hydrant membutuhkan suplai air dalam debit besar, pompa horizontal split case menjadi salah…
In-line pumps Fairbanks menjadi pilihan menarik ketika sistem hydrant membutuhkan fire pump dengan konfigurasi vertikal…
Fire hydrant gudang logistik menjadi bagian penting dari sistem proteksi kebakaran karena gudang menyimpan barang…
Ketika berbicara tentang keandalan dalam sistem proteksi kebakaran, end suction pumps atau pompa end suction…
View Comments
Ijin bertanya, kalau persyaratan sebuah bangunan sudah harus menggunakan sistem Hydrant ini, apa saja ya? kemudian persyaratan untuk sistem hydrant yang harus dilengkapi dengan sprinkler pada sebuah bangunan itu apa saja ya? terimakasih
Halo, Pak Istu ..
Keberadaan hidran kebakaran ditentukan oleh seberapa besar resiko kebakaran dan luas area yang terdampak. Di mana setiap gedung itu memiliki tingkat resiko kebakaran yang berbeda-beda.
Akan tetapi, dengan bangunan yang memiliki tingkat resiko kebakaran tinggi, harus terpasang sistem hidran kebakaran. Dengan pemasangan 1 hydrant pillar/landing valve di setiap 1000 m2 atau kalau dalam SNI itu 40-45 meter.
Kemudian untuk instalasi fire sprinkler dipasang pada bangunan yang memiliki tinggi 4 lantai atau minimal 15 meter.
Semoga membantu pak,
Jika ada yang ingin Anda tanyakan, bisa konsultasikan secara mendalam dengan tim Patigeni:
> E-mail: sales@patigeni.com
> Telp: (024) 76400888
> WhatsApp: 0888-0259-9888.
Terima kasih~
Sy indra ijin bertanya apa kah jika ada kawasan pergudangan yg tidak menggunakan instalasi hydrant cacat hukum
Halo Pak Indra,
Kalau untuk sertifikasi layak fungsi dan operasi harus ada sistem proteksi kebakaran pak.
Berarti kalu tidak ada sistem tersebut, bisa dikatakan perusahaan tidak taat hukum.
Apalagi gudang itu pasti memiliki resiko kebakaran yang cukup tinggi. Jadi alangkah baiknya memang dibekali dengan alat dan sistem proteksi kebakaran yang memadai, baik alat pemadam api, fire alarm, maupun fire hydrant.
Jika ingin melakukan konsultasi terkait sistem tersebut, bisa hubungi tim Patigeni ya Pak Indra ke:
> E-mail: sales@patigeni.com
> Telp: (024) 76400888
> WhatsApp: 0888-0259-9888
Terima kasih~
Bos, saya punya gedung 2lantai 1000m, apa ada peraturan yg mengatur bangunanv2lantai tidak perlu hydrant.makasih
Halo, Pak Budi ..
Semua dapat ditentukan dari model/fungsi gedung, jumlah penghuni, dan risiko kebakaran yang ada.
Peraturan lengkap, Anda bisa melihatnya pada peraturan PUPR No. 26/PRT/M/2008, tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan atau Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1736-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Proteksi Kebakaran Aktif untuk Bangunan Gedung.
Untuk kepastian lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan Tim Patigeni ..
Hubungi kami di 0888-2510-8888
Mohon pencerahan, apakah pipa tegak untuk hydrant disatukan dengan sistem sprinkler ?
Halo, Pak Amos
Kalau berdasarkan peraturan NFPA 13, pipa tegak hydrant dan sprinkler semestinya dipisah pak.
Dikarenakan dalam instalasi sprinkler itu terdapat beberapa item lain, seperti salah satunya PRV yang berfungsi menurunkan tekanan.
Semoga menjawab, terima kasih~